Wajib Tahu! Ini Dia 5 Fakta Air Minum Dalam Kemasan

0
105

Kebutuhan air untuk hidup memang sangat penting. Ini dikarenakan di dalam tubuh manusia hampir 60 sampai 70 persennya adalah air. Untuk memenuhi kebutuhan air tersebut produsen air minum banyak memasarkan produk air minum dalam kemasan. Umumnya air kemasan lebih dipercaya lebih terjamin kualitasnya daripada air isi ulang yang kini banyak diperjualbelikan di depo air minum karena sudah diolah di pabrik. Ternyata anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Jadi pernah nggak sih kepikiran sumber air minum tersebut berasal dari mana? Berikut fakta-fakta air minum dalam kemasan yangharus Kamu ketahui.

Sumbernya bukan asli dari mata air pegunungan

Fakta mencengangkan ini telah dikeluarkan Pepsi terkait air minum kemasan yang diproduksinya. Pada Oktober 2017 Pepsi akhirnya mengakui kebenaran bahwa hampir setengah dari bahan utama air minumnya menggunakan dari sumber air dalam kota yang mengalir ke rumah-rumah warga, jadi tidak seratus persen air kemasan itu menggunakan murni dari mata air pegunungan.

Selain di Amerika Serikat, di Kanada kasus seperti ini juga terjadi pada merk Dasani yang merupakan milik Coca Cola. Mereka menyatakan jika hal ini terjadi akibat musim kemarau yang membuat sebagian sumber mata air mengering, sedangkan proses produksinya harus tetap berjalan seperti biasa.

Bisa lebih berbahaya dari air kran di rumah

Di Amerika Serikat pengawasan air untuk rumah warga lebih ketat dibandingkan air minium dalam kemasan. Pengawasan yang dilakukan antara lain menguji parameter kimia, bakteri, sampai radiologi. Sementara itu air dalam kemasan tidak harus memenuhi standar tersebut. Bahkan dalam beberapa penelitian ditemukan konsentrasi toksik dalam bentuk arsen dan merkuri terdapat dalam air minum dalam kemasan. Pada tahun 2004 tepatnya di Inggris, Coca Cola terpaksa harus menarik setengah juta botol produknya karena terbukti tidak aman untuk dikonsumsi.

Bahan Botol yang digunakan berbahaya

Selain air minumnya sendiri, botol kemasannya juga sangat berbahaya bagi kesehatan. Ini dikarenakan bahan yang digunakan mengandung bisaphenol A ,yaitu zat yang menghasilkan plastik. Untuk itu tidak dianjurkan menggunakan botol air minum kemasan berkali-kali. Zat bisaphenol A sangat berbahaya untuk kesehatan, misalnya menyebabkan kanker payudara dan kanker ovarium, masalah perkembangan, diabetes, kelainan reproduksi, dan obesitas. Jadi cukup pakai sekali dua kali saja untuk tempat air minum.

Air minum dalam kemasan relatif mahal

Selain isu masalah kesehatan dan sumber airnya, air minum dalam kemasan juga terbukti relatif mahal. Jika Kamu membeli air dalam kemasan, tentu saja Kamu bukan membayar untuk airnya ya, tapi untuk prosesnya. Mulai dari proses produksi botol, proses pengemasan, biaya transportasi, biaya pegawai, biaya iklan dan pemasaran produk, dan tentu saja laba perusahaan. Di Indonesia sendiri air minum dalam kemasan (galon isi ulang) dijual sekitar 13.000 hingga 17.000 rupiah tergantung dari merknya. Bisa dibayangkan harga segitu lumayan bisa buat ngisi pertamax di SPBU.

Air minum dalam kemasan meanggar HAM, lho kok bisa?

Industri air kemasan mengambil alih kepemilikan air untuk umum menjadi sumber daya umum yang dikuasai perusahaan. Perusahaan tersebut melakukan pengeboran, kemudian memompa air dan didistribusikan ke kota-kota sedangkan penduduk desa di sana belum tentu bisa memanfaatkan air tersebut. Contoh konkritnya yaitu di India, pengambilan air untuk Dasani, Coca Cola menyebabkan 50 desa di sana kekurangan air.

 

Ternyata selain mempermudah kita minum diperjalanan, mempermudah penyediaan saat hajatan atau ngebantu banget saat air masak kita keburu habis dan akhirnya harus beli air galon, sekarang udah tau kan sob fakta air dalam kemasan itu. Saran mimin sih mending pake air masak aja ya, selain untuk menghemat uang kebersihannya juga bisa kita awasi sendiri 😀 Sekian semoga bermanfaat, jangan lupa share dan like nya ya guys 😀

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here