Tujuh Pelatih Papan Atas Dunia Yang Pernah Melatih di Asia Tenggara

0
146

Asia Tenggara memang cuma bagian kecil dari peta dunia, bahkan di dunia sepak bola pun area ini bukan yang terbaik. Namun, tak berarti pelaku sepak bola dunia tidak berminat datang ke sini. Berikut tujuh pelatih papan atas yang pernah “mampir” di Asia Tenggara…

1. Steve Kean (DPMM FC dan Timnas Brunei)

Steve Kean pertama muncul ke permukaan pada 2009 saat menjadi salah satu asisten Sam Allardyce di Blackburn Rovers. Saat Big Sam dipecat, Kean naik pangkat menjadi pelatih The Rovers dan bertahan hingga September 2012. Setahun setelahnya, ia menyeberangi dunia dengan menerima tawaran DPMM FC di Liga Singapura. Sempat menangani tim nasional Brunei Darussalam pada 2014, ia memimpin DPMM hingga kontraknya usai pada 2017.

2. Peter Reid (Timnas Thailand)

Sebagai salah satu legenda Everton, Peter Reid merupakan salah satu eks pesepak bola yang paling diingat setelah memperkuat Bolton, Manchester City, dan QPR. Dia melatih City pada 1990-93 dan Sunderland pada 1995-2002, memenangi dua titel divisi dua. Setelah menangani Coventry pada 2004/05, ia menerima tawaran Thailand pada 2008. Dia merupakan pelatih yang memimpin tim Gajah Putih saat bertandang ke Stadion Utama Gelora Bung Karno dalam leg pertama semifinal Piala AFF 2008 melawan Indonesia. Ia bertahan di Bangkok hingga September 2009.

3. Bryan Robson (Tmnas Thailand)

Memulai karier bersama West Brom, Bryan Robson pindah ke Manchester United pada 1981 dan menjadi legenda serta kapten terlama di klub itu. Setelah pensiun, dia melatih Middlesbrough selama tuju tahun, mempromosikan klub tersebut ke Liga Inggris dua kali, sebelum menjalani masa singkat di Bradford dan Sheffield United. Ia ditarik Thailand untuk menggantikan Peter Reid pada 2009 dan meletakkan jabatannya pada 2011. Di fase grup Piala AFF 2010, Thailand asuhan Bryan Robson takluk oleh Indonesia yang dilatih Alfred Riedl melalui dua gol penalti Bambang Pamungkas.

4. Slavisa Jokanovic (Muangthong United)

Slavisa Jokanovic merupakan satu-satu pelatih non-britania yang mampu promosi ke Liga Inggris dua kali: bersama Watford pada 2014/15 dan Fulham 2017/18. Kini, ia menangani bintang-bintang sekelas Andre Schurrle, Sergio Rico, Jean Michael Seri, dan kawan-kawan di Craven Cottage. Tak begitu lama dari masa ini, Jokanovic pernah merantau ke Thailand. Ia menangani klub raksasa Muangthong United pada 2012/13 dan membawa klub tersebut juara tanpa terkalahkan di musim itu.

5. Keisuke Honda (Timnas Kamboja)

Pemain berusia 32 tahun tersebut mungkin masih aktif bermain untuk Melbourne Victory dan empat bulan lalu masih mewakili Jepang di Piala Dunia 2018, tetapi itu tak menghalanginya untuk menerima pinangan Kamboja pada beberapa waktu lalu. Dia akan bekerja paruh waktu sebagai pelatih Kamboja hingga dua tahun ke depan tanpa meminta gaji, yang akan dimulai dengan partisipasi di Piala AFF 2018. Dalam masa keemasannya, Honda memperkuat CSKA Moskow dan Milan, juga membela Jepang di Piala Dunia 2010, 2014, dan 2018.

6. Luis Milla (Timnas Indonesia)

Luis Milla menjalani karier profesionalnya dengan mencatat 400 pertandingan lebih bersama Real Madrid, Valencia, dan Barcelona pada 1984 hingga pensiun pada 2001. Meski karier kepelatihannya tak pernah melatih klub besar, ia merupakan otak di balik sukses Spanyol menjuarai Euro U-21 2011, tim yang beranggotakan pemain seperti Alvaro Morata, Ander Herrea, Juan Mata, dkk. Pada awal 2017, dia ditunjuk jadi pelatih tim nasional Indonesia. Ia memimpin Indonesia di SEA Games 2017, Kualifikasi Piala Asia u-23, dan Asian Games 2018.

7. Sven Goran Eriksson (Timnas Filipina)

Sven-Goran Eriksson dikenal sebagai pelatih sukses yang telah menjelajah seluruh dunia. Dia mengantarkan Lazio menjadi juara Serie A pada 1999/2000, lalu menjadi pelatih asing pertama yang menangani Inggris pada 2001. Setelah menangani Meksiko dan Pantai Gading, kini Eriksson mencoba menjajal benua Asia dengan melatih Filipina. Ia dikontrak selama enam bulan untuk menangani The Azkals di Piala AFF 2018 dan Piala Asia 2019. Ia akan membawa anak asuhnya ke GBK pada laga terakhir fase grup Piala AFF.

Meski nama besar pelatih belum tentu menjamin hadirnya prestasi sebuah tim, kedatangan pelatih kaliber dunia seperti mereka tentu saja dapat berimbas positif bagi perkembangan sepak bola sebuah negara, terlebih di area berkembang seperti Asia Tenggara. Luis Milla pun dirasa sudah cukup diserap ilmunya oleh Bima Sakti…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here