Tidak Ada yang Perlu di Sesali

0
7
Source : https://unsplash.com/@noorulabdeen

Alkisah di suatu negeri yang jauh, hiduplah seorang pemuda miskin bernama Aora yang tinggal bersama dengan ibunya di sebuah rumah kecil. Ayahnya baru saja meninggal beberapa hari yang lalu sehingga ia beserta ibunya harus menerima kematian tersebut dengan lapang dada.

Karena Aora tergolong berasal dari keluarga yang sederhana, ia hanya mendapatkan warisan dari ayahnya berupa sedikit uang dan 7 buku. Sebelum meninggal, ayahnya pernah berpesan bahwa buku-buku tersebut adalah harta karun yang tidak ternilai harganya sehingga sang pemuda harus menjaganya dan belajar dari sana untuk melanjutkan hidup.

Selain itu, ayahnya juga memberikan harapan agar kelak Aora akan mengalami nasib yang jauh lebih baik di bandingkan dirinya sehingga bisa hidup berkecukupan dengan apa yang ada. Singkat cerita, anak muda itu pun menyimpan perkataan ayahnya dalam hati.

Meskipun sudah memperoleh nasihat dari ayahnya, sikap Aora yang tetap memperlihatkan bentuk kemalasan secara terangan-terangan di mana saja membuat dirinya menjadi bingung. Ia ingin mendapatkan uang lebih lagi namun tidak tahu harus berbuat apa. Akhirnya, karena merasa sudah mencapai jalan buntu, ia memutuskan untuk menawarkan buku-buku peninggalan ayahnya kepada seorang teman bernama Mak.

Mak tahu persis seperti apa keadaan Aora dengan ibunya. Dengan rasa iba, ia pun mempertanyakan keputusan Aora untuk menjual ketujuh bukunya lagi dengan sungguh-sungguh. Setelah Aora menjawab dirinya bahwa ia benar-benar ingin menjual ketujuh buku warisan tersebut, Mak memutuskan untuk membelinya dengan harga yang cukup tinggi.

Sesampainya di rumah, Mak membaca buku-buku itu dengan teliti. Dalam sekejap, Mak terdiam. Ia menyadari bahwa buku-buku pemberian Aora sungguh berharga karena semuanya mengajarkan bagaimana cara menjalani kehidupan dengan tepat. Baik dari segi ekonomi, pendidikan, keluarga, pertemanan maupun spiritualitas.

Setelah mempelajari ketujuh buku yang ia beli dari Aora, perlahan namun pasti, Mak mencoba untuk membangun sebuah toko yang menjual beragam aneka makanan dari seluruh dunia. Karena kerja kerasnya, Mak berhasil menjadi orang yang paling kaya di daerahnya dan membuka beberapa toko lagi di daerah lain.

Mendengar kesuksesan temannya, Aora menjadi heran. Ia pun bertanya dalam hati kenapa Mak bisa menjadi seperti itu. Alhasil, pada suatu hari Aora memberanikan diri untuk mengetuk pintu rumah Mak. Mak membuka pintu lalu menyalami Aora dan membuat secangkir teh melati untuknya.

Mereka bercakap-cakap mengenai hidup masing-masing. Aora berkata bahwa keadaannya masih tidak jauh dengan yang dahulu sementara Mak membalas bahwa kini, berkat ketujuh buku yang Aora jual sebelumnya, nasibnya menjadi jauh lebih baik karena ia belajar banyak hal baru dari sana.

Menyadari kesalahannya, raut wajah Aora berubah menjadi sedih. Penuh penyesalan karena ia tidak mendengarkan nasihat ayahnya. Mak mengetahuinya. Ia tersenyum lalu menepuk pundaknya dan mengatakan sesuatu yang membangkitkan semangat dalam diri Aora.

“Semuanya sudah berlalu. Tidak ada yang perlu kita sesali. Yang bisa kita lakukan sekarang hanyalah merubah diri dan menatap masa depan yang lebih baik.” ucap Mak dengan tulus.

Senyum Aora mengembang karena ia mendengar perkataan dari Mak. Sambil melangkah keluar lalu mengucapkan terima kasih kepada Mak karena sudah menyambut serta menyemangati dia dalam rumahnya, suatu tekad pun bangkit dari pikiran dan hati seorang Aora untuk berubah.

Ia tidak lagi bermalas-malasan seperti dahulu. Sebaliknya, ia memutuskan untuk bekerja sebagai kuli bangunan sebelum merintis usahanya sendiri di bidang konstruksi. Sama seperti Mak, Aora berjuang keras tanpa menyerah sekalipun dalam mendirikan bisnisnya sehingga beberapa tahun kemudian, ia terkenal sebagai salah satu orang paling berpengaruh di daerah tempat ia tinggal selain Mak.

Demikianlah kisah dari seorang anak muda bernama Aora yang mengajarkan kepada kita semua bahwa setiap orang harus rajin dan berani melakukan hal-hal yang baru. Baik itu belajar maupun membuka usaha. Sebagai manusia, kita tidak boleh mudah menyerah sehingga kesuksesan dapat datang dengan sendirinya.

Semoga cerita ini bermanfaat bagi kalian semua. Apabila ada orang lain yang ingin membaca kisah inspiratif, bagikanlah cerita ini kepada mereka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here