Si Joker Part 1 :Terror Awal Joker

0
144
kaskus.co.id

Hari pertama ini aku dan keluargaku akan datang ke pesantren, dimana aku akan menempuh pendidikan. Aku pun bersemangat ketika aku melihat suasana disana sangat rame, dimana mobil-mobil orang tua murid sudah di sediakan tempat dua lapang untuk parkir. Setelah itu aku pun membersihkan barang-barang yang akan aku taroh di pesantren. Pada saat itu aku berbaur dengan teman-teman baru sekamar aku. Aku pun mendapat kamar 304 lantai 3 di bagian kiri rayon atau menghadap rayon. Kami pun saling berbaur satu sama lain dengan teman sekamar kami. Di dalam kamar itu ada 10 orang, mereka adalah aku sendiri, almera sodara ku, adit, andre, risky, fajar, farid, sandy, hendri dan agung. Di situ posisi ranjang kami ada 5 ranjang dan bertingkat 2. Saat itu aku berpasangan dengan almera, adit berpasangan dengan fajar, andre dengan farid, risky berpasangan dengan agung dan hendri berpasangan dengan sandy.

Setelah itu malam pun tiba, tetapi kita yang sekamar masih mengobrol, ketawa-ketawa dan cerita-cerita pengalaman masing-masing sampe jam dua malam. Namun saat itu aku dan seisi kamar masih belum tahu kalo ada yang tidak beres di kamar aku dan di lantai 3 ini. Dan akhirnyan kita semua memutuskan segera tidur dan beristirahat karena takut besok capek, karena malam pertama, maka kita semua berniat untuk tidur di bawah lantai. Pada saat itu kakak kelas yang menjaga rayon sedang tidak ada. Saat itu posisi dari jendela ke tembok pojok kamar, almera, fajar, aku, adit, risky, agung, hendri, sandy, farid dan andre sudah siap tidur. Tapi akhirnya kita semua tetap melanjutkan obrolan kita dan tidak lama kita semua tertidur juga.

Tidak lama berselang terdengar suara gesraak sangat kencang di telingan aku dan aku pun terbangun. Saat itu sudah jam empat pagi dan yang aku liat hanya temanku adit saja yang belum tidur. Adit saat itu kayak kaget banget dan badannya pun berkeringat dingin. ketika itu aku bertanya kepada adit, ada apa dengan nya? Tapi adit diam dan tidak menjawab. Akhirnya aku pun tidak mengganggunya lagi dan aku pun terlelap lagi dalam tidur ku.

Tidak lama sodaraku almera membangunkanku dengan kencang. Saat itu jam sudah menunjukkan angka setengah lima, almera sodaraku terlihat panik wajahnya dan aku melihat teman-teman di kamar sudah duduk melingkar dan aku dengan sodaraku almera kaget melihat itu. Dan saat aku melihat ke kanan, teman ku adit masih dalam posisi yang sama kayak waktu aku bangun jam setengah empat. Aku pun langsung loncat dan bertanya pada adit kamu kenapa dit?

Tapi yang aku liat bedanya dari jam setengah empat tadi, disini adit yang aku liat lebih pucet, seluruh badan nya basah keringet kaya di guyur air dan matanya merah karena ngantuk. Setelah itu mereka memanggil ustadz. Ustadz pun membaca doa untuk adit dan tidak lama adit pun pingsan. Namun keesokan hari nya saat adit membuka mata dan menceritakan yang terjadi dengan salah satu mudabbir juga yang sedang mampir ke kamarku. Adit cerita saat malam ketika dia belum bisa tidur dan teman-temannya sudah tidur, adit melihat keluar jendela dan tidak lama sesuatu jalan kenceng banget lari kedepan, kemudian adit pun penasaran jadi adit tetep melihat makhluk itu. Tapi ternyata dia balik lagi dengan jalan mundur menghadap ke depan, meski dia menghadap ke depan adit yakin jika dia meliaht adit. Adit bercerita jika bentuknya putih semua kecuali rambutnya item dan yang paling membuat adit takut, bibir makhluk itu merah ga beraturan sampe ke telinga kayak sobek gitu.

Kita semua bengong dan keringetan. Tidak lama kita bertanya kepada mudabbir, mudabbir bercerita bahwa dia akan menjelaskannya akan tetapi bukan sekarang karena menurut mudabbir masih sangat dini untuk di jelaskan ke mereka semua. Saat itu kita bengong dan si kakak mudabbir itu pu keluar dengan santai ngomong, bahwa pesantren ini ada makhluk yang paling sering nongolin diri, salah satu nya dia, makhluk yang paling tua di pesantren ini dan dia pun tinggal di lantai 3. Dan makhluk itu kita sebut dengan joker.

Dan mudabbir mengatakan jika kita semua nanti akan bertemu dengan si joker ini karena dia berasal dari kamar kita dulunya. Setelah itu kami semua panik dan ada keinginan untuk pindah kamar karena rasa takut setelah mendengar cerita dari kakak mudabbir tadi. Dan tidak lama setelah kejadian itu ada dua warga kamar kita yang gugur, sehingga mereka pindah sekolah dan pindah ke pesantren lain. Dan aku rasa farid juga bertemu dengan si joker seperti adit dan dia pun pindah. itulah sepenggal kisah si joker dan cerita ini terinsipirasi dari kaskus dan untuk lanjutan cerita nya bersambung di part dua ya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here