Tanin, Kandungan Teh Yang Berbahaya Bagi Tubuh

3
467

Lucubux.com – Apakah anda merupakan penggemar teh? Di Indonesia sendiri Teh sangat digemari oleh semua orang baik anak-anak hingga orang dewasa. Di warung hingga rumah makan, teh selalu menjadi menu utama dalam kategori minuman. Bahkan teh bisa dikombinasikan dengan perasan lemon,susu, dan bahan-bahan lain. Pembuatan teh juga sangat praktis karena tinggal diseduh dengan air hangat. Teh bisa disajikan pada pagi hingga malam hari. Selain itu, teh juga mengandung zat –zat yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. The American Journal of Clinical Nutrition meneliti bahwa menurut mereka, kandungan zat katekin dalam teh dapat membantu peningkatan pengeluaran energi dari tubuh sehingga tubuh bisa menjadi lebih langsing. Selain itu, zat katekin memiliki kandungan antioksidan yang tinggi. Teh yang beredar di Indonesia sudah memiliki beragam jenis, diantaranya :

a. Green Tea (Teh hijau)

Teh hijau dibuat dari daun teh dengan cara dikukus. Untuk membuat teh hijau, daun teh segera dikeringkan dan dipanaskan untuk mencegah daun terfermentasi. Green tea terdiri dari senyawa seperti katekin, kafein, Theanine serta berbagai vitamin dan mineral.

b. Black Tea (Teh hitam)

Teh hitam menyumbang sekitar 75 % dari konsumsi teh global. Jenis teh ini dibuat dari daun tanaman camellia sinensis, yang digulung, difermentasi, kemudian dikeringkan dan dihancurkan.

c. White Tea (Teh Putih)

Teh putih adalah terbuat dari segala jenis teh teroksidasi. Ini adalah jenis teh yang paling ringan dari segi rasa, dan seperti terbuat dari daun teh pucuk muda. Teh putih memiliki sifat anti kanker yang paling ampuh.

Dari ketiga jenis teh tersebut, White Tea atau Teh putih merupakan jenis paling aman untuk dikonsumsi namun teh tersebut masih jarang ditemukan dipasaran. Yang paling sering dikonsumsi masyarakat adalah teh hitam dan teh hijau. Tetapi apakah teh benar-benar bermanfaat bagi tubuh kita? Ternyata tidak semua kandungan teh bisa bermanfaat di tubuh kita. Salah satu zat yang patut diperhatikan dalam teh adalah Tanin. Tanin merupakan zat polifenol dalam tumbuhan yang memiliki rasa pahit dan bisa menggumpalkan protein dan alkohol. Tanin berperan dalam pengurangan daya serap zat besi (Iron/Fe) di dalam tubuh. Peneliti di Amerika menyatakan minum teh dapat mengurangi daya serap sel darah terhadap zat besi sebanyak 64 % sehingga hal tersebut dapat meningkatan resiko anemia. Selain itu, tanin diketahui juga bisa berikatan dengan protein dan mineral sehingga protein dan mineral menjadi tidak dapat digunakan oleh tubuh.

Lalu berapa kandungan tanin dalam Teh hitam maupun Teh hijau? Teh hitam memiliki kandungan tanin yang lebih sedikit yaitu sekitar 8% hingga 18% tanin sedangkan pada teh hijau tanin memiliki kandungan lebih banyak yaitu sekitar 12% hingga 25% tanin. Namun, jangan khawatir, untuk meminimalisasi penyerapan tanin agar zat besi dapat diserap optimal oleh tubuh maka anda dapat melakukan tips-tips berikut ini :

1.Ketika minum teh sebaiknya tidak bersama dengan makan-makanan yang mengandung zat besi. Lebih baik teh dihidangkan dengan makanan ringan seperti kue atau cemilan lain.

2.Menurut Rohdiana (2014), penyeduhan teh sebaiknya dilakukan dengan suhu 60˚celcius hingga 100˚celcius. Jika diatas 100˚celcius senyawa aktif kimiawi yang terkandung dalam teh akan mengalami denaturasi atau kerusakan.

3.Memakai air yang berkualitas saat menyeduh teh, disarankan menggukan air dalam kemasan atau air yang sudah disterilkan.

Nah sudah tahukan kapan saat yang tepat saat minum teh? Ternyata teh bisa diminum setiap saat selama memperhatikan tips-tips dari website ini. Selamat minum teh,sampai jumpa di artikel selanjutnya!

3 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here