Suamiku Pinjam Uang Padaku untuk Menikah dengan Perempuan Lain

0
17

Aku pikir, duniaku udah berakhir. Ternyataa.. Enggak. Semuanya masih baik-baik aja. Tapi… aku pernah mengalami satu kejadian yang membuatku merasa kalau duniaku benar-benar runtuh.

Jadi ceritanya, dulu aku berpacaran dengan seseorang bernama Bob. kami pacaran dari tahun 2014. Bob itu orangnya secara fisik ganteng dan tinggi, kulitnya putih. Dari sisi yang lain dia pintar, bisa nyanyi, pekerja keras, dan sangat manis di mataku.

Kami berdua LDR. Tahu kan rasanya gimana kalau LDR? Yap, frekuensi kami untuk ketemu sangat jarang. Kami ketemu hanya setahun sekali saat aku mendapat cuti tahunan. Ngenes banget….

Beberapa tahun pacaran, hubungan kami makin baik. Kami pasangan LDR yang saling support, saling koreksi dan saling memperbaiki.

Nggak cuma kami berdua yang hubungannya makin manis, hubunganku dengan keluarga Bob juga sangat baik, meskipun kami masih LDR.

Tahun 2016 kami memutuskan untuk menikah siri. Karena waktu itu, untuk mengurus nikah secara resmi waktu cutiku cuma 2 minggu. Pernikahan kami cuma dihadiri oleh beberapa orang. Semuanya berjalan lancar. Walaupun nikah siri, aku bahagia banget. Dia juga. Kami berdua sama-sama bahagia.

Sisa cuti yang aku punya, aku manfaatkan untuk menghabiskan waktu dengan Bob di sebuah villa yang kami sewa.

Setelah itu.. Udah jelas kami LDR-an lagi, karena aku harus balik ke tempat kerja. Tapi, nggak apa-apa sih, toh komunikasi kami lancar-lancar aja. Hubunganku dan Bob berjalan tanpa hambatan.

Hari-hariku setelah nikah sama Bob bener-bener indah. Dia perhatian banget, sangat mengerti gimana caranya menghiburku waktu aku sedang capek. Bob hampir mendekati sosok pria yang sempurna dimataku. Aku nggak bisa berhenti bersyukur udah jadi istrinya.

Tapi… yang namanya sebuah hubungan pasti nggak ada yang selalu baik-baik aja. Pertengahan tahun 2019 usaha Bob bangkrut. Bob terpukul, tapi dia langsung bangkit. Demi menyambung hidup dan menunggu bisnisnya membaik, Bob kerja jadi driver ojek online.

Aku nggak mempermasalahkan hal itu. Kata Bob, aku adalah orang yang paling bisa mengerti keadaannya dan mau mendukung dia. Karena memang saat itu semua orang menyalahkan dia termasuk kedua orangtuanya.

Terus bulan Agustus, Bob menelponku. Dengan nada sedih dia bilang kalau dia butuh uang sebesar 20 juta. Dia bilang dia sangat butuh untuk menutup hutangnya yang sudah jatuh tempo dan sisanya untuk membangun usahanya lagi.

Selama pacaran sama aku, dia nggak pernah minjem uang sama sekali. Dia nggak pernah sekali pun ganggu keuanganku walaupun keadaannya sedang kepepet.

Aku nggak curiga dan nggak mikir macem-macem, jadi aku transfer uang itu ke rekeningnya.

Dan aku juga nggak pernah minta untuk dikembalikan. Karena aku memang tulus mau bantuin dia.

Setelah itu, hubungan kami membaik lagi, malah makin manis.

Lalu, semuanya berubah pada tanggal 14 Februari tahun 2020.

Saat itu aku iseng-iseng buka profil twitter dia. Disitu aku menemukan satu follower yang iseng-iseng aku klik profilnya.

Deg.

Wait! Jantungku berasa berhenti. Aku mengucek-ucek mataku, takut salah lihat.
Disana aku melihat foto Bob dan seorang perempuan yang dijadikan foto header.

Aku langsung screenshots dan langsung aku kirimkan pada Bob via whatsapp.

Bob langsung menelponku saat itu juga. Dia menjelaskan kalau itu adalah teman dari temannya.

Nggak masuk akal!

Sambil nahan marah, aku ngejar dia dengan berbagai pertanyaan.

Bob tetap dengan pendiriannya kalau itu adalah temannya dan hanya teman, nggak lebih.

Aku masih nggak percaya dan dengan jiwa stalker seorang perempuan. Aku cari nama perempuan itu di IG.
Tanganku gemetaran saking marahnya saat aku scroll timeline-nya.

Daaaaaannnn… aku menemukan foto pernikahan mereka berdua tertanggal 29 September. Seluruh tubuhku makin gemetar hebat. Aku hampir pingsan.

Aku langsung mengirimkan foto pada Bob.
Bob diam aja. Nggak membalas atau menelponku seperti kemaren.

Aku menelpon Bob dan dia mengangkatnya meskipun dia cuma diam, dan tanpa bisa aku cegah lagi aku sudah memaki-maki dia sekasar yang aku bisa. Aku lemas dan badanku gemetar hebat. Tapi mulutku nggak bisa aku rem, aku terus memaki-maki Bob.

Gimana bisa, orang yang sangat aku percaya dan sangat aku cintai ternyata malah jadi orang yang paling menyakiti.

Malamnya, Bob menangis minta maaf. Dia bilang kalau dia khilaf dan dia juga bilang kalau dia akan pisah sama perempuan itu.

Gila apa! Mana mungkin aku percaya omongan dia!

Besoknya aku beranikan diri buat DM perempuan itu. Beberapa menit kemudian, ada telpon masuk. Sebuah telpon group dari dua nomer yang nggak aku kenal.

Aku angkat.

Ternyata… itu mereka.
Ya Allah… ternyata selama ini Bob punya 2 nomer. Dan nomer yang sekarang dia pakai khusus dirinya dengan foto profil mesra mereka berdua.

Perempuan itu menanyakan hubungan kami. Aku jelaskan semuanya. Ternyata dia nggak tahu sama sekali kalau Bob udah punya aku sebelum kenal dengannya. Mereka kenal awal tahun 2019.

Ya Allah, kenapa selama ini aku begok banget! Sampai nggak tahu semua ini.

Bob lebih banyak diam. Tapi pas dia ngomong, rasanya aku kayak diinjak-injak di depan perempuan itu.

Bob bilang “Aku nggak tahan sama kamu yang posesif. Aku nggak sayang kamu. Aku pilih dia karena dia lebih ngerti aku.”

Hah! Apa-apaan ini Bob. maksudmu apa?
Bukannya semalem kamu nangis-nangis minta maaf dan janji akan meninggalkan perempuan itu. Aku udah muak, kau tutup telpon itu. Tapi sebelum kututup sambil nahan tangis aku bilang ke Bob “Balikin duitku. Seumur hidupku aku nggak akan pernah ikhlas!”

Habis itu aku nangis sejadi-jadinya.

Jadi selama ini apa? Apa aku cuma berimajinasi sendiri kalau Bob sayang sama aku? 5 menit setelah percakapan itu, Bob udah nggak bisa dihubungi lagi. Dia nge-blokir aku.

Lalu akhirnya aku dan perempuan itu telponan sama perempuan itu via WA. Kami membahas Bob yang ternyata sejahat itu. Dia shock dan aku juga nggak menyalahkan dia.

Ternyata pernikahan mereka juga nggak diketahui pihak keluarga Bob.

Kata perempuan itu, Bob selalu beralasan saat diminta untuk dikenalkan ke keluarganya.

Tapi, kayaknya perempuan itu udah cinta mati sama Bob sampai nggak rela untuk melepaskannya.

Huh, ambil aja sana.

Tapi, yaudah lah, semuanya udah berlalu dan udah terjadi. Semuanya udah berakhir.

Bob juga udah menceraikan aku via Wa istri barunya. Bob mengganti nomernya tanpa aku tahu nomer barunya dan dia juga menonaktifkan semua akun media sosialnya.

Uang yang dulu dia bilang pinjam untuk bayar hutang ternyata buat biaya nikah mereka.

Ironis banget.

Bayangan indah akan menjalani hidup berdua dengan Bob setelah selesai kontrak, hancur sudah. Karena ternyata dia udah merencanakan dengan orang lain.

Aku kira hidupku sudah berakhir dan hancur. Tapi ternyata enggak. Sekarang aku masih bisa bahagia tanpa Bob. duniaku masih penuh warna tanpa Bob. aku percaya kalau aku masih punya harapan walaupun sudah dihancurkan.

Doa dan harapanku cuma supaya aku tetap kuat untuk menceritakan pada keluargaku. Keluarga mertua biar jadi bagian Bob sendiri untuk menjelaskan. Sampai sekarang belum ada yang tahu. Aku terlalu malu.

Terima kasih sudah mendengarkan ceritaku. Aku lega. Semoga kamu yang dikecewakan begitu dalam, juga masih menyimpan banyak harapan yang lebih besar lagi untuk tetap bangkit.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here