Siapa Yang Mengelola Air Zamzam Dari Dulu Hingga Sekarang?

0
6

Air zamzam, siapa yang tidak tahu air zamzam? Air yang dianggap sebagai air suci bagi umat islam ini sarat akan sejarah. Sejarah air zamzam sendiri sangat populer di kalangan umat muslim dunia.

Kisah munculnya air yang berasal dari sumur zamzam yang terletak di kawasan Masjidil Haram, di sebelah tenggara Kabah ini sangat menyentuh.

Dikisahkan, Siti Hajar, istri kedua Nabi Ibrahim AS, dan anaknya yang saat itu masih kecil, Nabi Ismail AS, sedang dilanda kehausan di Mekkah, yang saat itu masih berupa gurun tandus.

Siti Hajar, seorang wanita tangguh, beliau berlari sebanyak 7 kali antara bukit safa dan marwa untuk mencari air demi anaknya. Setelah itu, Allah SWT mengutus malaikat Jibril untuk memunculkan air suci di tengah padang pasir.

Hal yang mengejutkan, air itu mengalir tepat di tempat Nabi Ismail AS menghentakkan kaki sambil menangis. Melihat air mengalir, Siti Hajar mengepung daerah mata air itu dengan batu dan menamainya ‘zamzam’ yang artinya melimpah ruah.

Hingga sekarang, air dari sumur zam-zam tidak pernah mengering.

Tapi, pernah nggak sih, kalian bertanya-tanya siapa yang mengelola air zamzam dari jaman dulu sampai sekarang?

Saat para jamaah haji dan umroh mengunjungi Arab Saudi, mereka akan disambut oleh para pemuda Mekkah yang membagikan air zamzam secara gratis.

Tahukah kamu, jika pendistribusian air zamzam ini sebenarnya sudah berlangsung sejak 1400 tahun silam?

Kakek Nabi Muhammad SAW, Abdul Mutholib adalah orang yang bertugas mendistribusikan air zamzam. Lalu, setelah Mekkah ditaklukan, Rasulullah SAW memberikan tugas membagikan air zamzam pada pamannya, yaitu Abbas bin Abdul Muthalib. Lalu, tugas itu diteruskan pada keluarga Al-Zubayr.

Semakin tahun, jamaah haji dari seluruh penjuru dunia semakin banyak. Karena itu, maka keluarga lain diizinkan untuk mengelola pendistribusian air zamzam.

Ternyata, mendistribusikan air zamzam bukan perkara gampang lho. Jutaan umat muslim yang datang ke Mekkah setiap tahunnya membuat pihak keluarga yang mengelola kualahan. Dan pada akhirnya, tugas membagikan air zamzam diserahkan pada lembaga yang sudah kompeten, agar operasional penyediaan air zamzam untuk para jamaah haji lebih mudah.

Pengelola Zamazemah United Office bernama Abdul Hadi Abdul Jalil Zamzami,, mengungkapkan bahwa sebelum adanya lemari es dan tong minuman, keluarga Zamazima adalah keluarga yang bertugas membagikan air zam-zam. Dan merupakan keluarga pertama yang memindahkan air zamzam ke dalam penampungan air dan mengemasnya dengan menambahkan air dengan aroma damar wangi.

Abdul Hadi juga mengatakan jika masing-masing keluarga Zamazima memiliki tempat untuk menempatkan gerabah dan wadah tembaga berisi air zamzam untuk dibagikan kepada jamaah. Kira-kira ada 120 keluarga Zamazima yang meneruskan warisan tersebut.

Lalu, keluarga zamazima akan memakai pakaian adat dan membagikan air zamzam kepada para jamaah haji dan umroh dalam pot tembaga.

Selain itu, Zamazemah United juga menggunakan beberapa kendaraan untuk mengangkut air zamzam ke hotel para jamaah haji, via 10 cabangnya. Dan mendedikasikan dua cabang untuk membagikan air zamzam di pintu masuk Jeddah dan Madinah, untuk menyambut para jamaah.

Hingga tahun 1982, tradisi ini terus berlangsung.

Setelahnya, pemerintah raja arab saudi mengeluarkan perintah yang isinya adalah pembagian air zamzam untuk jamaah haji dan umroh di masjidil haram dan masjid nabawi diserahkan pada raja yang sedang berkuasa.

Meski begitu, pemerintah arab saudi tetap mengirimkan bantuan finansial dan teknis pada Zamazemah United Office, agar pendistribusian air zamzam ke setiap jamaah di tempat lain berjalan lancar.

Nah, itulah sekelumit kisah pendek tentang siapa yang mengelola air zamzam dari dulu sampai sekarang. Semoga bermanfaat!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here