Si Joker Part 23 : Pulangan Dan Rencana Ustadz Umar

0
96
kaskus.co.id

Melanjutkan kisah sebelumnya, dimana aku di ancam joker karena tidak boleh ikut campur urusannya. Aku pun kaget saat agam bercerita dirinya di ancam oleh si joker. Akhirnya aku pun bertanya bagaimana nasib si adit. Dan setelahnya aku susul dia ke lantai 5, aku liat di sana pun masih seperti biasa, si adit pun ngeliatin pemandangan malam. Dan aku kira si adit menunggu demit paskibraka keluar. Dan saat aku datang, dia langsung ngajak aku ke rayon.

Ketika itu di hari libur kita rayon beres-beres untuk naik rayon ke lantai 3, kita pun gotong-royong bersama-sama. Jika di pesantren hubungan kebersamaan kita sudah benar-benar di eratkan, hal ini di karenakan waktu itu kita semua ngangkat lemari ke atas bersama-sama. Dan ketika ada anak-anak lain masuk kamar aku, mereka semua pun membantu kita semua dan aku bersyukur sekali bisa masuk pesantren ini. Dan setelah kita semua selesai beres-beres dan pindah rayon, kamar kita tidak berbeda jauh seperti di bawah dan semua anggota kamar nya masih sama kecuali beberapa kamar yang di acak karena ada santri baru dan santri pindahan. Teman ku pun si andre yang dulu di pindahkan ke pesantren cabang pun balik lagi ke sini. Temanku si andre sekarang ini sekamar dengan si adit dan kita pun meminta bantuan dia dan semua nya mengenai adit sudah kita ceritakan.

Ketika seminggu berlalu setelah kita pindah rayon ke lantai 3 tidak ada kejadian yang menyeramkan atau keanehan yang adit lakukan, bahkan ustadz umar pun kayaknya sudah melupakan nya. Seminggu pun berlalu akhirnya saat nya pulang ke tempat masing-masing tiba. Kita semua di jemput oleh anggota keluarga masing-masing kecuali yang rumahnya di luar pulau seperti adit, dia pulang sendiri karena kampungnya sangat jauh. Disitu sebelum temen-temen ku pulang, aku, andre, agam sempet di panggil ustadz umar ke rayon ustadz, kita sempet di tanya-tanya mengenai tingkah laku adit satu minggu ini. Ustadz pun bertanya apakah kita melihat tingkah laku adit yang aneh. Kita pun memberitahukan kepada ustadz bahwa keadaan saat ini masih aman dan terkendali.

Saat itu wajah ustadz umar terlihat serius, ustadz pun sudah ada planning untuk menindak tegas apa yang terjadi sama si adit. Ustadz pun bilang bahwa tidak mungkin makhluk halus yang ngehantui adit ini bakal ikut ke palu bareng adit, jadi pada saat kalian pulang ustadz umar akan mengusahakan bareng ustadz-ustadz lain untuk mencari habis-habisan tempat sembunyi nya makhluk tersebut. Saat itu kita semua diem, karena ternyata apa yang kita lakukan selama ini ternyata sia-sia saja kalo jadi nya tetep seperti ini. Akhirnya kami semua menyerahkannya kepada ustadz umar.

Setelah itu aku pun pulang ke kampung halaman aku, namun hanya 1 semester saja aku berada di pesantren ini, aku berharap semoga waktu itu cukup untuk menghilangkan makhluk yang ngegangguin adit dari kelas 1 ini. Kampung halaman merupakan tempat yang paling nyaman di hidup ku, karena setiap aku pulang , aku melupakan apapun yang terjadi dan aku alami di pesantren selama ini, karena kejadia-kejadian yang sudah aku alami selama ini sangat lah berat. Apalagi aku menempuh pendidikan dan ingin lulus dengan lancar. Memang tidak mudah dalam melalui semua itu, akan tetapi keyakinan iman itu sangat di butuhkan. Dan pada dasarnya setiap tempat pasti mempunyai aura mistis, salah satu hal yang bisa aku pelajari selama aku tinggal di pesantren karena dengan semua kejadian itu aku menjadi semakin teguh dalam iman ku.

Dan ketika di kampung halaman aku coba untuk santaikan fikiran, tubuh, mental di kampung halaman aku ini. Saat aku di rumah memang aku melupakan semua masalah pesantren, akan tetapi semua yang aku pelajari dan aku pahami di pesantren tidak pernah aku lupa seperti kebersamaan, kemandirian dan agama. Hal itu semua yang merubah kehidupan aku menjadi lebih baik lagi. Ketika aku di pesnatren, entah kenapa setiap selesai solat shubuh, ashar, magrib pasti saja aku selalu ikuti dengan mengaji seperti saat aku sedang berada di pesantren bersama teman-teman ku. Waktu pun semakin mendekati masuk atau kembali ke pesantren, dimana aku menempuh pendidikan.

Sebelum aku kembali ke pesantren aku selalu sempatkan untuk meminta doa dan restu pada orang tua ku karena aku selalu yakin dengan doa dan restu orang tua segala urusan kita pasti akan di mudahkan dan di lancarkan hingga nanti aku lulus dari sana. Akhirnya waktu kembali ke pesantren pun tiba dan suasana nya pun sama seperti pada awal aku masuk. Nah, kisah akhir cerita nya kita lanjut kan di part terakhir ya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here