Si Joker Part 14 : Nginep Di Aula, Urban Legend Asrama Putri

0
95
kaskus.co.id

Oke guys kita skip dulu masalah si joker dan si kaki panjang. Sekarang ini aku mau certain demit-demit dan makhluk-makhluk yang ada di asrama cowok tepatnya balad dan umba. Dan kali ini aku juga mau certain pengalaman saat aku nginep di aula, jadi aula ini masuknya ke wilayah putri. Lumayan bisa cuci mata setelah melihat berbagai macam demit. Pada saat itu aku menginap di aula karena sedang mempersiapkan acara akbar. Ini merupakan acara yang besar dan lightning nya juga kaya mau ada artis datang saja. Aku sendiri lupa nama acaranya tapi yang jelas ini di selenggarakan sama bagian kesenian dan osis.

Harusnya kita para santri dilarang nginep di aula dan hanya beberapa saja yang boleh nginep di aula itu pun osis yang harus dapat izin dariustadz. Akan tetapi setelah telpon-telponan sama salah satu temen aku di osis akhirnya aku bisa nginep di aula meski tanpa seizing ustadz dan aku pun sembunyi-sembunyi. Satu-satunya yang nginep di aula yang masih kelas 2 MA itu Cuma aku saja. Nah, sekitar jam 12 an beberapa dari kelas 3 osis pada balik ke asramanya buat istirahat dulu. Di aula tersisa 6 orang termasuk aku, kita juga berhenti gawe soalnya sudah cape, namun setelah kita ngmapar karpet empuk di pojokan aula kami semua pun siap untuk tidur.

Tapi sebelum aku tidur, aku liat ada 2 osis yang belum tidur lagi main kartu remi. Karena melihat nya aku jadi ingin ikutan, akan tetapi aku takut capek besoknya akhirnya ku pun tertidur lelap. Dan tetap ketika aku mau di bangunin 2 senior aku yang tadi malem lagi main remi, mereka malah tidak bangun-bangun. Aku pun lapor ke senior di situ dan aku bilang jika mereka tidak mau bangun-bangun. Setelah di coba untuk membangunkan mereka bersama kakak senior, akan tetapi mereka tetep tidak mau bangun. Lalu kita bawa mereka ke kantor bagian kesehatan lalu kita tinggal sebentar untuk solat. Setelah mereka bangun, akhirnya mereka cerita ke kita jika mereka tadi malem saat main remi di datengin sama santri putrid make mukenah, awalnya kita kira dia abis solat dan terus dia tanya ke kita ada yang liat temen saya ga? lalu kita jawab tidak soalnya dari tadi tidak ada santri putrid yang lewat, kemudian dia bilang jika teman nya baru saja datang sambil nunjuk-nunjuk belakang kita. Tapi pas kita ngengok ke belakang ada manusia tapi kepalanya kambing lagi joget-joget gitu, dan setelah itu dia pingsan nunjuk temen nya yang main remi bareng dia. Di situ lah aku teriak-teriak tapi kalian tidak ada yang bangun, pas si manusia kepala kambing yang joget-joget itu ngomong besok jangan ke sini lagi ya, akhirnya aku pusing dang a sadar lagi. Seketika di situ aku langsung merinding, jangan-jangan itu makhluk macem joker dan si kaki panjang di asrama putri. Saat itu juga aku mulai yakin dari kata-kata yang di beritahukan si ustadz, dimana aku dan kakak kelas aku bahwa tiap asrama di pesantren ini ada yang jaga, akan tetapi untungnya aku tidak pernah ketemu yang lain kecuali si joker dan si kaki panjang pada saat itu. Dan karena ternyata informasi yang di berikan sang ustadz itu benar, aku menjadi semakin lebih hati-hati dalam menjaga pola sikap dan tingkah laku karena menurut pendapat ku demit-demit itu ada yang sebagian besar di sengaja oleh para kyai di letakkan di pesantren. Hal ini di karenakan para ustadz ingin memberikan lulusan santri yang benar-benar paham ayat-ayat Allah dan bukan sekedar belajar tapi memang memahami arti dan makna nya.

Adapun kenapa banyak pesantren yang sengaja di berikan jin sebagai penguji mental. Menurut ustadz berdasarkan pengalaman yang ada, setelah para santri lulus dari sini sering kali bukan jaminan menjadi baik tapi malah menjadi anak yang tidak bisa di atur. Maka dari itu demi menjaga hal tersebut sekarang ini memang para kyai sudah berdiskusi untuk sependapat melakukan hal ini. Namun menurut mudabbir hal ini memang di rahasiakan dari para santri terutama santri-santri baru.

Meski perasaan ku campur aduk ketika mendengar itu semua, aku yakin jika aku selalu mendekatkan diri dengan Allah mereka tidak akan berani mengganggu kami. Nah, balik lagi ke demit-demit yang ada di pesantren kita, meski itu demit yang sengaja di taro oleh para kyai, namun demit-demit itu sangat senang sekali mengganggu para santri yang ketakutan seperti si joker dan si kaki panjang. Maka dari itu ikuti terus kelanjutan cerita nya di part berikutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here