Si Anjing Dan Bayangannya

0
28

Pada suatu hari, hiduplah seekor anjing seekor anjing yang lucu sekaligus bodoh. Saat sedang bermain di sebuah lapangan sepakbola, si anjing itu mendapatkan sepotong tulang dari seseorang. Ia sangat senang karena mendapatkan makanan gratis tanpa perlu mencarinya susah payah.

“Asyikk,, hari ini dapat makan enak”, ucap anjing setelah mendapatkan tulang.

Saking bahagianya ia kemudian berlari-lari pulang ke rumahnya secepat mungkin dengan senang hati. Tulang itu masih tetap digenggam di mulutnya, karena ingin menikmatinya dengan santai di rumah.

“Aku harus memakannya di rumah, pasti tulang ini sangat lezat”, ujar anjing dalam hati.

Namun ketika ia melewati sebuah sungai kecil, ia melihat ada seekor anjing sedang menggigit tulang yang lebih besar. Ia meradang karena menginginkan tulang itu dan kemudian ia menggonggong untuk meminta tulang yang menurutnya pasti lebih nikmat.

Tentu saja kalau ia menggonggong, tulang yang di mulutnya itu jatuh ke dalam sungai. Anjing itu marah dan melompat ke dalam sungai karena mengira anjing yang di dalam sungai itu sedang memperolok dan merebut tulangnya.

“Siapa kamu?, jangan rebut tulang itu dariku”, ujar anjing.

Tentunya kalau saja anjing itu mau berfikir dan tidak serakah, ia pasti mengerti bahwa anjing yang ada di dalam sungai itu adalah bayangannya sendiri. Tetapi anjing itu tidak berpikir apa-apa dan malah menjatuhkan tulang yang dibawanya itu dan kemudian ia langsung melompat ke dalam sungai.

Anjing serakah tersebut berjuang dengan susah payah untuk bisa kembali ke darat, ia berenang semaksimal mungkin menuju ke tepi sungai. Saat ia tiba dengan selamat di tepi sungai, ia hanya bisa berdiri termenung dan sedih karena tulang yang di bawanya malah hilang di dalam sungai. Akhirnya Anjing itu menyesali apa yang terjadi dan menyadari betapa bodoh dirinya.

“Aduuuhh,, tulangnya hilang,,aku menyesal.. betapa bodohnya aku”, ujar anjing.

Lalu si Anjing pun kembali ke rumahnya tanpa membawa satu tulang pun, hingga ia akhirnya kelaparan di hari itu karena tidak makan dan menyia-nyiakan kesempatan yang ada.

Hikmah dari cerita ini adalah janganlah serakah, kita harus mensyukuri nikmat yang telah diberikan, entah itu kecil atau besar, banyak atau sedikit, kita wajib mensyukurinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here