Serigala yang Tamak

0
179
Source : https://unsplash.com/@mlarosa97

Pada zaman dahulu kala, Tuhan mengizinkan semua binatang untuk berdiam di tempat kesukaan mereka. Mulai dari padang rumput, hutan liar hingga sampai kepada perairan. Selain mengizinkan mereka untuk menetap di tempat yang sesuai, Tuhan juga memberikan kemampuan kepada binatang supaya mereka bisa berkata-kata satu sama lain. Wah! Indah sekali, bukan?

Namun demikian, di tengah-tengah kebesaran Tuhan yang sibuk memberkati ciptaannya, hiduplah seekor serigala di sebuah hutan yang sedang mengawasi seekor kuda jantan yang bertubuh tinggi dan besar. Kuda tersebut tengah asyik menikmati rumput yang sudah tumbuh dan tersedia baginya.

Karena ia sudah merasa begitu lapar dan terbuai untuk segera memakan kuda jantan di hadapannya, serigala yang licik ini segera menyusun sebuah rencana. Dalam pikirannya, ia pun memutuskan untuk berpura-pura menjadi dokter yang ingin menyembuhkan penyakit pasiennya.

Setelah serigala tamak bersiap-siap, ia menghampiri sang kuda yang masih menikmati makanannya lalu tersenyum. Ia menyapa kuda tersebut dengan kata-kata yang begitu ramah dan mempertanyakan kondisi tubuhnya yang menurut pandangannya terlihat kurang sehat.

Kuda jantan pun heran melihat seekor serigala yang kini berpakaian layaknya seorang dokter dan menyapanya dengan kata-kata halus. Sambil menatap serigala dan mempertahankan kecurigaannya, kuda jantan membalas pertanyaan serigala dengan menjawab bahwa dirinya memang sedang tidak enak badan oleh karena aktivitas yang sering di jalaninya.

Menyadari bahwa ia sedang di curigai oleh kuda jantan, dengan cepat serigala berkata kepada kuda bahwa ia ingin memeriksa tubuh serta menyembuhkan penyakitnya karena memang itulah tugasnya sebagai dokter di hutan. Kuda jantan mengangguk. Dalam hatinya ia sudah tahu bahwa serigala jahat ini ingin sekali menyantap dagingnya.

“Dasar serigala bodoh! Lihat saja! Akan ku kerjai kau!” bisiknya dalam hati.

Kuda jantan menyetujui permintaan sang serigala yang ingin memeriksa kondisi tubuhnya. Selain mengawasi gerak-gerik serigala, ia juga berpura-pura memuji niat serta kegagahan serigala saat memakai pakaian dokter. Mendengar semua pujian dari si kuda, serigala pun menyeringai dengan bangga. Ia berkata sekali lagi kepada kuda jantan bahwa ia akan memeriksa serta mengobatinya agar kondisinya membaik.

Berkat tindakan cerdiknya tersebut, sang kuda jantan mendapati lebih lanjut sifat asli dari serigala yaitu serakah. Ia tersenyum lalu kembali berbicara kepada serigala. Ia berkata bahwa kaki sebelah kirinya sering merasa ngilu. Setelah itu, ia pun bertanya apabila serigala bisa membantunya untuk meredakan rasa sakitnya atau tidak.

Kesempatan yang meluncur dari perkataan kuda jantan itu tidak ingin di sia-siakan oleh si serigala tamak. Ia mengangguk dengan cepat lalu membayangkan dirinya yang sudah menggigit paha sang kuda dari belakang lalu merasakan rasa daging yang empuk dan enak. Akhirnya, kuda jantan pun membelakangi dirinya. Bersiap untuk di periksa oleh dokter palsu yang malang.

Ketika baru saja serigala menundukkan kepalanya, secara mendadak kaki kuda jantan yang di kiranya lemah tersebut melayang lalu menghantam tubuh serigala dengan keras. Karena hantaman dari sang kuda begitu keras, tubuh serigala jahat itu pun terpental ke belakang sehingga membuat dirinya pingsan.

Melihat tubuh serigala yang sudah terlempar jauh dan terkapar, kuda jantan tertawa sejenak lalu kembali menikmati acara memakan rumput yang sempat tertunda gara-gara ulah seekor binatang buas yang baru saja di kerjainya.

Sejak kejadian itu, serigala yang tamak tersebut tidak berani lagi mendekati apalagi berurusan dengan kuda jantan yang badannya besar seperti yang pernah ia jumpai sebelumnya. Kini, ia hanya mau memangsa binatang yang ukuran tubuhnya sepadan dengan dirinya.

Kesimpulan

Dari cerita berikut, mungkin ada di antara kita yang masih menyimpan keserakahan. Baik terhadap makanan, minuman, maupun uang. Oleh sebab itu, cerita dongeng asal Yunani ini dapat membuat kita memetik pelajaran bahwa setiap orang tidak boleh menyimpan keserakahan lalu membohongi pihak-pihak lain untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.

 

Itulah cerita singkat mengenai seekor serigala buas yang tamak dengan mangsanya. Rekomendasikanlah cerita ini apabila ada yang membutuhkan. Semoga bermanfaat bagi kita semua!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here