Sang Angsa Liar

0
24
blogspot.com

Di sebuah negeri hiduplah seorang raja dengan sebelas putra dan satu puteri. Setiap hari semua pengawalnya mengantar sebelas pangeran muda tampan ke sekolah mereka. Para pengawal tidak pernah merasakan bosan dan cape pada saat melakukan tugasnya. Mereka gemas pada tingkah laku para pangeran. Kesebelas pangeran muda itu berangkat sekolah dengan lecana kerajaan di dada dan pedang di samping kirinya. Mereka menulis dengan pensil berlian dan mereka cepat menangkap pelajaran. Sang puteri kecil eliza sengan membuka dan memperhatikan gambar-gambar di buku gambar. Tawa ceria selalu menghiasi istana. Mereka hidup bahagia di istana bersama ayah mereka. Dan sampai suatu ketika sang raja berniat untuk menikah dengan seorang wanita cantik.

Raja sungguh tidak menyangka jika wanita yang dinikahinnya merupakan penyihir jahat. Pernikahan berlangsung begitu meriah. Dan segala tipu daya wanita itu mengirim eliza ke hutan rimba dan membiarkannya di makan binatang buas. Dia merupakan penyihir para pangeran muda menjadi burung-burung. Ratu pun menyuruhnya pergi dan mengurus dirinya sendiri. Dan dia meminta agar dia terbang seperti burung besar yang tidak memiliki suara. Namun hal itu sedikit meleset dari apa yang di harapkan ratu jahat ini dimana para pangeran berubah menjadi sebelas angsa yang indah. Dan putri eliza di temukan oleh sepasang suami istri petani yang kemudian merawatnya dengan penuh kasih sayang. Sebelas angsa terbang melalui jendela istana, bersamaan melewati taman, kota, hutan dan terkadang melambung ke atas awan.

Di suatu pagi sebelas angsa itu melewati pondok petani, dimana putri eliza berbaring tidur di kamarnya. Mereka melayang di atas atap dengan memutar leher panjang dan mengepakkan sayap mereka. Sehingga mereka akhirnya kembali terbang jauh tinggi di awan dan seluruh dunia luas. Kasihan sekali eliza kecil bermain sendirian di kamarnya dimana dia memainkan daun hijau karena tidak ada mainan lagi. Eliza sering melihat ke arah matahari seolah-olah dia melihat dengan jelas saudara-saudara nya dan saat matahari bersinar hangat di pipinya dia memikirkan semua ciuman mereka. Dan ketika wanita tua bertanya siapa yang paling cantik pada mawar maka mawar pun menjawab eliza. Pada usia lima belas eliza kembali ke istana dan ketika ratu melihat betapa cantiknya dia, dia menjadi penuh dengki dan kebencian pada diri nya. Ratu ingin menyihir eliza menjadi angsa seperti saudar-saudaranya namun dia tidak bisa melakukannya lagi karena raja ingin melihat putrinya.

Satu pagi ratu masuk ke kamar mandinya yang indah terbuat dari marmer dan di hiasi permadani dan dia mengambil tiga ekor kodok dan berkata kepada salah satu jika eliza datang ke kamar mandi, duduki kepalanya supaya dia menjadi sebodoh kalian. Lalu dia berkata kepada yang lain dan tempelkan dirimu di dahinya supaya dia menjadi buruk seperti kamu. Agar ayahnya tidak bisa mengenalinya. Dan ia bicara lagi pada kodok lainnya istirahatlah di hatinya agar dia memiliki kecenderungan jahat dan menderita akibatnya. Eliza masuk ke kamar mandi melepaskan pakaiannya dan masuk kedalam bak mandi, kemudian eliza tidak menyadari ketika seekor kodok duduk di rambutnya. Kodok kedua menempel di dahinya dan kodok ketiga menempel di dadanya. Ketika dia bangkit keluar dari air, ada tiga kuntum bunga poppy merah mengambang di atas air. Bukankah makhluk yang telah di cium penyihir akan berubah menjadi mawar merah, dimana ratu jahat melihat eliza dan dia mengusap wajah gadis itu dengan jus kenari sehingga berwarna coklat. Kemudian rambutnya di buat kusut dan di olesi dengan salep menjijikan maka elisa yang cantik berubah menjadi buruk rupa.

Pada saat ayahnya melihat dia, dia pun sangat kaget dan menyatakan dia bukan putrinya. Tidak seorang pun mengenalnya kecuali seekor anjing. Eliza menangis dan ingat pada sebelas saudaranya yang pergi entah kemana. Dengan hati hancur dan perasaan yang sedih dia berjalan menjauhi istana dan setelah seharian berjalan sampailah dia ke sebuah hutan. Gadis malang itu tidak tau kemana harus pergi. Dia pun merindukan sodara-sodaranya dan betekad untuk mencari mereka. Malam telah tiba dan dia pun kelelahan dan berbaring di rumput yang lembut. Malam hari dia mendengar kepak sayap-sayap dan dia menangis gembira bertemu dengan saudar-saudaranya. Dia berfikir ini mungkin jadi malam teakhir dia hidup. Lalu tiba lah uskup untuk menemaninya selam jam terakhir seperti telah di janjikan raja. Tapi dia menggeleng dan memohon supaya di biarkan seorang diri karena dia ingin menyelesaikan pekerjaannya. Semua usaha dan kerja kerasnya akan sia-sia. Uskup pun pergi sambil memberikan perkataan yang menyakitkan.

Ketika hari masih gelap sebelas orang pangeran berdiri di pintu gerbang istana dan mereka memaksa ingin masuk dan bertemu raja. Tiba-tiba raja datang untuk melihat kebisingan dimana sebelas besaudara berubah menjadi angsa liar dan terbang ke atas benteng. Akhirnya penyihir itu di di tarik dengan gerobak dan raja pun baru tau jika istri nya itu merupakan penyihir yang telah merubah anak gadis nya menjadi buruk rupa. Akhirnya sang penyihir pun kalah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here