Rasa Bersalahku Saat Selingkuh Sama Suami Orang

0
27

Hari ini aku mau ngebuka aib sendiri sih. Yah, kalian bisa panggil aku Anon. aku nyimpan aib ini udah lama banget, tapi hari ini aku pengin melapangkan beban yang udah jadi ganjalan selama ini.

Ini pertama kalinya aku curhat. Dari pihak keluargaku nggak ada yang tahu masalah ini, tapi beberapa temanku ada yang tahu.

Jadi gini, kejadian ini udah berlalu 8 tahun yang lalu. Waktu itu aku masih mahasiswi. Aku berkenalan dengan seorang pria yang umurnya 8 tahun lebih tua dari aku.

Kami kenalan di FB. Sebut aja dia Mas Ben. Awalnya dia sering banget komen dan like semua status-statusku. Di saat yang sama, aku sedang galau-galaunya mau putus sama pacar.

Terus, aku pasang status galau-galau. Lalu, dia iseng inbox aku, mungkin dia kepo sama semua status-statusku. Awalnya aku biasa aja nanggepinnya, karena enggak kenal. Tapi dia itu inbox terus dan dia itu orangnya asyik, akhirnya aku nyerah. Aku balesin semua inbox dari dia dan akhirnya dia jadi tempat curhat.

Waktu itu aku nganggep dia cuma sebatas teman medsos dan buatku dia itu udah kayak kakak nemu gede. Aku tahu dia udah punya istri dan punya anak 3.

Dengan status dia yang suami orang, aku paham dan tahu batasan. Dan emang aku nggak ada perasaan apa-apa sama dia, cuma sekedar temenan, karena dia itu emang asyik banget buat diajak curhat.

Sampai akhirnya aku putus sama pacar, Mas Ben tahu itu dan dia jadi orang pertama yang support aku. Karena emang dia kasihan sama aku yang menjalani hubungan toxic sama mantan pacar.

Setelah putus, tinkat kegalauanku makin parah, mungkin karena aku masih cinta. Hubunganku sama Mas ben makin intens. Yang awalnya cuma sekadar saling berkirim via inbox FB jadi berpindah BBM, kami juga udah tukeran nomor HP.

Jadi habis putus, aku sama Mas Ben sering telponan. Aku sering curhat sama dia. Beberapa bulan kemudian karena keseringan telpon-telponan dan BBm-an, aku jadi lupa sama mantan pacar.

Lalu…. Suatu malam, sekitar jam 8, dia nelpon aku. Tau nggak apa yang dia omongin? Dia menyatakan perasaannya padaku. Iya, dia nembak aku. Aku shock banget, kok bisa? Tapi di satu sisi aku seneng banget karena selama komunikasi sama dia aku emang nyaman banget sama dia. Hampir tiap hari kami chattingan.

Selepas dia ngungkapin perasaannya aku nggak langsung jawab. Tapi, keesokan harinya aku dan dia ketemuan. Aku tahu ini salah, tapi aku nggak bisa menekan egoku.

Dan yaaaah, aku nerima dia. Aku jadian sama suami orang.

Awal pacaran aku nggak mikirin perasaan istrinya padahal aku sendiri seorang perempuan. Aku udah dibutakan oleh cinta buta. Aku nggak punya rasa kasihan sama buat istri dari Mas Ben. bahkan Mas Ben seneng banget kalau nyeritain anak dan istrinya. Perasaanku sih awalnya biasa aja.

Kalau Mas Ben lagi bareng istrinya dia bakal laporan sama aku kalau dia nggak bisa menghubungi aku. Aku maklum.

Tapi lama-lama aku ngerasa cemburu sama istrinya. Iya aku tahu kok kalau aku nggak tahu diri, tapi emang gitu kenyataannya.

Pas aku butuhin dia, dia nggak bisa aku hubungi. Dan biasanya pas aku nggak bisa menghubungi dia, dia lagi sibuk jalan-jalan sama istrinya.

Aku ngambek gara-gara itu. Dan tahu gimana reaksinya? Dia panik, dia tanya aku kenapa. Karena aku lagi ngambek, aku cuekin semua BBm dari dia. Terus dia nelpon aku, kebetulan pas dia nelpon aku lagi nyetir, jadi aku bilang sama dia kalau aku lag nyetir jadi nggak mau diganggu. Dia nyari aku terus, sampai akhirnya mobil kami papasan dan dia muter balik buat ngejar aku, dan jadilah aksi kejar-kejaran kayak di sinetron.

Dia menghadang mobilku, dan aku akhirnya berhenti.

Aku jelasin semuanya, kalau aku tuh kesal, sebel, cemburu dan macaem-macem lagi. Terus dia meluk aku, setelah itu dia jadi lebih sering meluangkan banyak waktu untukku. Saat lagi sibuk kerja juga dia nyempetin buat nelpon dan sepulang kerja dia juga mau nyempetin nemenin au telpon-telponan sampai tengah malam.

Hubungan kami nggak berjalan mulus, 2 bulan pacaran, Istri Mas Ben tahu soal hubungan terlarang kami. Istri Mas Ben ngecek Chat-ku dan Mas Ben yang terakhir. Mas Ben lupa hapus gara-gara kecapekan nglembur dan pas sampai rumah dia langsung ketiduran.

Paginya waktu dia udah bangun, dia ngabari aku via chat kalau istrinya tahu hubungan kami dan untuk sementara waktu dia belum bisa chat sama aku dulu.

Aku sendiri kadang nggak nyangka sama hubungan kami, karena ini pertama kalinya aku pacaran sama suami orang. Dan ini juga pertama kalinya Mas Ben selingkuh. Semasa hidupnya dia belum pernah selingkuh sama siapa pun, karena dia emang punya prinsip buat nggak selingkuh. Tapi, pas ketemu aku, prinsipnya goyah.
Sebelum kenal aku, sebenernya dia itu deket sama banyak perempuan tapi cuma sekedar dekat aja. Dan semua perempuan itu naksir sama Mas Ben, tapi Mas Ben nggak mau punya hubungan lebih dari teman. Yah, nggak salah juga sih kalau semuanya naksir dia, wong dia itu emang ganteng, ramah dan humoris.

Setelah ketahuan apakah hubungan kami bubar? Enggak dong, hubungan kami masih berlanjut. Mas Ben bilang sama istrinya kalau aku dan dia cuma kenal di sosmed dan nggak pernah ketemu. Istrinya percaya aja tuh dan minta sama Mas Ben nggk menghubungi aku lagi.

Mas Ben iya-in aja permintaan istrinya.

Padahal kenyataannya? Kami sering melakukan pertemuan. Meskipun pertemuan kami cuma sebatas duduk ngobrol dan makan cemilan sambil ketawa-tawa.

Setelah 4 bulan pacaran, hubungan kami makin dekat. Sampai suatu hari aku dan dia pergi ke luar kota pakai mobil dia. Buatku ini biasa aja, tapi buat Mas Ben? Ini sangat spesial. Menurut dia, dia belum pernah diperlakukan seperti ini. Aku kalau sama dia emang suka manja, dan aku juga selalu manjain dia. Dan mungkin itu yang membuat dia makin cinta sama aku. Sikapku ke dia nggak pernah aku buat-buat atau rencanain, tapi reflek gitu aja.

Setelah bosen di pantai kami balik ke mobil, dan kami hampiiirr aja melakukannya di dalam mobil. Semacam ada malaikat yang lewat dan nyadarin kami berdua, kalau yang kami lakuin ini salah.

Besoknya, dia pulang dan aku sendiri balik ke kosan. Dan sejak itu perasaan kami makin dalam.

Nggak cuma itu, istri Mas Ben, lagi-lagi tahu soal kedekatan kami. Dia baca chat-ku sama mas ben lagi.

Gara-gara itu, istri Ms Ben nangis 7 hari 7 malam. Saat ini aku ngerasa bersalah banget, tapi Mas Ben masih tetap pengin pertahanin hubungan kami.

Dia nanya sama aku, kalau istrinya minta cerai gimana. Dia juga bilang kalau dia berat kalau harus pisah sama istrinya, tapi…. Dia lebih nggak bisa pisah sama aku.

Dan dia juga bilang kalau dia mau ceraikan istrinya terus mau nikahin aku.

Karena aku perempuan begok dan nggak punya hati, ya aku jawab iya aja. Aku bilang ke dia kalau aku siap nerima keadaan dia.

Waktu aku bilang begitu, dia senang banget.

Dan rumah tangga mereka jadi penuh dengan pertengkaran.

Sampai suatu malam aku kayak menyadari sesuatu kalau ada yang salah. Aku ngerasa kalau aku ini jahat banget, nggak punya hati dan nggak punya otak.

Kemudian besoknya, aku putuskan untuk minta udahan aja sama Mas Ben.

Tapi dia nggak mau. Dan waktu aku kasih pilihan, dia tetap milih aku daripada keluarganya. Ini udah gila.

Aku makin berpikir kalau ini nggak bisa dan emang nggak harus aku terusin.

Sampai suatu ketika Mas Ben dapet teguran. Anak bungsunya sakit, dan sakitnya itu butuh biaya yang banyak. Dia menjual mobil dan semua tabungannya habis buat berobat anaknya.

Aku yang tadinya udah punya niat buat ninggalin dia, akhirnya jadi nggak tega. Dia bener-bener down. Akhirnya aku support dia tiap hari. Aku juga bilang ke dia, kalau ini adalah teguran dari Tuhan, tapi dia nggak mau pisah dari aku.

Aku bimbang, galau, bingung, dan nggak tahu mau cerita ke siapa.

Jadi aku curhat sama teman Mas Ben yang tahu soal hubungan kami. Di bilang sama aku, kalau dia bersyukur akhirnya aku sadar kalau aku salah.

Setelah curhat sama dia akhirnya tekadku makin kuat buat ninggalin mas ben. Setelah aku chat panjang ke dia yang isinya aku minta maaf dan aku minta udahan, aku langsung menonaktifkan BBM dan nomorku.

Tapi dia masih tetap ngejar-ngejar aku dan inbox di FB, dia ngancam akan mendatangi rumahku.

Aku juga nggak mau kalah. Diancam kayak gitu, aku balik ngancam, kalau dia sampai berani datang ke rumahku dia bakal lihat aku mati.

Dia nggak berani.

Aku cukup lega tapi… dia masih terus ngejar-ngejar aku. Dia terus-terusan inbox minta nomor hp, jelas nggak aku kasih.

Beberapa tahun kemudian, aku nikah sama orang lain. Kami menggelr pesta yang sangat mewah. Tahu nggak apa yang terjadi?
Pernikahanku hancur, padahal umurnya baru seminggu. Akhirnya aku bercerai dan jadi seorang janda.

Jadi aku pikir itu adalah karma untukku.

Lalu gimana kabar mas ben? Dia tetap ngejar-ngejar aku, apalagi dia juga tahu kalau aku udah jadi janda. Aku nggak tahu dia dapet info itu dari mana. Tapi, sekarang aku keukeuh buat nggak meladeni dia.

Dan entah kenapa aku malah eneg baca pesan-pesan dari mas ben di inbox FB-ku. Udah aku blok, dia bikin akun baru dan terus menerus kirim pesan lagi.

Sampai sekarang aku masih nyimpen rasa bersalah sama istrinya Mas ben. Aku pengin banget minta maaf sama dia. Aku mau minta maaf tapi aku nggak bisa buat buka identitasku ke dia. Aku nggak ngerti gimana caranya. Karena aku bener-bener takut ketahuan kalau minta maaf langsung. Aku masih harus menjaga nama baikku sendiri sama keluarga.

Mungkin kamu bisa kasih solusi buat aku?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here