Putri Salju dan Tujuh Kurcaci

0
14

Putri Salju dan Tujuh Kurcaci

Pada zaman dahulu, sebuah kerajaan berdiri dengan raja dan ratu yang baik hati. Namun, sayangnya raja dan ratu belum dikaruniai anak.

Sang ratu merasa hidupnya belum sempurna jika belum memiliki seorang anak. sang ratu tak pernah lelah berdoa dan berharap suatu hari nanti akan dikaruniai seorang anak.

Suatu malam dimusim dingin ketika sang ratu sedang asyik menyulam, jarinya tertusuk jarum. Darah segar mengalir dari ujung jari sang ratu. Setetes darah itu jatuh ke tanah. Tetesan darah itu berubah bentuk menyerupai seorang bayi. Sang ratu sangat terkejut. Lalu dia berdoa.

“Ya Dewa, aku berharap aku dapat memiliki seorang anak perempuan yang memiliki kulit seputih salju, bibir semerah darah dan rambut sehitam kayu eboni.”

Suatu ketika sang ratu hamil. Namun disaat bersamaan sang ratu mengalami sakit parah yang tak kunjung sembuh.

Sang raja selalu memberikan semangat pada sang ratu agar sang ratu tidak putus harapan.

Hingga suatu musim semi, penyakit sang ratu semakin parah. Hari itu, matahari bersinar sangat cerah. Pada hari itu pula sang ratu telah melahirkan anak perempuannya. Anak perempuannya sangat cantik dan sesuai harapan sang ratu. Kulitnya seputih salju, bibirnya semerah darah dan rambutnya sehitam kayu eboni.

“Aku akan menamainya Putri Salju. Dia benar-benar cantik,” kata sang ratu.

Hari itu sang raja dan ratu merasa sangat bahagia. Akhirnya keinginan mereka memiliki seorang anak telaah terkabul.

Sayangnya, kebahagiaan mereka hanya berlangsung sebentar. Sang ratu tidak bisa melawan penyakitnya. Sang ratu meninggal setelah beberapa saat melahirkan Putri Salju.

Sang raja sangat sedih. Dia tidak menyangka sang ratu akan pergi meninggalkan raja selamanya.

Sang raja merawat Putri Salju sendirian. Namun, seiring berjalannya waktu sang raja disibukkan dengan urusan kerajaan. Itu membuat waktu bersama putrinya berkurang. Lalu setelah berpikir cukup lama dia memutuskan untuk menikah lagi. Agar Putri Salju ada yang menemani dan dapat dididik dengan baik.

Sang raja menikah dengan seorang wanita yang sangat cantik. Tapi, wajah cantiknya tidak membuat ratu baru juga memiliki hati yang cantik. Ratu itu cenderung kejam dan sombong. Sang ratu baru memiliki ilmu sihir yang sangat jahat.

Sang Raja pun disihir agar selalu tunduk padanya.

Sang Ratu memiliki cermin ajaib yang bisa menunjukkan kebenaran.

“Cermin cermin di dinding. Tunjukkan padaku siapakah yag tercantik di dunia ini?” ucap sang ratu

“Tentu saja Ratuku. Kaulah yang tercantik,” sahut cermin ajaib.

Lalu sang ratu tertawa puas, karena belum ada yang bisa menandingi kecantikannya. Dia tidak akan segan-segan untuk membunuh wanita yang kecantikannya melebihi dirinya.

Di sisi lain, seiring berjalannya waktu Putri Salju tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik. Dia benar-benar mempesona. Kulitnya semakin putih bercahaya, rambutnya semakin indah dan bibirnya tetap semerah darah.

Suatu hari, sang ratu menanyai cermin ajaibnya lagi.

“Cermin cermin di dinding. Tunjukkan padaku siapakah yag tercantik di dunia ini?” ucap sang ratu

“Tentu saja Ratuku. Kaulah yang tercantik. Tapi ada yang lebih cantik darimu. Dialah Putri Salju. Kulitnya bercahaya seputih salju, bibirnya semerah darah dan rambutnya sehitam kayu eboni,” sahut cermin ajaib.

Kali ini jawaban cermin ajaib membuat marah sang ratu. Sang ratu sangat marah.

“Aku harus membunuh anak itu,” kata sag ratu pada dirinya sendiri.

Keesokan harinya, sang ratu memanggil seorang pelayan istana. Pelayan istana itu ditugaskan untuk membunuh Putri Salju. Sang ratu juga meminta si pelayan untuk membawakan jantung Putri Salju untuknya.

Dihari yang telah ditentukan, sang ratu meminta Putri Salju untuk memetik bunga yang sangat langka di tengah hutan untuknya dengan ditemani seorang pelayan istana.

Berangkatlah mereka berdua ke hutan.

Di tengah perjalanan, si pelayan istana merasa dirinya tidak sanggup untuk membunuh Putri Salju yang snagat cantik dan baik hati. Pelayan istana mengatakan yang sebenarnya pada sang putri bahwa ia diperintahkan untuk membunuh sang putri. sang putri merasa takut. Tapi, pelayan istana memaksa Putri Salju berlari ke tengah hutan. Pelayan istana itu tidak kehabisan akal. Dia membunuh seekor kijang dan mengambil jantungnya untuk diserahkan kepada sang ratu.

Pelayan itu membawa pulang jantung rusa pada sang ratu. Sang ratu sangat senang melihat jantung Putri Salju.

Sementara itu, di hutan Putri Salju berjalan dan terus berjalan ke dalam hutan. Dia sangat kelelahan hingga ia menemukan sebuah rumah mungil. Tanpa berpikir panjang Putri salju segera memasuki rumah itu. Rumah itu cukup berantakan, namun jika diperhatikan rumah itu masing-masing bendanya berjumalh tujuh. Seperti kursi di ruang makan yang berjumlah tujuh, tempat tidur yang berjumlah tujuh, piring dan gelas di atas meja yang berjumlah tujuh, semuanya juga berukuran kecil.

Melihat ruangan yang berantakan Putri Salju berniat membereskannya. Setelah beberapa jam ia pun selesai. Kemudian ia berjalan ke arah meja makan. Dia sangat lapar, berharap mnemukan makanan. Di meja makan ia menemukan tujuh potong roti. Putri Salju langsung memakannya. Setelah itu dia merasa sangat kelelahan, dia pun berbaring di salah satu tempat tidur mungil itu.

Putri Salju tidak tahu jika ia telah memasuki rumah para tujuh kurcaci.

Ketujuh kurcaci itu sangat terkejut saat memasuki rumah mereka. Rumah mereka sangat rapi.

Kebingungan mereka terjawab saat melihat Putri Salju yang tertidur lelap di salah satu tempat tidur mereka.

Awalnya mereka marah, tapi saat melihat wajah putri salju yang sangat cantik mereka tidak jadi marah.

Setelah tertidur cukup lama putri salju pun terbangun. Saat terbangun ia berteriak karena terkejut melihat tujuh kurcaci berdiri mengelilingi dirinya.

Tujuh kurcaci itu telah sepakat bahwa sang putri boleh tinggal di rumah mereka dengan syarat Putri Salju mau mengerjakan semua pekerjaan rumah, dari membereskan rumah sampai memasak makanan untuk mereka. Putri Salju menyanggupi permintaan para kurcaci.

Setiap hari para kurcaci pergi ke gunung untuk mencari emas, sedangkan sang putri di rumah mengerjakan yang telah mereka perintahkan.

Sebelum pergi para kurcaci selalu berpesan untuk tidak menerima orang asing untuk bertamu. Putri salju mengangguk patuh.

Sementara itu di istana, sang ratu jahat sedang bermain-main dengan cermin ajaibnya.

“Cermin cermin di dinding. Tunjukkan padaku siapakah yag tercantik di dunia ini?” ucap sang ratu pada cermin ajaib
“Tentu saja Ratuku. Kaulah yang tercantik. Tapi ada yang lebih cantik darimu. Dialah Putri Salju. Kulitnya bercahaya seputih salju, bibirnya semerah darah dan rambutnya sehitam kayu eboni, dia seribu kali lebih cantik darimu. Dia semakin bersinar bersama para tujuh kurcaci di hutan” sahut cermin ajaib.

Jawaban dari cermin ajaib membuat sang ratu sangat marah. Sang ratu melempari cermin ajaib dengan vas bunga, yang menjadikan cermin itu pecah.

“Aku harus membunuhnya dengan tanganku sendiri,” kata sang ratu.

Dengan segala kemampuan sihir yang ia miliki, dia memasukkan racun mematikan ke dalam sebuah apel yang nantinya akan diberikan pada putri salju.

Keesokan harinya, sang ratu merubah dirinya menjadi seorang wanita tua yang sangat renta. Dia membawa sekeranjang apel segar.

Sesampainya ia di rumah kurcaci, dia mengetuk pintu. Putri salju yang sudah diingatkan untuk tidak menerima tamu orang asing pun hanya menyapa lewat jendela.

“Maaf, aku tak bisa membukakan pintu untukmu. Pemilik rumah ini melarangku. Apa yang bisa kulakukan untukmu?” tanya Putri Salju lewat jendela.

“Aku sangat haus tapi air minumku sudah habis. Sekiranya kau mau memberikan aku segelas air aku akan menukarnya dengan sebuah apel merah segar ini, sayangku,” kata wanita tua itu.

Putri Salju merasa kasihan. Lalu dia berlari mengambil segelas air dan menyerahkannya pada wanita tua itu lewat jendela.

“Ini, terimalah!” kata Putri Salju.

Setelah meminum air itu, wanita tua itu memberikan sebuah apel pada Putri Salju.

“Makanlah sayangku. Apel ini sangat lezat,” bujuk wanita tua itu.

Putri Salju menuruti permintaan wanita tua itu. Dia menggigit apel merah itu. Namun, tak lama setelah itu dia terjatuh. Matanya terpejam rapat. Dia tidak bernafas lagi.

Wanita tua itu tertawa sangat senang. Akhirnya orang yang telah mengalahkan kecantikannya telah mati. Dia pergi meninggalkan Putri Salju yang telah meninggal.

Sore harinya, para kurcaci yang telah pulang dari gunung sangat kaget melihat Putri Salju tergeletak tak bernafas di lantai. Mereka bertujuh melakukan semua yang mereka bisa. Namun, Putri Salju tetap tak bangun.

Mereka bertujuh sangat bersedih. Mereka kehilangan Putri Salju. Mereka memutuskan untuk memasukkan tubuh Putri salju ke dalam peti kaca.

Ketika mereka sedang sibuk mengurus Putri Salju seorang pangeran datang.

Pangeran itu sangat penasaran dengan apa yang dilakukan oleh tujuh kurcaci tersebut.

Pangeran itu terpesona saat melihat Putri Salju yang tergeletak tak berdaya di dalam peti. Pangeran itu bermaksud untuk membawa Putri Salju ke istana, tapi para kurcaci melarangnya. Para kurcaci sangat menyayangi Putri Salju, ia tidak ingin Putri Salju dibawa oleh orang asing.

Pangeran sangat putus asa. Lalu dia meminta ijin untuk melihat Putri Salju lebih dekat. Dia mengangkat kepala Putri Salju, lalu sesuatu keluar dari mulut Putri Salju. Gigitan apel beracun tadi keluar dari mulutnya. Lalu sang pangeran mencium Putri Salju, Putri Salju hidup kembali.

Putri Salju sangat terkejut melihat para kurcaci dan seorang pangeran bersorak senang melihat dirinya terbangun.

Para kurcaci berebut menjelaskan pada Putri Salju kejadian sang Putri ditemukan tergeletak dalam rumah mereka.

Setelah beberapa saat, pangeran menyampaikan keinginannya menikahi putri Salju. Putri Salju yang sudah jatuh cinta sejak pandangan pertama langsung mengangguk setuju namun dia ingin pulang ke istananya terlebih dahulu. Putri Salju ingin meminta restu ayahnya.

Dengan penuh suka cita para kurcaci melepas Putri Salju dan sang pangeran.

Di istana, ternyata sang ratu sudah memenjarakan sang raja. Dia menjadi ratu yang semena-mena terhadap rakyatnya di kerajaan.

Namun dengan segenap kemampuan yang dimiliki pangeran, sang ratu dapat dikalahkan. Dan sang raja pun terbebaskan dari penjara dan pengaruh sihir sang ratu jahat.

Hari itu juga pernikahan yang sangat megah dilangsungkan. Putri Salju dan Pangeran hidup bahagia selamanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here