Putri Malu dan Cermin Ajaib

0
69
Source : https://wall.alphacoders.com

Alkisah pada zaman dahulu di sebuah kerajaan, tinggal seorang putri raja yang sudah memiliki kecacatan yang terletak di wajahnya sejak ia lahir. Karena adanya kekurangan tersebut, sang putri yang di juluki sebagai Putri Malu tumbuh menjadi anak yang tidak percaya diri dan hanya ingin keluar dari rumah ketika malam hari sudah tiba.

Ibu dari Putri Malu sudah meninggal ketika melahirkan dirinya. Oleh sebab itu, ia pun hanya di asuh seseorang yang mempunyai julukan sebagai Ibu Suri. Singkat cerita, waktu demi waktu berlalu. Putri raja yang awalnya masih cukup kecil kini berubah menjadi seorang anak remaja yang ingin tahu lebih banyak tentang dunia sekitar.

Selain ingin mengetahui lebih lanjut mengenai keadaan dunia di sekelilingnya, Putri Malu juga mempunyai kerinduan tersendiri untuk berkomunikasi dan bermain dengan anak-anak seusianya namun ia masih merasa malu karena kecacatan fisik yang di milikinya.

Melihat hal tersebut, Ibu Suri yang sangat menyayangi sang putri tersenyum lalu mempunyai rencana untuk menghampiri dirinya pada malam hari. Alhasil, ketika malam sudah tiba, ia memberanikan diri untuk menemui Putri Malu yang sedang bermain dengan kelinci peliharaan istana di taman.

Saat Putri Malu mendapati bahwa pengasuhnya kini berdiri di hadapannya sehingga ia terkejut. Menyadari rasa terkejut dari sang putri, Ibu Suri pun segera mengeluarkan permintaan maaf serta izin untuk mengatakan sesuatu kepada Putri Malu.

Mendengar pengasuhnya berkata demikian, Putri Malu terdiam sesaat lalu mengangguk dan mengizinkan dia berbicara. Ibu Suri tersenyum lalu menyampaikan seluruh isi hati dan pikirannya mengenai sang putri selama ini. Ia merasa sedih karena keadaan fisik yang cacat membuat Putri Malu tidak bisa merasakan kebebasan seperti penghuni istana lainnya.

Putri Malu mengangguk dan berkata kepada Ibu Suri bahwa kemungkinan terbesar dari semuanya, inilah takdir hidup yang tidak bisa ia ubah. Dengan nada pasrah ia menyampaikan perkataan tersebut. Akan tetapi, Ibu Suri segera menasihati dan menyemangati sang putri untuk mencoba melihat kecantikan yang sebenarnya terpancar jauh di dalam dirinya.

Sesudah berkata-kata, Ibu Suri mengeluarkan sebuah cermin dari kantung khusus yang ia bawa lalu memperlihatkannya kepada Putri Malu. Ia berkata bahwa cermin tersebut bisa menunjukkan wajah asli dari seseorang melalui isi hatinya. Mulai dari orang yang baik hingga jahat sekalipun, semuanya bisa terlihat dari cermin itu.

Putri Malu menerima cermin dari Ibu Suri setelah mendengarkan penjelasannya panjang lebar. Ketika ia melihat wajahnya dalam cermin tersebut, ternyata hal itu hanya menambah daftar kekesalan yang ada di hatinya sehingga ia meluapkan amarah kepada sang pengasuh. Bukan itu saja. Ia pun membuang cermin ajaib tersebut ke tanah.

Ibu Suri memang menjadi heran setelah melihat reaksi anak raja yang di asuhnya sejak kecil. Akan tetapi, ia berbesar hati dan memutuskan untuk meminta maaf. Sambil meminta maaf, ia juga meminta kepada Putri Malu agar dirinya menyimpan cermin ajaib itu dan mencoba untuk mengeluarkan rasa syukur dari hati yang terdalam supaya kecantikan pribadinya keluar.

Sang putri bergegas pergi dari taman dan masuk ke dalam kamarnya. Selama berhari-hari kemudian, ia terus mengingat serta meresapi kata-kata dari Ibu Suri. Kemudian, dirinya pun menyadari bahwa ternyata pesan tersebut memang benar adanya.

Akhirnya, Putri Malu memutuskan untuk menikmati pagi dan siang hari dengan keluar dari kamarnya. Ia menyapa para penghuni istana sehingga mereka terkejut lalu membalasnya dengan kalimat yang menghangatkan sekaligus melegakan hati. Melihat itu semua, rasa percaya diri perlahan mulai tumbuh dalam diri sang putri.

Semakin lama, pertumbuhan rasa percaya diri tersebut menjadi semakin tinggi sehingga ia bisa menikmati kicauan burung di udara, berkomunikasi dengan orang-orang sekitar dan bermain kejar-kejaran bersama kelinci peliharaan dengan penuh kegembiraan.

Di penghujung hari, Putri Malu kembali menemui Ibu Suri yang menyayanginya. Mereka berdua saling berpelukan serta mengeluarkan syukur dari hati dan pikiran atas semua yang sudah terjadi dalam kehidupan. Setelah berpelukan, Putri Malu melihat ke arah cermin ajaib lalu mendapati bahwa dirinya sudah berubah menjadi seseorang yang begitu cantik layaknya bidadari dari langit. Tanpa kecacatan dan penuh kemurnian.

Kesimpulan

Dongeng dari Jepang ini mengandung pesan yang kuat. Pesan tersebut mengajarkan kita untuk selalu bersyukur dalam segala hal dan menerima diri sendiri apa adanya.

Itulah kisah Putri Malu dan cermin ajiab yang di berikan oleh pengasuhnya yaitu Ibu Suri. Semoga berguna dan bermanfaat bagi kalian semua ya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here