Putri Kaguya

0
154
Source : http://filmireland.net

Pada zaman dahulu kala di Jepang, hiduplah pasangan kakek dan nenek yang tidak bisa mempunyai anak. Mereka berada dalam keadaan miskin sehingga harus bekerja keras sebagai pengrajin bambu untuk memperoleh penghasilan demi bertahan hidup. Karena rumah mereka tidak jauh dari hutan bambu, mereka pun bisa memanfaatkannya untuk mencari bahan-bahan baku.

Semuanya itu berlangsung hingga suatu hari, ketika pasangan tersebut sedang memilih pohon bambu yang akan di potong, mereka menemukan sebatang pohon bambu yang terlihat berbeda serta memantulkan cahaya seperti kilau emas. Karena rasa penasaran yang tinggi, akhirnya mereka memutuskan untuk menebang pohon bambu misterius itu.

Sesudah menebangnya, mereka sempat terkejut dengan cahaya menyilaukan yang keluar dari batang pohon. Akan tetapi, mereka lebih terkejut lagi ketika menemukan seorang bayi perempuan cantik yang ternyata berdiam di dalamnya. Singkat cerita, dengan segala keberanian yang ada, mereka pun mengangkat bayi perempuan itu dan membawanya pulang ke rumah.

Jauh di dalam hati, si kakek dan nenek begitu senang karena mereka memperoleh apa yang sudah di harapkan selama ini. Dengan adanya sang bayi, hidup terasa lebih bahagia dan berarti. Mereka membesarkan bayi perempuan itu layaknya anak kandung lalu memberikan nama Kaguya kepadanya.

Sejak peristiwa ajaib tersebut, sang kakek selalu mendapatkan bambu yang bercahaya dengan emas di dalam batangnya. Hal ini terus berlanjut sehingga ia dan pasangannya menjadi makmur dan tidak perlu lagi mencari nafkah untuk bertahan hidup.

Beberapa tahun kemudian, bayi perempuan bernama Kaguya tumbuh menjadi seorang gadis yang sangat cantik. Kabar kecantikannya yang konon terlihat seperti putri raja tersebar di seluruh negeri. Karena hal tersebut, banyak sekali pemuda dari segala penjuru yang ingin mempersunting Kaguya menjadi istrinya. Sayangnya, sejauh ini belum ada seorang pria yang berhasil menaklukan hatinya.

Di antara semua orang yang berusaha untuk mendapatkan putri Kaguya, datanglah 5 orang pemuda yang secara serentak datang untuk melamar. Sang putri kemudian berkata bahwa ia akan menerima lamaran mereka dengan syarat tertentu.

Ia menyuruh pria pertama untuk mencari sebuah bunga emas yang hanya ada dalam cerita legenda. Kemudian, ia menyuruh pria kedua untuk memberikan sebuah mangkuk Buddha yang dapat mengeluarkan kilauan cahaya. Baik dalam terang maupun gelap.

Selanjutnya, ia menyuruh pria ketiga untuk membawakan seekor tikus api yang ada di daratan Tiongkok. Sementara itu, ia menyuruh pria ke-empat untuk mempersuntingnya dengan memberikan sebuah karya yaitu kerang laut yang berbahan dasar sarang burung walet. Terakhir, ia menyuruh pria kelima untuk melamarnya dengan permata naga yang cahayanya dapat berubah warna.

Kelima pria tersebut menyanggupi permintaan sang putri. Mereka pamit untuk sementara waktu lalu kembali beberapa lama kemudian. Ketika melihat barang-barang pemberian mereka yang menjadi syarat utama, putri Kaguya kecewa karena menyadari bahwa tidak ada satu pun barang yang sesuai dengan keinginannya.

Pria pertama membawa bunga yang bercampur bahan perak. Pria kedua hanya membawa sebuah mangkuk biasa yang tidak bernilai. Pria ketiga membawa seekor tikus yang di warnai oleh cat merah. Pria ke-empat membawa kerang yang ia dapatkan dari pinggir pantai. Pria terakhir membawa sebuah permata yang sama sekali tidak mengeluarkan cahaya penuh warna seperti permata naga.

Mendengar penolakan dari Kaguya, kelima pemuda itu pulang dengan penuh penyesalan ke tempat tinggalnya masing-masing sementara sang putri hanya memperhatikan kepergian mereka dari jauh.

Keesokan harinya, kedua orang tua angkat yaitu sang kakek dan nenek melihat putri Kaguya melamun seorang diri. Karena melihat tingkah laku Kaguya, mereka pun menanyakan keadaannya. Putri Kaguya tersenyum lalu bercerita panjang lebar mengenai asal usulnya yang sebenarnya dari bulan. Ia juga menjelaskan bahwa pada tanggal 15, ia akan meninggalkan planet Bumi dan kembali ke tempat asalnya.

Kakek dan nenek tercengang bukan main. Sambil menangis, pasangan tua itu segera pergi kepada penguasa daerah untuk meminta bantuan pengawal terkait dengan permasalahan putri angkat mereka yang akan meninggalkan Bumi. Setelah mendengar penjelasan mereka, penguasa daerah mengizinkan pasukannya untuk mengawal rumah dari putri Kaguya dan orang tua angkatnya.

Tanggal 15 yang di tunggu telah tiba. Sebuah kereta putih yang turun dari langit tiba di dekat rumah sang putri. Seluruh pasukan sudah menembakkan panah namun tidak mengenai sasaran karena adanya cahaya yang menyilaukan.

Akhirnya, Kaguya berpamitan kepada kedua orang tua angkatnya dan mengucapkan terima kasih kepada mereka. Sementara pasangan kakek dan nenek menangis, Kaguya duduk di kereta putih bersama semua pengawal dari bulan lalu terbang ke angkasa tanpa bisa di hampiri lagi.

 

Demikianlah kisah singkat dari putri Kaguya yang mengajarkan ketabahan hidup.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here