Putri Cahaya yang Tertidur

0
31
source: https://www.youtube.com/watch?v=FE79lwP8yww

Putri Cahaya yang Tertidur

Alkisah pada zaman dahulu hiduplah seorang raja dan ratu yang adil dan bijaksana.

Raja dan ratu yang baik hati itu belum memiliki seorang anak.

Mereka merasa sedih. Namun, mereka selalu berharap bahwa suatu hari nanti akan dikaruniai seorang anak. Mereka selalu berdoa setiap hari agar dikaruniai seorang anak.
Lalu pada suatu hari, saat sang Ratu merasa sangat sedih dan putus asa dia berdoa.

“Wahai Dewa yang Agung, Engkau sudah memberi kami banyak kenikmatan hidup. Tapi, Engkau belum memberi kami seorang anak untuk kami sayangi. Hamba mohon, berilah kami anak. Hamba Mohon,” ucap sang ratu sambil menangis

Tiba-tiba ada sebuah sinar cahaya yang sangat terang menerangi ruang tidur sang ratu. Cahaya itu seketika menghilang dan menghadirkan seekor merpati yang sangat cantik.

Merpati yang sangat cantik itu berkata bahwa Ratu jangan bersedih. Doanya akan dikabulkan. Merpati itu meminta agar sang Ratu bersabar sedikit lagi. Kemudian sang merpati terbang pergi keluar jendela.

Sang ratu yang masih terkejut merasa bahagia saat tahu doanya akan dikabulkan. Beberapa hari kemudian sang ratu hamil. Raja dan ratu merasa sangat bahagia. Dan saat tiba kelahiran sang anak, lahirlah seorang putri yang sangat cantik dan memiliki paras yang bercahaya.

“Wajahnya sangat cantik dan bercahaya, aku akan menamaimu Cahaya. Putri mungil yang sangat cantik ini adalah Putri Cahaya” kata sang ratu.

Sang raja dan ratu yang sangat bahagia menggelar pesta besar-besaran dengan mengundang banyak orang. Mereka membagikan banyak hadiah untuk mereka yang hadir dalam pesta.

Mereka juga mengundang lima ibu peri untuk mendoakan sang putri.

Tibalah saat para ibu peri memberikan doa pada sang putri.

Ibu peri pertama maju ke depan dan berdoa di depan sang putri.

Ia mendoakan sang putri, semoga kecantikan dan cahaya wajah sang putri selalu melekat dalam diri sang putri.

Setelah itu ibu peri kedua maju ke depan dan berdoa. Ia berdoa, agar sang putri selalu diliputi kebahagiaan selamanya.

Selanjutnya ibu peri ketiga menganugerahi sang putri keberanian, kejujuran, kebaikan hati dan cinta.

Lalu, Ibu peri keempat menganugerahi sang putri kepintaran dan kesehatan.

Tibalah saat ibu peri kelima maju ke depan, istana raja mendadak diliputi asap tebal yang gelap.

Seorang penyihir tua berpenampilan serba hitam muncul. Penyihir tua itu tampak sangat marah dan kesal karena raja tidak mengundangnya.

“Semua orang diundang dalam pesta kelahiran sang putri. Kenapa aku tidak kau undang wahai raja?”

Sang raja terkejut dan takut. Dia memang sengaja tidak mengundang penyihir tua itu karena penyihir tua itu terkenal akan keburukan sifatnya.

“Baiklah, aku akan meniru para ibu peri yang memberikan doa pada sang putri,” kata penyihir tua.

Sebelum sang raja bisa berkata-kata, sang penyihir mendekati sang putri.

“Putri cantik yang sangat bercahaya, yang akan dikelilingi dengan banyak hal kebaikan dunia,pada usianya yang ke tujuh belas tahun akan tertusuk duri mawar dan dia akan mati,” Penyihir tua itu tertawa terbahak-bahak dan kemudian menghilang.

Sang raja sangat marah dan sedih. Semua orang yang hadir dalam istana merasa takut dan sedih akan kutukan pada sang putri.

Lalu ibu peri kelima yang belum mendoakan sang putri maju ke depan dan berdoa.

“Wahai sang putri mungil yang cantik dan bercahaya, aku tak bisa menghilangkan kutukan dari si penyihir. Namun aku bisa memudarkannya, pada usiamu yang ketujuh belas kau tidak akan mati karena tertusuk duri mawar. Namun kau hanya akan tertidur sampai waktu yang tidak dapat ditentukan hingga seorang pangeran datang dan menyentuh tanganmu. Kau akan bangun saat sentuhan dari pangeran itu datang.”

Sang raja dan ratu serta seisi istana tampak lega. Namun, tiba-tiba sang ratu tampak sedih dan cemas.

“Wahai Ibu peri, kami ingin melihat putri kami bangun dan menikah dengan pangeran yang menyelamatkannya, tapi kami berdua tidak tahu sampai kapan kami hidup dan kami berdua tidak tahu kapan sang putri bangun.”

Ibu peri tersenyum, lalu berkata.

“Saat sang putri tertidur, seluruh penghuni istana juga akan tertidur. Dan saat sang putri bangun dari tidurnya, seluruh istana juga akan ikut terbangun.”

Raja dan ratu tampak bernafas lega.

Untuk menghindari kutukan dari si penyihir tua, sang raja memerintahkan tukang kebun istana untuk memangkas semua tanaman mawar yang tumbuh di sekitar istana. Istana raja pun terbebas dari segala jenis tanaman mawar.

Seiring berjalannya waktu sang putri tumbuh menjadi remaja yang sangat cantik. Parasnya yang memang bercahaya sejak lahir semakin bercahaya. Semua orang menyayangi sang putri.

Suatu hari saat usianya menginjak tujuh belas tahun, ia bermain di luar istana. Saat tengah asyik bermain ia melihat ada seekor kucing berwarna jingga yang lucu dan menggemaskan. Sang putri terpesona dan berlari mengejar si kucing, si kucing seperti sengaja membuat sang putri mengejarnya. Hingga tanpa sadar sang putri masuk ke halaman sebuah rumah mungil dekat hutan.

Di halaman tersebut ada banyak sekali tumbuhan bunga mawar yang cantik dan beraneka ragam. Sang putri yang belum pernah melihat bunga mawar sangat terpesona.

Di depan rumah mungil itu ada seorang nenek tua yang tengah sibuk memetik mawar.

Sang putri memberanikan diri bertanya.

“Maaf, Nek. Apakah nama tumbuhan cantik yang nenek petik itu?”

“Ini namanya bunga mawar wahai Putri,” jawab sang nenek.
“Apakah kau ingin memetiknya? Petik saja jika kau mau,” nenek tua itu lalu masuk ke rumah meninggalkan sang putri yang merasa senang dapat memetik bunga cantik yang belum pernah dilihatnya.

Lalu tiba-tiba saat sang putri memetik, tanpa sengaja jarinya tertusuk duri mawar yang tajam. Seketika sang putri langsung tertidur.

Sang nenek tua yang ternyata adalah seorang penyihir yang dulu mengutuk sang putri, tahu bahwa kutukannya sudah bekerja dia pun tertawa terbahak-bahak.

Di istana sang raja dan ratu sangat panik atas menghilangnya sang putri. Mereka sudah mencari seluruh istana dan tidak menemukan sang putri dimana pun. Lalu sang raja mengerahkan semua prajurit istana mencari sang putri di hutan. Ketika memasuki tepi hutan, sang raja melihat sebuah rumah mungil dengan halaman yang penuh dengan bunga mawar. Raja melihat sang putri tergolek di atas tanah.

Sang raja merasa sedih. Kini putrinya akan tertidur sampai waktu yang tidak ditentukan.
Ia membawa sang putri ke istana dan menidurkan sang putri di kamarnya. Sang ratu yang merasa sedih segera menyiapkan keperluan sang putri. Agar saat ia bangun nanti, ia tetap tampak cantik dan bersinar. Sang raja dan ratu juga duduk di singgasananya, di situ mereka memutuskan untuk tertidur.

Kelima ibu peri yang dulu mendoakan sang putri datang dan memantrai seluruh istana agar tertidur.

Semua pekerja istana, hewan ternak bahkan api yang berderik pun tidak ada yang bergerak lagi. Semua tertidur.

Setelah berpuluh-puluh tahun istana ditumbuhi tanaman merambat yang menutupi keindahan istana. Tanaman itu juga sudah diberi kutukan oleh si penyihir tua. Sehingga siapapun akan sulit untuk melewatinya.

Sudah banyak pangeran yang datang untuk memasuki istana. Namun semuanya gagal. Mereka langsung menyerah saat tanaman itu menjerat mereka dengan sangat kuat.

Namun, pada suatu hari ada seorang pangeran yang sangat penasaran dengan kabar tersebut. Dia adalah pangeran rendah hati yang sudah terbiasa ikut dalam banyak peperangan. Menurutnya, ia sangat tertantang akan kabar dari bahaya tanaman merambat yang menutupi istana.

Ia sudah diingatkan bahwa banyak yang gagal memasuki kawasan istana. Pangeran tidak peduli.

Ia mulai memangkas tanaman merambat itu. Dia tidak menyerah. Selalu yakin bahwa ia bisa. Dan yang ia yakini terjadi.

Ia berhasil memasuki kawasan istana. Ia melihat banyak pengawal kerajaan tergeletak di pos-pos penjagaanya. Ia mengira semua pengawal itu mati, namun setelah diteliti ternyata hanya tertidur. Ia melanjutkan memasuki istana raja, dan tiba di ruangan sang putri ia langsung terpesona.

Kabar tentang cantiknya sang Putri cahaya benar adanya, wajahnya benar-benar cantik dan bercahaya. Tanpa disadari pangeran ia mendekati sang putri dan mencium tangan sang putri. Seketika sang putri terbangun. Seketika seluruh istana juga terbangun dari tidur panjang mereka.

“Terima kasih pangeran sudah mematahkan kutukannya,” kata sang putri

Sang pangeran tersenyum kemudian berkata apakah dia bisa langsung melamar sang putri. Pangeran jatuh cinta padanya pada pandangan pertama.

Sang putri tersenyum dan menganggukan kepala. Putri Cahaya merasa pangeran yang menyelamatkannya adalah pangeran yang gagah berani karena telah berhasil mematahkan kutukan dari penyihir tua.

Sang raja dan ratu sangat gembira atas bangunnya sang putri. Selang beberapa hari dari bangunnya sang putri, pesta pernikahan pangeran dan sang putri digelar. seluruh warga diundang.

Pangeran dan putri tampak bahagia. Seluruh isi istana tampak bahagia dan lega.

Lalu bagaimana kabar dari si penyihir tua?

Penyihir tua mendapat hukuman dari para Dewa, gubuknya di tepi hutan terbakar dan penyihir tua kehilangan kekuatannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here