Pria Terkotor Di Dunia, Yang Belum Mandi Selama 64 Tahun

0
21

Hallo gaes…

Pernah nggak sih kamu nggak mandi selama berhari-hari? Apa sih yang kamu rasain kalau nggak mandi? Pasti nggak enak banget ya, badan rasanya lengket dan bau badan pun udah pasti nggak jelas gimana baunya.

Semales-malesnya kaum rebahan buat mandi, kayaknya mereka masih mau mandi sehari sekali.

Tapi, gimana kalau ada orang yang enggak pernah mandi sama sekali selama lebih dari 60 tahun?

Seorang kakek tua sebatang kara di Kampung Dejgah, Iran Selatan, umur 86 tahun bernama Amou Haji adalah manusia yang nggak pernah mandi selama 64 tahun lebih.

Kakek yang didaulat sebagai pria terkotor di dunia itu meyakini jika kebersihan hanya akan membuatnya sakit.

Bagi Haji, mandi adalah satu hal yang sangat ia benci. Saking bencinya, ia bisa menjadi manusia yang sangat pemarah saat ada orang yang memberinya saran untuk mandi. Dan dia juga akan lari kabur saat ada orang yang mendatanginya dengan niat ingin memandikannya.

Berpuluh-puluh tahun menolak membersihkan diri, warna kulitnya jadi sangat mirip dengan warna tanah.

Bisa dibilang, kalau dia tiduran di tanah, orang-orang akan kesulitan membedakan antara tanah dan dirinya. Nggak heran, saat Haji diam tak bergerak, orang-orang di sekitarnya akan mengira bahwa Haji adalah seonggok patung batu.

Selain, karena memang sudah sangat benci dengan yang namanya mandi, Haji juga nggak mau mengkonsumsi makanan dan minuman yang bersih.

Yang mengejutkan, dan mungkin akan membuatmu jijik, kakek ini sangat suka dan doyan daging busuk. Dan uniknya, dia akan sangat marah jika ada orang yang memberinya makanan yang segar dan bersih.

Haji sama seperti manusia lainnya yang juga butuh minum, sayangnya, ada hal yang membuatnya berbeda dengan manusia lainnya, yakni, dia minum air dari sebuah kaleng besar yang sudah berkarat. Dalam satu hari dia minum 5 liter air untuk menunjang hidupnya.

Jika pria normal senang menghisap cerutu dari tembakau, berbeda dengan Haji, dia senang menghisap cerutu dari kotoran hewan.

Hal lainnya yang mungkin juga akan membuatmu terheran-heran adalah saat Haji ingin meluruskan jenggot, rambut, dan lainnya. Dia tidak membutuhkan gunting atau tukang cukur, dia hanya butuh api untuk membakar bulunya.

Saat musim dingin, untuk menghangatkan kepalanya, kakek berumur 84 tahun ini, hanya perlu mengenakan helm coklat tua.

Kehidupan haji amat sangat sederhana. Kelewat sederhana malah.

Dia bahkan tak punya rumah. Baginya, bumi adalah rumah dan langit adalah atapnya. Dan benar-benar seharfiah itu.

Menurut orang-orang di sekitarnya, kadang Haji muncul dari sebuah lubang kuburan.

Kadang, Haji juga tampak tinggal di sebuah gubuk bata terbuka. Gubuk itu dibangun oleh para penduduk desa yang merasa iba melihat keadaan Haji.

Namun, dibalik itu semua, pasti ada alasan khusus yang melatarbelakangi pilihan Haji.

Usut punya usut, menurut penduduk desa, dulu, saat masih remaja, Haji pernah mengalami tekanan batin yang teramat parah. Hal itu membuat dia memilih untuk mengasingkan diri dari keramaian. Tak hanya itu, ia juga menjauhkan diri dari kehidupan duniawi. Dan jadilah sekarang, Amou Haji yang tidak pernah mandi selama 60 tahun lebih.

Meski hidupnya bisa dibilang jauh dari layak, dia tampak lebih bahagia, dibandingkan dengan orang-orang yang hidup dalam kemewahan. Dia tidak takut apapun.

Mungkin, hal itu disebabkan karena Haji tidak perlu memikirkan apapun ya, seperti tagihan listrik, biaya sekolah dan semacamnya, yang berhubungan dengan transaksi duniawi.

Yaaah, itulah sedikit kisah dari seorang kakek tua yang tidak pernah mandi selama 64 tahun. Apakah kamu tertarik untuk hidup seperti Amou Haji? Meski jorok, seenggaknya nggak usah mikirin apa-apa dan hidup bahagia. 😀

Tapi, yang pasti ada satu hal yang bisa dipetik dari kisah Haji, seburuk apapun kondisimu, rizki dan umurmu tetap dijamin Tuhan. Buktinya, Haji nggak punya apa-apa tapi dia bisa hidup sampai 84 tahun lebih, apalagi kita yang hidupnya bersih dan normal, udah pasti dijamin kan!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here