Perjalanan Hidup Luar Biasa Radja Nainggolan

0
121

Radja Nainggolan menjadi salah satu pemain yang paling mudah dikenali di level tertinggi sepak bola. Ia juga mempunyai kepribadian khas yang tidak setiap pelatih mau bekerja sama dengannya.

Sedari muda, dia tidak pernah terbiasa menghabiskan malam di rumah. Dia bukan jenis pemain latihan-pulang-latihan-pulang. Dia pun tidak keberatan dilabeli sebagai pesepak bola yang merokok.

Pelatih Belgia saat ini, Roberto Martinez, tak suka dengan model pemain seperti ini. Nainggolan pun tak mendapat panggilan ke timnas, bahkan dalam ajang piala dunia, dengan dalih tak sanggup menemukan peran yang cocok dalam sistem yang Martinez bangun.

Nainggolan tak ragu menuangkan kekesalannya ke media, “Itu tidak masuk akal. Saat dia (Martinez) pertama kali ditunjuk, dia mengatakan semua personil Belgia haruslah bermain di level tertinggi. Tapi dia sekarang memanggil Youri Tielemans yang jadi cadangan di Monaco, serta Axel Witsel, yang main di China.”

Bila merunut latar belakang Nainggolan, mudah untuk memahami mengapa dia akan mendebat hal yang menurutnya tak adil. “Aku harus bertarung di jalanan,” ucapnya suatu kali. Julukan yang ia dapat dari fan Cagliari, Ninja, pun merepresentasikan daya juangnya yang tanpa ampun di lapangan.

Nainggolan lahir di Antwerp, dari ayah orang Indonesia. Ayahnya pergi saat ia masih bayi, meninggalkannya bersama saudari kembarnya, tiga saudara tiri, dan ibunya. Beban berat ibunya bukan cuma membesarkan anak-anaknya, melainkan juga membayar utang yang sang ayah tinggalkan. Ia harus melakukan tiga pekerjaan yang berbeda guna menghidupi keluarga Nainggolan.

Tekad kuad ibunya ini berarti segalanya bagi Nainggolan, yang mengabadikan banyak hal tentang sang ibu dengan tato saat meninggal pada tahun 2010.

Anggota keluarga lain yang mendapat tempat di tubuhnya ialah si kembaran, Riana. Uniknya, Riana yang juga seorang pesepak bola juga bermain untuk Roma, klub Nainggolan sebelum Inter Milan.

Sementara karier Nainggolan berlanjut ke babak baru bersama Nerazzuri, masa baktinya untuk timnas justru berakhir. Setelah sekian lama tidak dilirik oleh pelatih Martinez, Nainggolan memutuskan pensiun dari kewajiban internasional beberapa waktu lalu. “Dengan sangat menyesal karier internasionalku harus berakhir. Aku selalu melakukan segalanya untuk dapat memperkuat negaraku.”

Bagaimana pun, sebagai pesepak bola, ia tetaplah brilian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here