Pengusaha Tua yang Berkepala Dingin

0
107
Source : https://www.stockvault.net

Pada suatu hari di Jakarta, seorang pengusaha tua bernama pak Jefrie yang terkenal kaya raya, pandai serta bijak di kalangan banyak orang sedang duduk di sebuah ruangan sambil menunggu beberapa orang untuk masuk ke dalamnya. Setelah menunggu selama beberapa menit, masuklah 3 orang pemuda yang ternyata berstatus sebagai anak buah terfavorit bagi sang pengusaha.

Ketiga pemuda yang bernama Azer, Kilo dan Umar tersebut segera membungkuk lalu tersenyum kepada pak Jefrie. Melihat tingkah laku mereka, pak Jeftie pun membalas senyuman tersebut dan mempersilakan mereka untuk duduk.

“Azer, Kilo, Umar. Bagaimana keadaan kalian pada hari ini?” tanya pak Jefrie sambil meminum kopi dari cangkirnya.

“Luar biasa, pak! Bapak sendiri bagaimana?” tanya Kilo sambil tersenyum.

“Kabarku? Wah, luar biasa juga kalau begitu!” jawab pak Jefrie singkat.

Sebelum masuk ke topik yang sebenarnya, mereka sempat mengeluarkan candaan ringan serta mengungkapkan pemikiran mereka masing-masing akan kehidupan. Pengusaha itu tersenyum. Ia mempersilakan mereka meminum kopi yang telah tersedia terlebih dahulu sebelum ia lanjut berbicara.

Sesudah mereka bertiga minum kopi sejenak, pak Jefrie pun menghela nafas lalu menceritakan perjalanan panjang yang sudah ia alami selama bertahun-tahun sebagai seorang pengusaha. Ia berkata bahwa selama ini, sudah ada begitu banyak orang yang meragukan kemampuannya untuk membangun sebuah usaha serta menjalankannya dengan baik hingga akhirnya, ia mengalami titik balik dari sebuah keuntungan.

“Loh. Mengapa mereka bisa ragu seperti itu, pak?” tanya Umar dengan antusias.

“Maklum. Begitulah hidup. Kita harus menghadapi tantangan bahkan dari orang-orang di sekitar kita sekalipun supaya kita bertumbuh menjadi manusia yang lebih baik. Selain itu, terkadang manusia memang membutuhkan bukti agar mereka percaya akan segala sesuatu.” jawab pak Jefrie sambil tersenyum.

“Selain itu, apabila kalian menjadi seorang atasan nanti, gunakanlah pikiran dan hati kalian dengan baik. Jangan terlalu kasar terhadap bawahan. Hormatilah mereka semua seperti dirimu sendiri, bantulah mereka yang sedang membutuhkan bantuan dan berikanlah penghargaan yang layak apabila mereka memang pantas menerimanya.” lanjutnya.

Azer, Kilo dan Umar mengangguk. Mereka mengerti segala perkataan yang baru saja di lontarkan oleh pak Jefrie. Selama 3 jam berikutnya, mereka terus berbicara mengenai hal-hal tertentu yang memang harus di perhatikan terkait dengan kelanjutan usaha dari pak Jefrie sampai akhirnya, pak Jefrie yang sudah bulat memutuskan untuk mengangkat mereka sebagai penerus usahanya.

“Mengapa anak bapak tidak turut membantu melanjutkan usaha ini?” tanya Azer pelan.

“Aku menghargai keputusannya untuk tidak melanjutkan usahaku. Ia memiliki ketertarikan di bidang lain jadi biarkanlah dia melakukan apa yang ia inginkan dalam hidupnya.” tegas pak Jefrie.

Sesudah berkata demikian, pak Jefrie meminta ketiga anak buahnya untuk berjanji bahwa mereka akan menjaga usaha yang sudah ia bangun baik-baik setelah ia mengundurkan diri dari jabatannya nanti. Mendengar permintaan pak Jefrie, Azer, Kilo dan Umar mengacungkan jempol secara bersamaan karena rasa hormat mereka kepada pimpinannya.

Akhir kata, pembahasan mereka yang menarik seputar usaha dan kehidupan sehari-hari pun berakhir beberapa jam kemudian. Sambil berjalan, pak Jefrie bersama ketiga orang tersebut keluar dari dalam ruangan lalu pergi ke sebuah kafe terdekat untuk membeli beberapa roti cokelat serta kopi.

Dalam hati, pak Jefrie sangat bersyukur karena ia di pertemukan dengan 3 orang anak buah yang begitu cakap dalam bidangnya, pengertian dan juga hormat kepadanya seperti layaknya seorang anak kepada ayahnya. Oleh sebab itu, ia mencatat semua kejadian tersebut dalam sebuah buku harian.

Demikianlah kisah mengenai seorang pengusaha tua yang berkepala dingin dalam mengatasi segala sesuatu dan memberikan nasihat yang membangun untuk anak buahnya. Semoga ini bermanfaat bagi kita semua.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here