Pelajari 5 Konsep Jodoh Ini Agar Tak Sakit Hati Jika Dia Bukan Untukmu

0
104

Jodoh memang menjadi perkara penuh rahasia sayangnya tak semua orang khususnya anak muda yang jiwanya masih labil menyadari konsep tersebut. Urusan jodoh jika tidak dipikirkan ternyata bisa menjadi sumber tekanan pikiran dan berakhir menjadi stress. Namun jika dipikirkan terus-menerus malah stress akan muncul lebih cepat dan lebih akut. Paling menyedihkan adalah sudah pacaran lama namun tidak berakhir di pelaminan.

Tak perlu bertanya “mengapa” ribuan kali, karena sekali lagi jodoh kamu sudah ada yang mengatur dan tugasmu hanya mengikuti arus saja. Supaya tak galau karena gagal naik ke pelaminan maka pahami konsep jodoh sejati berikut ini:

1. Jangan pernah menutup hati sampai si dia melamar,
Bukan maksud menyuruh kamu untuk tidak setia sebab logikanya jodoh yang berhak membuat kamu menutup hati adalah jika berani melamar. Selama lamaran belum dikirimkan kamu masih bisa dekat dengan siapa saja, siapa tahu saat tak berjodoh dengan pacar. Kamu bisa langsung menemukan tambatan hati dari orang yang sudah dikenal lama.

Tidak menutup kemungkinan baru pacaran beberapa bulan sudah berani melamar kamu di depan kedua orangtua. Inilah konsep jodoh yang sebenarnya, yakni belajar untuk menutup hati ketika sudah resmi dilamar. Selama belum ada lamaran resiko putus masih sangat tinggi dan kamu berhak untuk menjalin hubungan baik dengan semua lawan jenis, asal tidak selingkuh saja!

2. Jangan buru-buru tutup buku kalau ada yang lebih potensial,
Kalau posisi kamu ada diantara dua pilihan dan sama-sama potensial maka silahkan memilih dengan bijak. Buat kamu yang muslim bisa sembari sholat istikaroh sehingga dibantu untuk memilih yang terbaik. Tidak sedikit pria ataupun wanita yang sebelum resmi menikah dihadapkan pada beberapa pilihan soal jodoh ideal.

Memilih yang terbaik dilihat dari berbagai aspek sangat penting meskipun kamu sudah pacaran dengan seseorang. Jika si pacar tak juga berani melamar dan tidak bisa memberi jaminan masa depan yang baik, mengapa memutuskan tutup buku? Selagi ada yang lebih baik dan siap mengajak lebih serius bahkan seketika bisa mengajukan lamaran baiknya dipertimbangkan masak-masak.

3. Perjuangkan restu semampumu jangan sampai dipaksa nanti sakit!
Pernahkah kamu terhambat restu orangtua si pacar? Baik pria maupun wanita dijamin ada yang mengalami situasi memilukan semacam ini. Galau dijamin dirasakan sebab tanpa restu orangtua tentu tidak akan bisa melenggang ke ranah pernikahan. Sekalipun kawin lari dijamin butuh persiapan mental sekuat baja karena berjuang secara mandiri.

Baiknya tetap memperjuangkan restu tersebut sehingga saat berumah tangga kamu dan si pacar merasa nyaman menjalani suka maupun duka. Bahkan tak sedikit pasangan mengaku bisa hidup dengan penuh kemudahan berkat restu yang mampu dikantonginya. Namun memperjuangkan restu ini baiknya disesuaikan kemampuan jika memang sudah tak bisa maka relakan. Jangan memaksa diri, bisa jadi ini cara dari-Nya memberi tahu dia bukan jodoh terbaikmu!

4. Jangan malas putus karena “jam terbang sudah lama”, belum menikah juga!
Setiap hubungan percintaan dijamin ada ujian entah sudah lama terjalin atau baru seumur jagung. Asalkan saling percaya dan saling memahami semua ujian ini akan lewat begitu saja seperti angin yang berhembus setiap detiknya. Usahakan untuk menyelesaikan semua masalah dengan saling terbuka dan saling bekerjasama jangan sampai hanya satu pihak yang terus mengalah dan mencoba mengerti.

Jika kondisinya sudah tidak sehat dan tidak tahan jangan pakai alasan “sudah lama pacaran” sehingga enggan memilih putus. Sebab selama belum menikah artinya jodoh sejati kamu belum ketahuan dan tidak menjamin pacaran belasan tahun bisa dengan mulus berakhir di pelaminan. Jadi saat hubungan kamu sudah terasa tidak nyaman dan tidak sehat jangan ragu melepas dan membuka hati untuk orang lain yang lebih baik.

5. Tidak malu katakan putus meski hubungan terkesan sudah serius,
Kadang-kadang orang tetap bertahan dengan pasangan yang sama sekali tidak memberi rasa nyaman karena merasa malu jika sampai putus. Tak tahan dengan omongan orang yang mencibir hubungan singkat kamu maka memilih bertahan menderita dalam tali kasih yang sudah timpang tersebut. Bagaimana efeknya? Dijamin akan berdampak buruk bagi psikis maupun fisik kamu karena sejak lama mulai mempertanyakan kalau dia bukan jodoh yang tepat.

Buang rasa malu tersebut jauh-jauh dan dewasalah dalam menanggapi omongan orang yang tidak enak masuk ke telinga. Toh, yang menjalani hubungan cinta ini kamu sendiri dan kalau tidak nyaman lagi mau dikata apa? Tentunya kamu butuh pendamping yang memberi rasa nyaman, jadi jangan ragu untuk memutuskan hubungan meski sudah terkesan serius. Tak sedikit pasangan yang membatalkan pernikahan karena menjelang hari H baru sadar keputusan ini kesalahan yang deritanya seumur hidup.

Galau memang boleh namun jangan sampai berlebihan, sebab orang yang dewasa adalah yang mampu mengubah galau menjadi motivasinya. Berbicara masalah jodoh erat kaitanya dengan perasaan dan usahakan memilih pasangan yang memang Anda cintai dan memberi rasa nyaman. Tak perlu ragu meminta putus atau mengucapkan kata putus, dan jangan galau berkepanjangan karena jodoh sudah ada yang mengatur.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here