Musim Ajaib Bagi Leicester City

0
135
sumber: bola.net

Liga Premier Inggris bisa dibilang menjadi liga yang paling kompetitif di dunia. Bahkan banyak para pelatih top dunia yang beranggapan bahwa bukan hal mudah untuk bisa menaklukkan liga inggris. Liga yang sangat mengedepankan kecepatan dan permainan keras ini sangat akrab dengan jawara langganan seperti Manchester United, Chelsea, Arsenal, hingga yang terbaru Manchester City.

Namun, musim 2015/2016 menjadi musim yang sangat berbeda bagi liga premier bahkan dunia. Langkah kecil The Foxes berhasil mengejutkan persepakbolaan jagad raya.

Perjuangannya dimulai dari tahun 2013 ketika mereka gagal memenangkan laga Play-off melawan Watford. Harapan mereka untuk berlaga di kasta tertinggi liga ratu Elizabeth itupun pupus oleh gol menit akhir yang berhasil disarangkan pemain lawan. Namun, dengan keyakinan yang sangat kuat, Leicester berhasil lolos ke Liga Utama Inggris pada musim berikutnya. Pada tahun 2014, The Foxes menjadi jawara divisi championship. Tanpa play-off mereka sukses melesat indah menuju kompetisi yang mereka idamkan.

Petualangan menuju gelar premier league mulai mereka tapaki, namun sayang pada musim debutnya mereka harus berjuang di zona degradasi. Melalui perjalanan terjal dan penuh rintangan, Leicester berhasil lolos dari jurang degradasi di tahun 2015.

Langkah selanjutnya yang mereka ambil yaitu memecat pelatih Nigel Pearson dan menggantinya dengan juru taktik terkenal asal Italia, Claudio Ranieri. Saat itu banyak pihak yang meragukan langkah The Foxes dalam merekrut seorang pelatih, mereka mengakui bahwa Ranieri adalah pelatih dunia yang hebat, namun tidak untuk Leicester. Bagi orang-orang tersebut Leicester sudah mengambil langkah yang keliru.

Seakan membungkam kritikan pedas orang-orang itu, Ranieri sukses menghadiahkan kemenangan demi kemenangan bagi Leicester City. Asa mulai bangkit, misi sesungguhnya mulai mereka rajut.

Pada awal musim tersebut, salah satu tim yang sama sekali tak difavoritkan juara bisa memimpin klasemen sementara liga utama inggris. Meskipun banyak nama-nama besar seperti Arsene Wenger, Sir Alex Ferguson, hingga Gary Lineker yang meragukan konsistensi tim ‘kuda hitam’ itu. Namun inilah Leicester City, dimulai dari kemenangan-kemenangan kecil hingga kemenangan melawan raksasa Inggris adalah bukti nyata The Foxes bahwa mereka akan mampu merengkuh trophy Liga Premier pertama mereka sejak dibentuknya tim 132 tahun lalu. Benar saja, Tim yang dimotori oleh Jamie Vardy dan Riyadh Mahrez waktu itu terus merangsak mulus melewati hadangan-hadangan tim lainnya. Bahkan tercatat bahwa Jamie Vardy telah mengukir rekor dengan mencetak gol dalam 11 pertandingan secara beruntun.

Liverpool, Chelsea, hingga Manchester City pernah menjadi korban keganasan tim asuhan Claudio Ranieri tersebut. Leicester City benar-benar mengukir sejarah baru dalam sepakbola. Wes Morgan berhasil mengatur para rekannya untuk terus bermain konsisten. Nama-nama lain seperti Drinkwater, Kante, dan Cristian Fuchs pun menjadi kawanan yang sukses membawa serdadu Ranieri tangguh dari serbuan lawan-lawan mereka.

Mulai dari 22 kemenangan, lolos ke liga champions, keberingasan Vardy, hingga Ranieri yang membuktikan kualitas kepelatihannya, itu semua merupakan beberapa fakta dan prestasi gemilang yang berhasil dicapai oleh The Foxes. Bahkan, banyak yang menyebut bahwa Leicester adalah tim yang berasal dari negri dongeng, mereka datang bukan sebagai apa-apa hingga akhirnya berhasil meraih trofi liga inggris pertama mereka.

Meski gagal mempertahankan gelar juara, setidaknya Leicester City sudah membuktikan perjuangan dan kerja keras mereka selama semusim penuh.

Itulah kisah sukses dari tim yang berjuluk The Foxes.

“Leicester City, Tim Yang Hadir Hanya Dalam 100 Tahun Sekali”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here