Misteri Tanjakan Pengantin

0
6

Tanjakan Pengantin adalah sebuah ruas jalan dengan medan yang cukup sulit di kawasan Garut Selatan. Lokasinya di Jalan Raya Pakenjeng-Pamulihan, Kampung Cisandaan, Desa Halimun Pananjung, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Menurut masyarakat setempat tempat ini dikenal angker. Disebut tanjakan pengantin, konon di tanjakan tersebut pernah terjadi kecelakaan yang menelan korban jiwa sepasang pengantin. Bahkan, seluruh anggota rombongan yang ikut dengan kedua mempelai juga menjadi korban.

Menurut cerita asal usulnya di tanjakan tersebut dahulu ada seorang gadis desa yang berkeinginan menikah dengan seorang pria. Namun pernikahan tersebut gagal tanpa diketahui penyebabnya. Sang gadis yang merasa putus asa dan depresi akhirnya mengakhiri hidupnya di sekitar tanjakan ini. Tanjakan ini kemudian menjadi sangat angker. Itulah mungkin yang menjadi sebab banyak kecelakaan yang korbannya adalah para pengantin.

Ada mitos yang berkembang sampai sekarang, yang menyatakan jika melewati tanjakan tersebut tidak boleh secara berpasangan dan harus mengucap salam (minta izin lewat) lalu turun dari mobil. kemudian salah satu Pasangan pengantin, baik mempelai pria maupun wanita, harus berjalan kaki terlebih dahulu dan menunggu di ujung tanjakan. Hal ini untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan di tempat tersebut. Setelah selesai kedua mempelai bisa melanjutkan perjalanan menggunakan kendaraan yang ditumpangi.

Di tempat ini kerap terjadi kecelakaan tunggal yang mengakibatkan sepasang calon pengantin atau pun pengantin baru hingga meninggal dunia. Arwah korban pun terkadang sering menampakkan diri kepada pengendara yang melintasi jalan angker ini. Selain itu, tidak hanya pengantin, pengendara yang lain pun banyak yang mengalami kecelakaan di tanjakan ini, tak jarang korbannya sampai meninggal dunia. Sehingga tanjakan ini menjadi menakutkan.

Tidak hanya karena faktor mistis, banyaknya kecelakaan yang terjadi juga disebabkan karena kontur jalan dengan tanjakan dan turunan sepanjang 700 meter tersebut berada di atas tebing yang curam, dengan di sisi kiri jalan adalah sebuah jurang yang sangat dalam, sementara di sebelah kanan terdapat tebing setinggi ratusan meter. Tanjakan ini memiliki medan yang menanjak dengan tingkat kemiringan sekitar 45 derajat. Jika malam hari kondisi jalan akan gelap karena minimnya lampu penerang jalan. Jadi bagi yang melewati tanjakan ini diharapkan untuk sangat hati-hati.


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here