Misteri Rumah Gurita

0
32

Bagi kamu saat sedang berkunjung ke daerah Bandung, tepatnya di jalan Pasteur tepat di belakang hotel Grand Aquila, mungkin Kamu akan melihat sebuah bangunan yang punya desain cukup aneh. Bangunan tersebut adalah Rumah Gurita karena di atasnya terdapat sebuah dekorasi gurita raksasa seperti sedang bergelantungan. Cukup aneh memang, sangat jarang sebuah rumah terdapat patung Gurita di atasnya. Konon terdapat cerita mistis yang menyelimuti rumah tersebut.

Konon seorang mahasiswa ITB lah yang mendesain patung gurita raksasa di rumah tersebut. Hal itu dilakukan atas permintaan seorang warga yang mencintai dunia seni. Warga yang juga merupakan pemilik rumah ini memiliki beragam patung di dalam rumahnya. Sebagai bentuk kecintaannya dalam dunia seni, warga ini bahkan menghiasi kaca rumahnya dengan gambar kartu remi.

Rumah ini dibangun pada sekitar tahun 1980-an. Cukup mudah untuk menemukan Rumah Gurita tersebut karena bangunan itu terlihat cukup jelas dari Jalan Pasteur. Bahkan jika kamu menyeberang, sosok rumah tersohor itu akan terlihat dengan mudah. Untuk menuju kesana, dapat melewati Jalan Sukadamai yang tak jauh sebelum Hotel Grand Aquila. Nanti akan terlihat bangunan besar dengan kaca-kaca gelap yang besar, gambar wajah-wajah orang zaman dulu, kartu domino/remi yang dipajang dalam ukuran raksasa.

Jika kamu masuk ke dalam rumah tersebut maka kamu akan menjumpai banyak cat tembok yang sudah terkelupas dan banyak lumut yang menghiasi rumah tersebut, sehingga seolah-olah rumah tersebut tidak ada yang merawatnya. Menurut warga sekitar pemilik rumah tersebut bernama Frans, namun ia jarang menetap di rumah tersebut karena kesibukannya bekerja di luar kota.

Misteriusnya Rumah Gurita, sempat dituding oleh sejumlah pihak sebagai gereja setan atau tempat pemujaan setan. Hal ini diketahui dari nomor rumah tersebut, yakni enam. Di mana sang pemilik rumah memasang tiga angka enam dalam pola yang berbeda. Sebagai informasi, angka 666 sudah sejak lama dianggap identik dengan simbol iblis. Akhirnya, beredar kabar bahwa rumah ini dijadikan sebagai tempat pemujaan setan. Beberapa isu yang sempat berkembang, jika ingin bergabung dengan sekte sesat itu maka jari orang tersebut akan ditusuk jarum sehingga mengeluarkan darah untuk persembahan kepada setan.

Ada pula isu yang berkembang bahwa di rumah tersebut dijadikan lokasi ritual sesat dan seks bebas. Banyak rumor menyebutkan, anggota pengikut ritual sesat di sana diharuskan melakukan hubungan seks langsung di depan jemaat lainnya. Bahkan, pihak kepolisian pernah melakukan pemeriksaan terkait isu tersebut. Namun dari pemeriksaan kepolisian, mereka sama sekali tak menemukan fakta jika bangunan itu digunakan untuk kegiatan sesat dan seks bebas.

Pak RT setempat pun belum mengetahui jika rumah gurita dijadikan sebagai tempat ritual dan seks bebas, ia hanya tahu bahwa bangunan itu hanyalah rumah biasa yang penghuninya sedang di luar kota. Selain Pak Frans sang pemilik rumah gurita, dikabarkan ada seorang pembantu nenek-nenek berusia diatas 60 tahun yang tinggal di rumah tersebut, namun sang pembantu ini tidak suka berbaur dengan warga sekitar dan jarang membukakan pintu jika ada warga yang mengetuk pintu rumah tersebut, sehingga menjadikan rumah gurita seakan-akan tidak berpenghuni dan terkesan misterius.

Namun, Pak RT justru mempunyai cerita unik, di mana sempat ada seseorang yang ingin mendaftar beribadah di gereja yang diakui di Rumah Gurita itu. Hal itu membuat Pak RT bingung, karena baru kali ini ia mendengar, orang ingin beribadah harus mendaftar dulu. Baginya, cerita tersebut dan isu yang berkembang membuat rumah tersebut semakin misterius.

Itulah kisah misteri Rumah Gurita Bandung, belum ada bukti secara pasti memang jika Rumah Gurita tersebut dijadikan sebagai tempat pemujaan iblis. Penduduk sekitar pun hanya mengetahui jika rumah tersebut hanyalah rumah biasa yang ada penghuninya. Cerita mengenai Rumah Gurita juga sempat diangkat ke layar lebar oleh sutradara Jose Purnomo pada tahun 2014.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here