Misteri Lawang Sewu

0
22

Lawang Sewu atau Pintu Seribu adalah salah satu bangunan bersejarah yang ada di Kota Semarang, Jawa Tengah. Gedung ini merupakan peninggalan pemerintah belanda yang pernah menjajah Indonesia. Gedung lawang sewu saat ini menjadi obyek wisata yang digemari masyarakat, namun di balik bangunannya yang unik dan megah, Konon, gedung peninggalan Belanda ini menyimpan banyak sekali kisah misteri yang bikin bulu kuduk merinding. Lalu bagaimana asal mula bangunan ini disebut sebagai tempat yang angker ?

Sejarah Lawang Sewu

Gedung Lawang Sewu yang terletak di Komplek Tugu Muda, Jl. Pemuda, Sekayu, Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah ini dibangun pada masa penjajahan Belanda. Pembangunan gedung Lawang Sewu melibatkan dua arsitek asal Belanda yaitu Prof. Jacob F. Klinkhamer dan Bj. Queendag, Pembangunannya dimulai dari tanggal 27 februari 1904 hingga 1907. Pembangunan diawali dengan penggalian tanah sedalam 4 meter kemudian menggantinya dengan lapisan vulkanis yang membuat bangunan ini jadi anti gempa.

Bangunan pertama yang dikerjakan adalah rumah penjaga dan bangunan percetakan, dilanjutkan dengan bangunan utama. Setelah dipergunakan beberapa tahun, perluasan kantor dilaksanakan dengan membuat bangunan tambahan pada tahun 1916 – 1918. Semua bahan bangunan didatangkan dari Belanda, kecuali batu bata, batu alam, dan kayu jati. Tidak heran jika berada di sana, kamu akan merasakan gaya arsitektur Belanda.

Setelah bangunan gedung selesai didirikan, pada masa itu Gedung Lawang Sewu dijadikan sebagai kantor administrasi Indische Spoorweg Maatscappij (NIS) yaitu sebuah perusahaan kereta api swasta asal Belanda. Kantor NIS awalnya berada di stasiun Semarang, tapi karena tempat itu tidak mencukupi ditambah dengan pertumbuhan jaringan yang pesat serta bertambahnya kebutuhan ruang kerja, pemerintah Belanda akhirnya memutuskan membangun gedung baru, dan gedung baru itu lah yang disebut sebagai lawang sewu.

Ketika Jepang mengambil alih Pemerintahan Belanda di Indonesia pada tahun 1942, ruang bawah tanah gedung lawang sewu yang sebelumnya merupakan saluran pembuangan air disulap menjadi penjara bawah tanah dan tempat penyiksaan tentara belanda serta tentara indonesia. Sejak saat itu Gedung Lawang Sewu dijadikan sebagai tempat pengawasan angkatan darat jepang.

Di masa awal kemerdekaan Indonesia, tidak lantas secara otomatis membuat gedung ini jatuh ke tangan Indonesia. Gedung ini juga menjadi saksi bisu dari pertempuran sengit antara Angkatan Pemuda Kereta Api (AMKA) melawan Tentara Kempetai dan Kidobutai dari Jepang pada peristiwa pertempuran lima hari di semarang dari tanggal 14 oktober s/d 19 oktober 1945. Pertempuran ini dilakukan demi mengambil alih jalur kereta api. Setidaknya, belasan pejuang Indonesia gugur dalam pertempuran ini dan dimakamkan tepat di halaman gedung.

Gedung lawang Sewu sebenarnya hanya memiliki 429 pintu dengan daun pintu lebih dari 1200. Sebagian pintunya memiliki 2 daun pintu, sebagian lagi memiliki 4 daun pintu, yang terdiri dari 2 daun pintu jenis ayun dengan engsel, ditambah lagi dengan 2 daun pintu jenis sliding door/pintu geser. Masyarakat setempat menyebutnya Lawang Sewu karena bangunan tersebut memiliki pintu yang terlihat sangat banyak, meskipun kenyataannya jumlah pintunya tidak mencapai seribu. Bangunan ini memiliki banyak jendela yang tinggi dan lebar, sehingga masyarakat sering menganggapnya sebagai pintu (lawang).

Namun dibalik kemegahannya gedung lawang sewu ternyata memiliki banyak cerita mistis di dalamnya. Konon di setiap ruangan gedung lawang sewu terdapat makhluk halus yang mendiami tempat tersebut.

Penampakan yang kerap muncul di lawang sewu adalah hantu Noni Belanda. Konon kemunculan hantu noni belanda kerap di barengi oleh jeritan misterius. Menurut kabar yang beredar, jeritan itu berasal dari Noni Belanda yang ketakutan ketika tentara Jepang membantai tentara Belanda secara kejam.

Kemudian kisah misteri lain adalah suara teriakan pada malam hari dari sebuah sumur tua yang terletak di halaman utama gedung lawang sewu, Menurut kabar, sumur inilah yang dipakai oleh tentara Jepang untuk menyiksa tentara Belanda. Sehingga arwah tentara belanda gentayangan dan kerap terdengar suara-suara berteriak minta tolong dari bawah sumur tersebut. Padahal, sumur tersebut dikunci dan tidak pernah dibuka.

Selain itu,di ruang utama sering terlihat sosok penampakan tangan hitam besar yang menutupi jendela, kemudian di bagian sudut-sudut langit utama terdapat penampakan orang yang suka menyenter di malam hari. ada pula penampakan sosok hantu dengan wajah yang sangat menyeramkan.

Cerita mistis berikutnya yang terjadi di lawang sewu adalah keberadaan lorong yang berada di bawah gedung, konon pada saat jepang menjajah indonesia lorong ini digunakan sebagai penjara. Kondisi lorong ini cukup sempit hanya berukuran 60 cm x 1 M. sehingga banyak tahanan yang tewas karena harus berdesakan di dalam penjara tersebut. Setelah itu, mayat para tahanan akan dibuang ke sungai terdekat. Akibat dari penyiksaan keji ini, makanya sering tercium bau-bau aneh dari ruang penjara, termasuk bau anyir darah. Penampakan-penampakan yang lain pun kerap terjadi di gedung tersebut seperti penampakan kuntilanak atau genderuwo.

Setelah cukup lama dikosongkan dan tidak terurus akhirnya gedung ini dilakukan pemugaran yang memakan waktu cukup lama. Hingga pada akhirnya pemugaran selesai pada tahun 2011, dan di tahun itu juga secara resmi gedung lawang sewu dibuka untuk umum pada tanggal 5 juli oleh presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. Walaupun terkenal akan keangkerannya, gedung ini cukup banyak pengunjung yang penasaran akan cerita-cerita sejarah dan kisah misteri yang menyelimutinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here