Misteri Hantu Jenglot

0
8

Jenglot adalah figur hominoid yang berukuran kecil sekitar 10-17 cm yang memiliki ciri khas berkulit gelap dengan tekstur kasar seperti mumi,berwajah seperti tengkorak dan bertaring mencuat, serta memiliki rambut, panjang rambutnya biasanya melebihi panjang tubuhnya dan kuku yang panjang bisa mencapai 2cm atau lebih, matanya berwarna hitam semua, tidak bisa berkedip. Jenglot ada yang mati, tapi ada juga yang hidup, jenglot yang hidup menghisap darah. Jenglot banyak ditemukan di berbagai wilayah Indonesia seperti di Bali, Jawa dan Kalimantan. Masyarakat Indonesia meyakini jenglot sebagai makhluk yang memiliki kekuatan mistis, meminum darah manusia dan dapat mengundang bencana.

Sejauh ini asal usul terkait munculnya jenglot masih belum jelas, misteri jenglot masih menjadi kontroversi. Beberapa versi mengatakan bahwa jenglot adalah penjelmaan dari batara karang, Menurut mitos dulunya Jenglot adalah manusia yang memiliki ilmu batara karang yang tubuhnya makin lama makin mengecil. Batara sendiri berasal dari kata “batr” yang berarti pelindung. Batara berarti “pelindung umat manusia”. Dalam tradisi Hindu di Indonesia, istilah Batara merujuk kepada makhluk supranatural yang memiliki kesaktian untuk melindungi manusia, dan disamakan untuk hal ini, namun tidak sepenuhnya demikian.

Batara Karang sama dengan Jenglot dalam bentuk fisik dan artinya hanya berbeda dalam fungsi dan kegunaannya. Dalam banyak Hal hampir semua Paranormal mengartikan bahwa Batara Karang atau Jenglot adalah Dewanya ilmu Ghoib. Dimana Batara Karang dan jenglot adalah makhluk kecil yang rambutnya tak berbulu, berkulit cokelat yang menjijikan dan tidak pernah bergerak karena badannya kering kerontang mirip daun kering. Jenglot biasa ditemukan di tanah, atap, selokan, bahkan di dalam batang pohon.

Dalam versi lain menyatakan bahwa sebenarnya jenglot adalah orang yang mempelajari ilmu hitam dan apabila orang tersebut mati maka dia akan menjadi jenglot. Ada juga yang percaya bahwa jenglot adalah jin sehingga dalam memberikan makannya tidak perlu memakai darah manusia,cukup dengan minyak japaron.

Menurut Hendra (Orang yang pernah memiliki jenglot), dalam tubuh jenglot masih terdapat kehidupan. Tanda kehidupan itu, menurutnya, dapat dilihat dari bola matanya yang bisa berpindah setiap saat serta rambut dan kukunya yang terus memanjang. Benarkah jenglot dan sejenisnya itu masih hidup atau setidaknya pernah hidup?.  Setelah diteliti secara medis oleh tim forensik Rumah sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Melalui foto sinar rontgen yang hasilnya adalah Jenglot sendiri yakini sebagai benda mati, alias bukan makhluk hidup karena tidak ditemukan unsur tulang (sebagai penyangga organ makhluk hidup). Meskipun jenglot bukan makhluk hidup, tetapi daya spiritual jenglot tetap hidup dan dipelihara oleh masyarakat serta paranormal yang memercayainya. Karenanya jenglot harus tetap diberi makan oleh pemiliknya. Makanan jenglot sendiri konon adalah darah manusia. Tetapi tidak sembarang darah, melainkan hanya darah golongan O dan AB dan juga minyak zafaron.

Namun ada hal yang mengejutkan justru diperoleh dari penelitian DNA lapisan kulit jenglot yang mengelupas. Setelah diilakukan pemeriksaan oleh Dokter Djaja Surya Atmaja dari Universitas Indonesia, ternyata lapisan kulit itu memiliki DNA mirip primata sejenis manusia. Akan tetapi, penyelidikan asal usul jenglot secara medis hanya dihentikan sampai di sana karena pemilik jenglot tidak mengizinkan jenglot dibedah, agar tidak ada hal buruk yang terjadi.

Menurutnya Hendra lagi. Jika melihat dari dimensi kenyataan saat ini, jenglot kini memang hanya tinggal mumi. Namun, ia masih memiliki energi, di mana rambut dan kuku jari terus memanjang. Bahkan, posisi kaki dan tangan pada saat-saat tertentu akan berubah. Jika menyimak dari sisi non realita, maka jenglot memiliki energi yang bisa dirasakan melalui kekuatan supranatural. “Jadi, masih tersisa energi dalam jasadnya yang beku,”.

Itulah cerita mistis jenglot, yang di anggap sebagai hantu dengan wujud sangat kecil yang sering meminum darah manusia, anda boleh percaya atau tidak.

 


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here