Misteri Bus Tingkat, Seorang Nenek Tua Melarangku Duduk Di Atas

0
129
alamisteri.com

Wati merupakan seorang karyawan di suatu perusahaan. Wati selalu di jadikan tangan kanan dari atasannya. Dan dia pun sebagai seorang karyawan perusahaan yang selalu di percaya oleh bos nya meskipun jam kerja nya sudah habis. Wati di berikan tugas kepada bos nya untuk mengantarkan sebuah paket ke sebuah gudang tua di ujung kota. Perjalanan kesana pun membutuhkan waktu sekitar setengah jam dan satu-satunya jenis kendaraan umum yang ada adalah bis bertingkat yang sudah tua dan jalannya tidak cepat.

Pada saat sudah menunggu lama akhirnya wati mendapatkan bus yang ia tunggu-tunggu. Wati pun menaikki bus itu. Di dalam bus itu hanya ada beberapa orang saja yang ia lihat. Wati terus melangkah menuju tangga karena dia memutuskan untuk duduk di tingkat atas saja. Namun saat dia melangkah, langkah wati di hentikan oleh seorang nenek keriput yang duduk di dekat tangga tersebut. Kemudian sang nenek tersebut melarangnya untuk duduk di atas. Nenek tersebut mengatakan jika di atas berbahaya.

Wati pun kaget saat nenek tersebut menghentikan langkahnya. Wati pun tidak jadi duduk di bagian atas bus itu karena wati membayangkan hal-hal yang mengerikan yang bisa terjadi. Wati pun memilih sebuah bangku yang berada jauh dari tangga. Pada perjalanan 30 menit yang begitu menegangkan itu pun akhirnya dapat ia lalui. Wati pun sampai pada tempat tujuannya, ketika bus bertingkat itu berhenti di sebuah halte wati turun sambil menarik nafas lega, sementara bus itu kembali melanjutkan perjalanannya.

Kemudian satu minggu berikutnya wati kembali di berikan tugas oleh atasannya untuk mengantarkan sebuah paket kembali ke gudang yang sama. Wati pun kembali lagi ke halte bus yang kemarin. Wati pun menaikki bus yang sama yaitu bus bertingkat. Setelah menunggu lama bus tingat yang ia tunggu-tunggu akhirnya datang juga. Wati pun melihat penumpang bus yang hanya ada beberapa orang saja. Wati pun berjalan kea rah tangga dan ia pun kembali lagi di hentikan oleh nenek-nenek keriput itu yang duduk dekat tangga. Nenek itu pun adalah nenek yang sama saat ia menaikki bus di hari sebelumnya.

Kembali lah nenek itu mengatakan jika jangan naik ke atas karena berbahaya. Wati pun kembali teringat dengan pengalamanya kemarin. Wati pun merasa takut dan lebih memilih untuk duduk di bangku yang agak jauh dari tangga. Setelah menempuh perjalanan selama 30 menit, bus itu pun akhirnya berhenti di halte tujuan wati. Wati turun dengan hati yang cukup lega.

Dan bis yang di naikkinya pun kembali melanjutkan perjalanannya. Dan di malam tahun baru yang seharusnya untuk dinikmati bersama sang kekasih, akan tetapi wati kembali lagi harus bekerja dan di berikan tugas lagi oleh atasannya untuk mengantarkan paket kembali ke gudang yang sama dengan gudang yang ia antar sebelumnya, apalah daya sebagai seorang karyawan kepercayaan atasannya di perusahaan itu wati pun harus mau menjalankannya meskipun itu malam tahun baru.

Wati pun seperti biasa menunggu bus bertingkat yang biasa ia naikki selama ini saat mengantar barang. Ketika wati menunggu bus itu wati melihat sekelilingnya yang terlihat ramai dan meriah. Keramaian dan hiasan berwarna menghiasi sudut-sudut jalan. Ketika bus bertingkat yang dia tunggu datang, wati pun naik. bus itu adalah bus yang sama dengan yang ia naikki kemarin saat barang di antar. Wati pun melihat kea rah bangku di dekat tangga dan benar saja, nenek-nenek yang sama dengan yang ia liat waktu itu terlihat olehnya sedang duduk di situ. Wati lalu mendekati nenek keriput tersebut. Wati pun berkata pada nenek tersebut bahwa sebelum nenek keiput ini berkata apa-apa, wati mendahuluinya. Wati pun bilang pada nenek itu jika wati akan tetap naik dan duduk di atas meskipun nenek itu memperingatkannya.

Menurut dirinya bahwa hari ini merupakan malam imlek dan suasana kota begitu ramai jadi ia pun tidak takut akan suatu apapun. Tanpa menunggu lama dan mendengar jawaban nenek itu wati pun langsung naik ke atas. Diatas tidak ada satu pun penumpang yang duduk. Wati pun memilih duduk di dekat jendela dan menunggu dengan perasaan tegang. Tetapi setelah perjalanan berlalu selama 30 menit berlalu, tidak terjadi apa-apa pada dirinya.

Dan akhirnya wati pun sampai di tempat tujuan dan bus itu berhenti di sebuah halte. Wati pun turun dari tingkat atas dan mencari si nenek keriput di dekat tangga. Setelah ia bertemu dengan si nenek tersebut, wati pun menanyakan kepada nenek itu kenapa nenek itu selalu melarangnya saat ia akan duduk di atas? Dan ia berkata jika di atas tidak ada apa-apa dan sang nenek pun menunjukkan jarinya ke atas dan bilang jika di atas itu berbahaya nak karena di atas itu tidak ada supirnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here