Misteri Alas Roban

0
44

Alas Roban, Itulah namanya. Sebuah Hutan yang ada di kabupaten Batang. Bagi masyarakat luar jawa mungkin masih asing dengan tempat ini, tapi bagi masyarakat Jawa, khususnya masyarakat Jawa Tengah, Alas Roban adalah tempat paling angker yang ada di jawa tengah.

Semua cerita mengerikan bisa Kamu temukan di daerah yang terletak di Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang Provinsi Jawa Tengah ini. Mulai dari pembunuhan, kecelakaan misterius, hingga penampakan menyeramkan seperti sebuah hal biasa di Alas Roban.

Di dalam Alas Roban sendiri ada jalan untuk menghubungkan kota-kota antar provinsi. Jalanan itu sendiri dibuat di masa penjajahan Belanda. Cerita mistis mengenai jalan alas roban menjadi kenangan tersendiri bagi orang yang pernah melewatinya. Lantas Bagaimana asal-usul alas roban yang melegenda tersebut, sehingga menjadi tempat yang angker.?

Dahulu di masa penjajahan Belanda menjadi masa dimana Banyak jalan raya di bangun, tak terkecuali jalan alas roban. Jalan yang lebih dikenal dengan sebutan De Grote Postweg yang berarti Jalan Raya Pos ini dibangun untuk tujuan pembangunan infrastruktur sebagai dampak dari pertumbuhan penduduk. Jalan pantura di alas roban pertama kali dibangun pada tahun 1808 Masehi. Pada saat itu, seorang Gubernur Hindia Belanda ke 36, Gubernur Jendral Herman Willem Daendels berusaha untuk memanfaatkan hutan belantara Alas Roban agar dijadikan sebagai jalan yang menghubungkan perekonomian antara kota maju dengan kota terpencil di provinsi Jawa Tengah.

Pembuatan jalan raya ini banyak orang pribumi yang terlibat. Selama tiga tahun masa pengerjaannya, banyak orang pribumi yang dipaksa kerja rodi atau kerja paksa di bawah perintah pemerintahan Belanda. Mereka tidak di gaji, tidak diberi minum bahkan tidak diberi makan. Untuk membangun jalan ini memang usahanya luar biasa karena orang pribumi harus membelah gunung, membabati sebagian hutan dan membikin jalannya. Saking beratnya pekerjaan tersebut, akhirnya banyak orang pribumi yang tidak kuat karena kelelahan hingga akhirnya meninggal di tempat. Bahkan mayat-mayat mereka dibuang begitu saja di pinggir jalan, tak heran jika banyak penampakan makhluk halus di area jalan alas roban tersebut. Selain itu, pembangunan jalan ini juga menyebabkan pohon-pohon di alas roban banyak yang rusak.

Di Alas Roban juga dikenal sebagai tempat pembuangan mayat, tepatnya di era tahun 1980-an. Hal ini dilatar belakangi oleh tragedi petrus atau penembakan misterius yang pernah terjadi di alas roban. Penembakan tersebut banyak menyebabkan orang meninggal. Bahkan mayat-mayat yang menjadi korban petrus tersebut dibuang di daerah hutan Alas Roban. Tempat yang sepi dan jarang dilalui banyak orang, membuat orang lain tak mengetahui siapa yang membuang mayat-mayat tersebut.

Konon katanya, ada yang menyebutkan jika mayat-mayat yang dibuang di Alas Roban itu dengan segera akan lenyap. Banyak yang menduga jika mayat tersebut dimakan hewan buas, namun ada juga rumor jika mayat itu diambil oleh makhluk misterius. Namun apapun faktanya yang jelas Alas Roban menjadi tempat yang menakutkan.

Misteri keangkeran alas roban yang lain adalah tentang penampakan sesosok wanita berambut panjang yang sering berdiri di tepi jalan. Hantu tersebut akan menganggu pengendara yang lewat. Penampakan-penampakan yang lain juga sering terlihat seperti hantu pocong, genderuwo, dan hantu menyeramkan lainnya.

Jalan alas roban juga menjadi area yang sering terjadi kecelakaan. Banyaknya kecelakaan yang terjadi di alas roban konon disebabkan oleh penampakan arwah-arwah gentayangan yang menyebabkan sang pengendara tidak fokus dan akhirnya terjadi kecelakaan, tak sedikit orang yang meninggal dunia. Menurut beberapa pengalaman dari warga, ada pantangan yang harus di taati jika ingin selamat melewati alas roban. Diantaranya adalah lebih baik jangan melewati alas roban pada malam hari, karena kebanyakan para makhluk halus akan muncul di malam hari dan akan menganggu perjalanan anda.

Kemudian jika anda bertemu atau melihat sesuatu yang ganjil usahakan tidak usah peduli dan tetap tenang. Bahaya jika anda terlalu peduli dengan apa yang anda lihat karena bisa mengganggu konsentrasi anda karena anda etakutan. Tak hanya itu, jika sudah termakan ketakutan biasanya godaan-godaan makhluk halus berikutnya akan datang secara beruntun.

Menurut beberapa penuturan dari warga setempat, banyaknya kecelakaan yang terjadi di alas roban bisa jadi di sebabkan oleh kondisi jalan yang cukup curam dengan banyaknya tikungan yang tajam dan kondisi jalan yang licin. Pengendara yang melewati alas roban dengan kecepatan tinggi kemungkinan besar akan mengalami kecelakaan, maka dari itu harus tetap berhati-hati.

Di antara sekian banyaknya kisah mistis mengenai Alas Roban, ada sebuah cerita yang sampai saat ini masih terkenal di kalangan masyarakat yang tinggal di sekitar Alas Roban. Kejadian ini dialami oleh Brodigyo di tahun 1996. Cerita bermula ketika Brodigyo mengendarai sepeda motornya dari Tegal hendak menuju ke Surabaya. Brodigyo melewati jalan di Alas Roban pada saat kondisi jalan itu masih sempit dan belum ada penerangan sama sekali. Suasana semakin mencekam tatkala saat jarum jam sudah menunjukkan pukul 12 malam dan hujan sedang turun membasahi jalanan yang dilewati Brodigyo.

Namun, mengingat ia harus segera tiba di Surabaya, Brodigyo tetap memacu sepeda motornya dan memasuki Alas Roban. Kejanggalan mulai dirasakan Brodigyo saat ia melihat ada sebuah kendaraan besar seperti bus yang mengikutinya dari belakang. Lampu bus itu menyorot tajam ke arah Brodigyo seperti hendak menyalip. Anehnya, ketika Brodigyo berjalan lambat dan sedikit menepi, bus itu tidak kunjung mendahului. Ketika Brodigyo akan melihat bus itu dari kaca spion motornya, betapa kagetnya ia saat melihat tampilan bus itu seperti bus pada tahun 1970-an yang sudah nampak usang.

Seketika Brodigyo ketakutan dan mempercepat laju motornya. Bus misterius itu juga terus mengikuti Brodigyo dengan kecepatan yang tinggi. Saking kencangnya, bus itu menabrak Brodigyo, namun anehnya Brodigyo tidak apa-apa, justru bus itu menghilang tanpa jejak. Akhirnya, Brodigyo beristirahat sejenak di perkampungan terdekat dengan Alas Roban. Beliau menceritakan pengalaman mistisnya ini kepada masyarakat setempat. Sepertinya, masyarakat di sini pun sudah mengerti bahwa peristiwa tersebut sudah pernah terjadi sebelumnya.

Cerita mengenai alas roban rupanya tidak hanya tentang misteri saja, namun jalan raya Alas Roban pernah dikenal rawan tindak kejahatan. Jalur yang berkelok-kelok dan panjang membuat pengendara takut melewati jalan tersebut sendirian jika malam hari.

Banyak tindakan kejahatan mulai dari begal sampai bajing loncat. Saking rawannya, banyak kendaraan yang tidak berani melintasi alas roban pada malam hari. Biasanya untuk kendaraan yang datang dari arah timur Semarang akan berhenti di depan Pasar Plelen. Sementara yang dari arah barat atau jakarta beristirahat di Banyuputih. Mereka baru berani melintasi jalan Alas Roban ketika sudah waktu ba’da subuh. Kalau pun ada yang berani melintas malam hari, harus menunggu kendaraan lainnya. Minimal enam kendaraan.

Selain itu, Pada tahun 1990-an hingga tahun 2000-an, untuk mengurai kian padatnya arus lalu lintas yang melintasi Alas Roban, dibangunlah dua jalur baru di sisi utara dan selatan jalan lama. Satu jalan tegak lurus lebih pendek tapi menanjak dan satunya lagi jalan melingkar yang landai. Dua jalur baru yang telah membabat sekitar 19 hektare hutan Alas Roban itu mempercepat waktu tempuh kendaraan yang melintas di sana. Kedua jalan baru itu juga membuat kawasan Alas Roban terbuka dan makin ramai.

Sekarang cerita mistis dan rawan kejahatan di alas roban secara perlahan mulai hilang di benak masyarakat. Jalan raya Alas Roban lambat laun mulai ramai baik dilalui oleh mobil atau motor. Dan, di sekitar pinggir jalan kini juga sudah banyak orang menjual makanan dan minuman.

Itulah kisah misteri alas roban. Jika anda penasaran silakan anda bisa melewatinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here