Mengapa Ukuran Bathtub Dibuat Lebih Pendek Dari Tinggi Manusia?

0
21

Meski kebanyakan orang Indonesia mandinya pakai bak mandi dan gayung bentuk love, tapi nggak apa-apa kan kalau hari ini kita membahas Bathtub?

Seperti yang udah kita tahu, budaya mandi dalam bathtub adalah kebiasaan yang dilakukan oleh orang-orang Barat. Sedangkan, di negara kita, yang menggunakan bathtub bisa dibilang hanya orang-orang tertentu dan dari kalangan menengah ke atas.

Kalau kaum menengah ke bawah ingin merasakan sensasi mandi dalam bathtub cukup beli ember yang besar terus isi air, nyemplung deh. Jadilah bathub dengan kearifan lokal. 😀

Oke, balik lagi.

Pertama-tama, kita akan mengulas mengenai sejarah bak mandi.

Ternyata, sejarah bak mandi ini sudah ada ribuan tahun lalu. Tercetusnya ide mengenai bak mandi muncul 5000 tahun silam, tak lama kemudian di Lembah Indus Kuno di India ditemukan sistem perpipaan pertama.

Awalnya dari tong kayu dan baskom tembaga, hingga akhirnya ada bak mandi berbahan porselen modern, yang biasa dipakai oleh kaum menengah atas.

Lalu dalam 200 tahun terakhir, bak mandi untuk masyarakat umum semakin hits dan dikenal luas.

Di Eropa, rata-rata bak mandinya terbuat dari besi, timah, dan tembaga dengan dilengkapi kaki cakar.

Lalu, di awal abad 20-an, orang-orang mulai menyadari bahwa porselen dapat digunakan sebagai bak mandi dengan kualitas yang lebih baik dibandingkan besi. Selain lebih tahan lama, bak mandi berbahan dasar porselen juga lebih mudah dibuat dan dibersihkan. Perlahan tapi pasti keberadaan bak mandi porselen menggantikan bak mandi berbahan dasar besi.

Lalu, di pertengahan abad 20, karena daya tahannya dan dinilai lebih ringan, tabung fiberglass mulai dijadikan standar.

Dan sekarang, dari semua bathtub berkaki cantik yang pernah kalian lihat, sadar nggak kalau panjang bathtub selalu lebih pendek dibandingkan dengan tubuh kita?

Kalau dipikir-pikir lagi kira-kira kenapa ya bathtub harus didesain seperti itu, padahal kan dengan ukuran yang lebih pendek dari tubuh kita, membuat kita nggak bisa masuk ke dalam bathtub sepenuhnya dan akan membuat kita nggak nyaman karena kaki kita jadi menggantung?

Usut punya usut, ternyata desain bathtub yang lebih pendek dari ukuran tubuh kita ini punya alasan khusus lho.

Yang paling utama jelas karena faktor keamanan.

Kita semua tahu mandi adalah suatu aktivitas yang nggak hanya fokus untuk membersihkan diri, tapi juga sebagai sarana relaksasi.

Berendam dalam bathtub sambil menikmati aromaterapi tentu kombinasi sempurna, tapi saat kita jadi terlalu terbawa suasana dan terlalu nyaman bisa bikin kita lupa bahwa kita sedang dalam bathtub. Hal buruk yang bisa saja terjadi adalah terpeleset ke dalam air.

Meski terpeleset, karena desain bathtub yang lebih pendek dari tubuh kita, kita nggak akan tenggelam karena kaki kita masih menggantung yang berguna untuk menopang tubuh.

Dengan begitu, bathtub pendek bisa membuat kita terhindar dari kecelakaan. Yah, meski kecil kemungkinannya terjadi pada orang-orang yang tinggi, tapi ini sangat berguna untuk orang-orang yang dikaruniai tubuh kurang tinggi.

Alasan berikutnya, kenapa bathtub lebih pendek dari tinggi manusia adalah karena kebanyakan orang-orang di dunia, menghubungkan aktivitas mandi dengan anak-anak dibandingkan dengan orang dewasa.

Banyak anak kecil yang senang mandi dengan cara nyemplung ke dalam bathtub, sedangkan orang-orang dewasa lebih senang langsung mandi menggunakan shower.

Kesimpulannya, karena kebanyakan yang memakai bathtub adalah anak kecil, maka desain bathtub memang sengaja dibuat lebih pendek dari ukuran tinggi badan manusia dewasa supaya pas.

Alasan berikutnya, adalah dari segi biaya.

Menggunakan bathtub berukuran standar akan lebih menghemat biaya. Karena di beberapa kasus, meski mampu membeli bak mandi yang lebih bagus dari yang berbahan standar, biaya buat pasang dan tetek bengeknya bisa lebih mahal.

Dan kalau ingin bathtub dalam desain khusus, harga bathtub bisa berkali lipat lebih mahal dari yang biasa.

Kalau dipikir-pikir lagi, ngabisin duit untuk sebuah bak mandi yang mungkin jarang dipakai, kayaknya kurang bijak dan bisa disebut pemborosan. Iya kan?

Alasan terakhir kenapa bathtub didesain dalam ukuran yang lebih pendek adalah untuk menghemat ruang.

Sebagian besar ruangan rumah atau apartemen dirancang dalam ukuran standar, tentu saja ukuran kamar mandinya juga diukur dengan ukuran bak mandi standar. Memaksakan ukuran bathtub yang lebih besar dari ukuran standar tentu akan mengganggu tata letak ruangan.

Karena setiap inchi ruangan dalam rumah itu sangat berharga. Jadi, dengan desain bak mandi ukuran standar akan memberikan kesan eksterior dan sisa ruangnya bisa digunakan untuk hal lain yang lebih penting.

Yaah, kira-kira seperti itulah sekelumit ulasan ‘kenapa ukuran bathtub lebih pendek dari tinggi manusia’. Kalau kalian lebih senang mandi pakai bathtub atau pakai gayung bentuk love nih?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here