Mengapa Oleh-Oleh dari Pakansari Berpengaruh Besar bagi Karier Son Heung Min?

0
128

Karier Son Heung Min mungkin sedang berada dalam fase puncak. Ia dicintai publik Tottenha Hotspur berkat konsistensinya meneror pertahanan lawan di Liga Inggris. Ia tak diragukan lagi juga merupakan pemain terbaik Korea Selatan saat ini. Akan tetapi, para penggemarnya waswas mengingat ia terancam menghilang dari jagad sepak bola selama dua tahun.

Hukum Korea Selatan mengatakan semua pemuda harus mengikuti wajib militer selama 21 bulan sebelum berusia 28 tahun. Son Heung Min sudah berusia 26 tahun per tahun ini dan telah diikat Tottenham Hotspur hingga 2023, tetapi belum menunaikan kewajiban terhadap negaranya tersebut. Praktis karier profesional Son diambang ketidakpastian hingga ia mampu “mengganti” kewajibannya itu dengan sebuah prestasi bagi negaranya.

Mekanisme “penebusan” ini bisa dilakukan oleh seorang olahragawan. Skuad Korea Selatan yang mencapai semifinal di Piala Dunia 2002 dibebaskan dari kewajiban ini. Di masa karier Son, sebenarnya terdapat dua tim yang sudah berhasil menebus ini: skuad Olimpiade 2012 yang meraih medali perunggu (gelandang Newcastle Ki Sung yeung termasuk salah satunya) tetapi Son tidak dipanggil, serta skuad Asian Games 2014 yang meraih emas tetapi Son tidak diperbolehkan ikut oleh klubnya waktu itu, Bayer Leverkusen.

Situasi ini makin runyam setidaknya hingga ia tiba di Indonesia dan mengarungi Asian Games 2018 lalu. Son mendarat di Jakarta setelah memainkan pertandingan pertama Liga Inggris musim ini dan melewatkan pertandingan pertama Korea Selatan di fase grup. Son, yang sebelumnya memperkuat Korea Selatan di Piala Dunia 2018, mengapteni anak-anak muda negeri ginseng dalam rangka mengulang sukses empat tahun sebelumnya.

Di laga final yang berlangsung di Stadion Pakansari, karier Son dipertaruhkan saat pada waktu normal berakhir skor masih kacamata. Namun Son yang terlihat kelelahan masih punya banyak amunisi untuk mengobrak-abrik timnas Jepang, Ia mengkreasi dua gol Korea di babak perpanjangan waktu untuk memastikan medali emas akan dikalungkan kepada dirinya.

Medali emas pada akhirnya berhasil direbut pada malam emosional di Pakansari. Son bisa bernafas lega, Spurs juga tak perlu mengkhawatirkan kontraknya, dan penggemarnya juga bersiap menyambut karier yang lebih cerah bagi idolanya.

Musim ini, skuad Tottenham dirasa kelelahan akibat musim panas yang sangat menguras tenaga (akibat Piala Dunia). Melihat skuad ini didera badai cedera pada pertengahan musim ini, kita bisa menunggu ledakan-ledakan berikutnya dari bintang Korea Selatan yang sedang bergelora ini…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here