Menelusuri Mengapa Atletico Madird Bermain Seperti “Itu”

0
127

Menjadi jelas bahwa Atletico Madrid berhasil mengoyak duopoli Liga Spanyol oleh Real Madrid dan Barcelona berkat tangan dingin pelatih Diego Simeone. Semenjak menduduki kursi taktik Atletico pada awal 2011, ia mengubah Atletico menjadi tim ganas yang tak hanya ditakuti seantero Spanyol, melainkan juga telah menjejak puncak tertinggi Eropa. Di bawah Simeone, Atletico telah menjuarai Liga Spanyol, Liga Europa, dan dua kali lolos ke final Liga Champions.

Atletico versi Simeone juga lekat dengan gaya main yang begitu: jelas tak seindah Barcelona, tapi punya daya juang layaknya prajurit di medan perang. Tak sekali dua kali Simeone memerintahkan anak buahnya untuk menjegal lawan dengan keras. Ia menguatkan lini pertahanan, merapatkan jarak antar pemain, tapi selalu berusaha menemukan ruang di pertahanan lawan.

Gaya bermain seperti ini, oleh banyak kalangan, mengejawantahkan bagaimana dulu Simeone semasa masih aktif bermain. Simeone mendapat julukan El Cholo karena kegigihannya, jadi ketika tim asuhannya bermain mengikuti arahannya, Atletico disebut sedang menerapkan paham Cholismo.

Kata Cholo sebenarnya merujuk pada hinaan untuk pria Amerika Latin dari kelas rendahan. Namun pada era sekarang, kata tersebut lebih dekat pada maksud “kealotan dan kecerdasan (yang didapat dari) jalanan”.

Simeone yang ketika muda bermain sebagai gelandang, menyebut bagian terbaik dari dirinya diperoleh dari latar belakangnya yang keras: keuletan. “Aku selalu menuntut diri sendiri. Aku menetapkan target dan mencapainya tanpa merasa kacau. Aku juga memahami kekuatanku, dan juga kelemahanku. (Di lapangan), aku selalu berusaha menyembunyikan kelemahanku. Itu hal terpenting yang haris dipahami seorang pesepak bola.”

Dikenal sebagai gelandang tangguh, ia berusaha menerjemahkan filosofinya ke para pemainnya. Dikepung oleh penguasaan bola pendek oleh Barcelona dan keunggulan finansial Real Madrid, Simeone memilih jalan ninja sendiri. Ia meninggalkan estetika, dengan lebih mengedepankan efisiensi yang cenderung brutal.

Gaya main Atletico lebih mengutamakan pertahanan dan berfokus pada kerapatan antar pemain. Sementara tim-tim lain berlomba-lomba menguasai bola, Atletico fasih dalam memburu ruang dan mempertahankan bentuk formasi. Berkat cara pandang ini, catatan pertahanan mereka jadi yang terbaik di Spanyol.

Musim demi musim, metode mereka tetap sama tapi mengalami perkembangan: serangan balik semakin tajam, umpan-umpan semakin kompleks, dan pressing semakin konstan.

Mendekati tahun kedelapan melatih Atletico, Diego Simeone dan cholismo-nya akan semakin bertumbuh…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here