Masa Lalu Kelam Luka Modric Sebelum Menjadi Bintang

0
124

Luka Modric kini menjadi salah satu bintang lapangan hijau milik Real Madrid. Kepemimpinan nya juga berhasil membawa Timnas Kroasia mencapai partai puncak Piala Dunia 2018. Untuk menjadi seorang pemain sepakbola terkenal, bukan hal mudah untuk Modric. Berbagai rintangan terjal kerab ia lalui.

Berikut ini adalah kisah kelam Luka Modric sebelum menjadi bintang..

Luka Modric lahir pada tanggal 9 September 1985 di Zadar Kroasia. Masa kecil Modric akrab dengan ledakan bom dan desingan peluru. Bencana perang Serbia yang ganas juga melibatkan nama Kroasia sebagai negara yang akan dimusnahkan dalam operasi militer yang sangat kejam.

Ketika masih menginjak usia 6 tahun, keluarganya menjadi pengungsi di zona perang. Kakeknya pun juga tak luput dari tembakan. Rentetan senapan pada 9 Desember 1991 di Desa Modrici yang terletak di utara pegunungan Velebit, sebelah utara Dalmatia itu akan selalu diingat oleh Luka Modric. Sama seperti di Syria, perang selalu memberikan duka nestapa.

Keluarga Modric yang mengungsi di Hotel Iz, Kota Zadar harus melalui hari-hari menyedihkan tanpa listrik dan air bersih. Ledakan mortir dan rentetan senapan selalu terdengar dari kejauhan, ditambah lagi ancaman ranjau darat ada di mana-mana. Namun ditengah konflik yang terjadi saat itu tak membuat Modric takut untuk tetap bermain sepakbola. Baginya, sepakbola merupakan sebuah pelarian dari kenyataan.

Awal perjalanan karir sepakbola Modric tak berjalan mulus. Untuk membeli peralatan sepakbola pun Modric tak terlalu mampu hingga sang ayah harus membuatkan pelindung kaki untuk anaknya itu agar bisa bermain bola dengan baik. Ia juga sering tak mendapat kepercayaan pelatih bahkan sempat dibilang terlalu kurus untuk bisa menjadi pemain sepakbola. Hal itu sempat membuat Modric patah semangat.

Namun perlahan tapi pasti, ia terus menapaki perjalanan karir nya di dunia sepakbola. Hingga akhirnya ia direkrut oleh Dynamo Zagreb pada tahun 2003. Sempat dipinjamkan beberapa kali oleh Tim membuat kepercayaan diri dan kemampuan Modric terus meningkat.

Keluarga Modric sendiri memberikan perhatian padanya untuk menekuni sepakbola profesional. Saat perang berakhir, mereka rela untuk menetap di hotel-hotel sempit agar Modric bisa tinggal dekat dengan klub-nya.

Setelah kembali ke Zagreb, ia disebut-sebut sebagai pemain yang memiliki peran penting dalam tim. Berkat permainan impresif nya, karir pria Kroasia ini mulai menemui titik terang. Ia mulai bisa membiayai keluarganya dengan uang yang ia dapat dari hasil bermain bola.

Karir cemerlangnya bersama Zagreb membuat Tim London Tottenham merekrutnya pada tahun 2008. Aksi gemilang yang terus ia tunjukkan menarik minat Real Madrid. Tanpa pikir panjang ia menerima tawaran tersebut. Bersama el Real dirinya berhasil meraih 4 gelar Liga Champions.

Puncak kegemilangan karirnya tak berhenti sampai disitu. Meski sempat dibilang terlalu malu oleh pelatih Kroasia yang dulu, dirinya sukses membawa rekan-rekan senegaranya menapaki partai akbar Piala Dunia 2018.

Dengan segala kemampuan dan keterbatasannya kala itu, tak membuat Modric berhenti untuk mengejar mimpinya. Medan perang di semenanjung Balkan menempanya menjadi kapten Tim Nasional yang fantastis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here