Kisah Lutung Kasarung

0
20

Alkisah, pada zaman dahulu ada sebuah kerajaan bernama Kerajaan Pasir Batang, di daerah Jawa barat. Kerajaan ini dipimpin oleh seorang raja sudah cukup tua bernama Prabu Tapa Agung. Prabu Tapa Agung memiliki tujuh orang putri yaitu Purbararang, Purbadewata, Purbaendah, Purbakancana, Purbamanik, Purbaleuih, dan si bungsu Purbasari.

Purbararang, Putri sulung Prabu Tapa Agung memiliki sifat yang sangat jahat dan pendengki. Sedangkan Purbasari putri bungsunya memiliki sifat yang baik hati. Prabu Tapa Agung merasa dirinya sudah tua dan tidak sanggup lagi memimpin kerajaan, oleh sebab itu pada suatu hari ia mengumpulkan ke tujuh anaknya untuk salah satunya dijadikan sebagai pemimpin kerajaan. Dan akhirnya Prabu Tapa Agung memilih si bungsu Purbasari karena memiliki karakter yang sangat baik dan dianggap cocok memimpin sebuah kerajaan.

Namun putri sulungnya Purbararang tidak setuju adiknya diangkat menggantikan Ayah mereka. “Aku putri Sulung, seharusnya ayahanda memilih aku sebagai penggantinya”, ucap purbararng. Kedengkiannya yang sudah memuncak membuatnya mempunyai niat jahat kepada adiknya.

Sehari setelah pelantikan purbasari sebagai pemimpin kerajaan, Purbararang bersama dengan tunangannya Indrajaya, menemui seorang nenek sihir untuk memanterai Purbasari. Nenek sihir itu memberikan mantra berupa bubuk hitam kepada purbararang. Pada suatu kesempatan mereka berhasil menyemburkan bubuk hitam ke tubuh purbasari sehingga saat itu juga kulit Purbasari menjadi bercak hitam. Dengan itu Purbararang jadi punya alasan untuk mengusir adiknya dari istana.

Suatu saat purbararang berhasil membuat purbasari dicopot dari jabatannya karena menganggap purbasari menerima kutukan sehingga tak pantas menjadi ratu. kemudian purbararang sang putri sulung di angkat menggantikan purbasari. Tak hanya itu, purbararang juga menyuruh seorang prajuritnya untuk mengasingkan Purbasari ke hutan. Sesampai di hutan prajurit tersebut masih berbaik hati dengan membuatkan sebuah tempat tinggal untuk Purbasari. Ia pun menasehati Purbasari, “Tabahlah Tuan Putri. Cobaan ini pasti akan berakhir, Yang Maha Kuasa pasti akan selalu bersama Putri”. “Terima kasih paman”, ujar Purbasari.

Sementara itu, di negeri kahyangan terjadi kehebohan, penyebabnya pangeran guruminda enggan menikahi bidadari kahyangan sesuai permintaan ibunya, yang bernama sunan ambu. sunan ambu sangat cantik. Karena bidadari kahyangan dianggap tidak ada yang secantik seperti ibunya.

“Ibu, Bidadari kahyangan tidak ada yang secantik Ibu. Aku tidak mau menikah dengan bidadari kahyangan. Aku hanya mau menikahi wanita yang memiliki kecantikan seperti Ibu.” kata Pangeran Guruminda.

Sang ibu menasehati pangeran guruminda, “Kalau kamu ingin menikahi wanita yang secantik kaya’ ibu, pergilah kau ke dunia manusia, karena di sana banyak gadis cantik,, tapi kamu harus berubah jadi seekor lutung”, ujar sang ibu.

Pangeran guruminda menyetujui, ia pun berubah jadi lutung dan turun ke bumi. Di dunia manusia ia bertemu dengan seorang gadis di dalam hutan, gadis tersebut rupanya sangat jelek karena kulitnya banyak bercam hitam. Rupanya gadis itu adalah purbasari. Karena sifatnya yang baik, Lutung kasarung menjadikan purbasari sebagai sahabatnya. ia selalu menggembirakan Purbasari dengan mengambilkan bunga –bunga yang indah serta buah-buahan. Hingga berjalannya waktu, akhirnya keduanya saling menyanyangi.

Lutung kasarung memohon kepada ibunya agar dibuatkan taman indah dan telaga untuk mandi purbasari. Tak berselang lama sang ibu mengirimkan utusannya untuk membuatkan taman yang indah dan sebuah telaga. Taman yang indah dan sebuah telaga pun telah jadi.

“Terima kasih Lutung, kau telah membuatkan ku taman yang indah, tempat mandi dan pakaian-pakaian indah ini untukku. Engkau memang sahabat terbaikku.” kata Purbasari.

Keesokan harinya Lutung Kasarung meminta Purbasari untuk mandi di dalam telaga tersebut. Purbasari langsung menurutinya. Tak lama setelah ia menceburkan dirinya ke dalam telaga yang airnya jernih. Tiba-tiba hal aneh terjadi pada kulitnya. Bercak hitam yang ada pada kulitnya hilang dan kulit purbasari kembali ke semula. Purbasari sangat terkejut melihat dirinya yang kembali cantik seperti semula. Lutung kasarung pun terkesima melihat kecantikan purbasari.

“Duhai Purbasari, engkau benar-benar sangat cantik, secantik seperti ibuku.” kata Lutung dalam hati.

Kabar kesembuhan purbasari terdengar sampai istana, Purbararang yang tak ingin purbasari kembali berkuasa akhirnya memutuskan untuk pergi melihat adiknya di hutan. Ia pergi bersama tunangannya dan para prajuritnya. Ketika sampai di hutan, ia akhirnya bertemu dengan adiknya sedang bersama seekor lutung. Ia pun memandang adiknya. Purbararang tak percaya melihat adiknya kembali cantik seperti semula.

Lalu ia mengajak Purbasari untuk adu panjang rambut. “Hey Purbasari, Ayo kita adu panjang rambut, siapa yang rambutnya paling panjang ia yang akan menang dan yang kalah maka kepalanya harus di penggal oleh algojo istana !”, kata Purbararang.

Namun ternyata, rambut purbasari lebih panjang dari rambut purbararang. tak ingin kalah purbararang mengajukan tantangan kedua.

“Sekarang ayo kita adu tampan tunangan kita, jika tunanganmu lebih tampan dari tunanganku engkau boleh mengambil tahta kerajaan dariku,, tapi jika tunanganku lebih tampan maka kepala kau harus di penggal oleh algojo istana”, kata Purbararang.

Tantangan tersebut membuat Purbasari gelisah dan kebingungan. Ia tahu bahwa semua orang yakin bahwa tunangan purbararang indrajaya sangat tampan. Sedangkan dirinya tak punya tunangan. Tak mau menyerah akhirnya purbasari melirik serta menarik tangan Lutung Kasarung. “Lutung Kasarung, setelah sekian lama kita bersahabat.. maka sekarang juga kau menjadi tunanganku”, ujar purbasari.

Mendengar pernyataan dari purbasari, Purbararang pun tertawa terbahak-bahak, “Jadi lutung itu tunanganmu hey purbasari ?”.kata purbararang sambil tertawa.

“Ya, dia adalah tunanganku”, ucap purbasari.

Melihat tunangannya jauh lebih tampan, purbararang pun memerintahkan para prajuritnya untuk memenggal purbasari karena dianggapnya telah kalah.

Tak tinggal diam, pada saat itu juga Lutung Kasarung bersemedi. Tiba-tiba terjadi suatu keajaiban, Lutung Kasarung berubah menjadi pangeran guruminda yang berwajah sangat tampan, lebih tampan dari Indrajaya. Semua terkejut melihat kejadian itu. Purbararang akhirnya mengakui kekalahan dan kesalahannya selama ini. Mau tak mau ia harus menyerahkan tahta kerajaan kembali kepada adiknya, purbasari.

“Maafkan aku adikku Purbasari, Kakak bersalah telah mengguna-gunai dan memfitnah kamu.” kata Purbararang terbata-bata.

Ia juga meminta kepada adiknya untuk tidak dihukum. Purbasari yang baik hati memaafkan kakaknya. Setelah kejadian itu mereka semua kembali ke Istana.

Dan pada akhirnya Purbasari kembali menjadi seorang ratu di istana kerajaan, didampingi oleh pangeran guruminda yang telah menjadi suaminya. Suami yang cukup lama menemaninya di dalam hutan dalam wujud seekor lutung. Masyarakat kerajaan pasir batang pun kini hidup makmur karena di pimpin oleh sosok yang baik dan bijaksana.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here