Lima Hal yang Bisa Dipelajari Indonesia dari Piala Asia U-19 2018

0
118

Indonesia telah menunaikan tugas di Piala Asia U-19 dengan tak mengecewakan. Witan Sulaeman dan kawan-kawan mampu menembus babak perempat final, pencapaian pertama dalam 40 tahun. Namun, tentu saja ada beberapa poin menarik yang bisa digali, berikut di antaranya…

1. Terlalu bergantung pada Egy Maulana Vikri

Tidak perlu diragukan bahwa Egy ialah pemain paling bertalenta dalam skuad timnas U-19 lalu, tetapi tidak bagus juga untuk terus mengandalkannya di tiap pertandingan. Apalagi, dalam beberapa pemanggilan ke timnas terakhir, seperti di Piala AFF U-19 2018 yang diakhiri dengan juara tiga, atau pada turnamen Piala Asia U-19 ini, Egy terlihat tak sanggup bermain 90 menit. Akibat cedera saat melawan UEA, ia harus absen saat menghadapi Jepang. Tanpa Egy, serangan Indonesia tak seganas biasanya.

2. Target yang dipatok terlampau tinggi

PSSI menargetkan kelolosan ke semifinal sebagai upaya lolos ke Piala Dunia U-20 untuk kali pertama. Pihak federasi meminta pelatih Indra Sjafri sekali lagi untuk membawa Garuda Muda berjaya, tapi seperti pada tahun 2014, tim ini juga menemui kegagalan. Kalah secara permainan di laga perempat final kontra Jepang seharusnya menyadarkan semua pihak bahwa Indonesia masih kalah jauh dengan negara kuat Asia seperti Jepang atau Korea Selatan dalam hal pembinaan pemain muda. Sepak bola seusia mereka seharusnya difokuskan untuk pengembangan kualitas, bukan perburuan kemenangan.

3. Persiapan untuk Piala AFF u-22 2019

Piala AFF U-22 2019 akan dihelat pertengahan tahun depan. Dengan beberapa pemain eks Asian Games 2018 sudah melewati batas usia, makau menjadi pilihan logis bila anggota skuad U-19 yang berlaga kemarin akan dijadikan tulang punggung di timnas ke depan. Setelah mencuri perhatian di gelaran selevel Asia, seharusnya pemain-pemain belia tersebut diberi kesempatan di tingkat klub untuk mencicipi kompetisi profesional guna menambah jam terbang mereka.

4. Saddil Ramdani jadi bintang terbaru

Sayap kelahiran 2 Januari 1999 tersebut bermain apik dalam tiap laga timnas U-19 tahun ini. Bermain sebagai inverted winger di sisi kanan, ia tampak menjadi bintang utama tim kala Egy Maulana Vikri tak sanggup tampil penuh. Berpengalaman memperkuat timnas U-23 sejak tahun 2017, Saddil bisa dibilang sebagai pemain paling matang di tim. Ia pun akan melanjutkan petualangannya di timnas, kali ini di level senior di Piala AFF 2018.

5. Prospek cerah untuk timnas senior

Beberapa pemain U-19, seperti Saddil Ramdani, Firza Andhika, dan Rahmat Irianto sudah mampu menembus skuad utama klubnya masing-masing. Dikombinasikan dengan beberapa pemain U-23 yang juga tampil bagus di Asian Games, Indonesia dipercaya punya talenta yahud untuk mengarungi masa depan. Bila dipoles oleh tangan yang tepat, Indonesia bisa segera naik level di persepakbolaan Asia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here