Lelaki Selingkuhan Ibu

0
4
www.kompasiana.com

Saat itu tidak habis berfikir kenapa ibuku meminta bercerai dari ayahku, padahal ayahku adalah seorang sosok suami yang sangat baik. Ayahku merupakan panutan yang tidak ada duanya. Sebagai anaknya, akupun begitu bangga pada ayahku. Bahkan ketika guru di sekolah menanyakan padaku siapa tokoh dunia yang aku idolakan? sontak aku menjawab itu adalah ayahku. Keputusan ibu untuk bercerai dari ayahku dan melayangkan surat gugatan cerai dari pengadilan agama setempat, ada berbagai macam pertanyaan berkecamuk dalam pikiran aku. Seketika aku berfikir apa kesalahan yang sudah di buat ayahku hingga ibuku ingin bercerai dari nya.

Saat itu temanku berkata jika mungki saja ayahku berselingkuh dan mungkin sebaliknya ibu mu yang melakukan perselingkuhan. Namun aku bilang tidak mungkin ayah berselingkuh karena aku mengetahui seberapa besar cinta ayah pada ibuku. Dan bahkan menurut ku tidak ada satupun wanita yang mampu menggantikan posisi ibuku di hatinya sampai kapanpun. Aku pun tidak menyukai pendapat ryo teman sebangku ku. Lalu temanku itu berkata lagi, bagaimana jika sebalik ternyata ibumu yang selingkuh?
Saat itu pula hatiku mulai bimbang mendengar kata-kata ryo, karena memang yang menggugat cerai ibuku. Ketika itu pula aku langsung mencari tahu sendiri tentang ibuku dan tidak mau menyia-nyiakannya. Ketika sampainya di rumah aku bertanya pada ibuku apakah ayah melakukan kesalahan fatal sehingga ibu harus bercerai dengan ayah? ibuku pun segera menjawabnya dan sempat terdiam lama. Ibuku memastikan apakah aku bisa dan layak mendapat jawaban itu.

Saat itu ibu nya pun mengatakan bahwa dia sudah cukup dewasa untuk bisa memahami kondisi dirinya dan ayahnya. Ibuku berkata memang dirinya dan ayahku harus berpisah dan itu merupakan langkah yang berat. Dan menurut ibuku berpisah adalah langkah paling baik bagi mereka berdua. Saat itu pun ibu langsung dia sejenak. Dan masih dengan rasa penasaran aku aku berkata jika kalian masih saling mencintai harusnya kalian bertahan. Aku pun berkata agar nantinya ibu tidak menyesal setelah mengambil keputusan untuk berpisah dengan ayahku.

Ibu pun seketika terdiam dengan lama dan aku masih berusaha meyakinkan ibuku akan tetapi ibu tetap pada keputusannya. Ibu berkata dia tetap harus berpisah dengan ayahku. Dengan segera aku bangun dan mengultimatum ibuku. Aku pun dengan nada keras bertanya pada ibuku apa sebetulnya alasan keras ibuku mau berpisah dengan ayahku. Dan menurut ku jika alasannya masuk akan aku akan mendukungnya. Dan sampailah pada siding perceraian itu pun di putuskan dan ibu pun berhasil mengantongi akte cerai dari pengadilan agama setempat, aku tidak juga mengetahui hingga sekarang dasar-dasar ibuku menggugat cerai ayahku.

Dan hal itu pun membuatku menjauh dari ibu. Aku memilih kost di dekat sekolahku. Aku pun tidak lagi tinggal dengan ibuku. Hilang sudah rasa hormatku pada ibuku saat itu juga. Diamnya ibuku menjadika diriku yakin jika ibuku memang berselingkuh. Saat itu juga aku hanya menunggu waktu dan aku yakin bahwa waktu tidak pernah berbohong. Lalu dua bulan berikutnya pada saat aku pulang untuk mengambil berkas-berkas sekolahku yang masih ada di rumah ibuku, ada hal yang membuatku sangat marah. Pada saat kepulanganku aku melihat ibuku sedang duduk dengan seorang laki-laki yang tidak sama sekali aku kenal. mereka tidak menyadari kehadiranku dan mereka asik sendiri berbincang dan bersenda gurau. Bahkan mereka terlihat mesra, ibu pun tidak sadar jika kepalanya sudah disandarkan di pundak laki-laki yang aku tidak mengenalnya.

Pemandangan itu sungguh-sungguh membuat dadaku sesak sampai tidak bisa bernafas. Dan saat itu aku mulai mengetahui alasan ibu menggugat cerai ayahku dan ternyata laki-laki ini penyebabnya. Sepontan aku gelap mata dan secara tidak sadar aku memukul laki-laki asing itu dari belakang dengan pukulanku. Laki-laki itu tidak sempat membalas, dia pun langsung jatuh tersungkur di lantai.
Kudengar teriakan ibuku dan dia memintaku untuk menghentikan penyerangan ku kepada laki-laki itu. Namun aku sama sekali tidak mendengarkan perkataan ibuku. Di dalam hatiku sangat marah melihat ibuku memeluk laki-laki itu dan tersedu sedan di sampingnya. Dan aku masih sangat ingin memukul laki-laki yang sudah merebut hati ibuku dari ayahku. Tapi sebelum melakukan hal itu aku terkejut karena tiba-tiba ayahku berteriak hentikan andre.

Ayahku berkata kamu sudah salah paham, aku pun marah dan bilang pada ayah mereka baru saja bermesaraan di depan mataku. Ayahku pun menjelaskan bahwa orang yang dia pukuli itu adalah ayah kandungnya. Kami mengira jika ayamu sudah meninggal saat badai besar menenggelamkan kapalnya ternyata belum. Maka dari itu ayah mengembalikan ibu padanya. Seketika kakiku gementar dan aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri karena dia telah aku hantam habis-habisan. Dan seketika laki-laki yang merupakan ayah kandungku menghembuskan nafas terakhirnya di pangkuan ibuku.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here