Legenda Tangkuban Perahu

0
16

Pada jaman dahulu, hiduplah seorang putri raja di Jawa Barat bernama Dayang Sumbi. Ia sangat cantik sehingga banyak pria yang ingin menikahinya. Hingga para raja banyak yang berperang hanya untuk memerebutkan Dayang sumbi. walaupun sangat cantik namun ia termasuk wanita yang manja.

Hingga suatu ketika, di pagi yang cerah Dayang Sumbi yang sangat manis tersebut sedang melakukan pekerjaannya sebagai penenun. saat sedang bertenun, tiba-tiba pintalan benang yang dia gunakan jatuh. Karena malas mengambilnya, kemudian ia berjanji “Barang siapa yang mau mengambilkan pintalan benang tersebut, dia akan ku jadikan suamiku”.

Tiba-tiba seekor anjing yang bernama Tumang mengambil pintalan benang tersebut dan memberikannya ke Dayang Sumbi. Konon anjing tersbut bukanlah anjing biasa, anjing itu adalah keturunan Dewa. Karena telah berjanji, akhirnya Dayang Sumbi menjadikan si Anjing titisan dewa sebagai suaminya, dari hasil pernikahannya tersebut kemudian Dayang Sumbi melahirkan anak yang ia beri nama Sangkuriang.

Seiring berjalannya waktu sangkuriang tumbuh sebagai laki-laki yang tampan, ia juga hebat dan sakti. sangkuriang ternyata sangat gemar berburu, ia sering berburu di hutan dengan ditemani oleh si Tumang, anjing kesayangan istana. Sangkuriang belum tahu bahwa anjing itu adalah titisan dewa sekaligus ayahnya.

Pada suatu hari Dayang Sumbi ingin mengadakan sebuah pesta, ia menyuruh sangkuriang pergi bersama anjingnya guna berburu rusa untuk dijadikan santapan. Setelah cukup lama berburu dan tidak menemukan rusa, Sangkuriang merasa putus asa, tapi dia tidak ingin membuat ibunya kecewa. Sangkuriang sempat berpikir untuk membunuh si Tumang. Akhirnya dengan sangat terpaksa sangkuriang memanah si tumang hingga mati. Setibanya di rumah, sangkuriang menyerahkan daging Tumang pada ibunya. Dayang sumbi sangat senang karena bisa memakan daging rusa, ia pun memuji sangkuriang. Namun Dayang sumbi merasa ada hal yang ganjil, ia tidak melihat sang suami (Si tumang) bersama sangkuriang.

Kemudian Dayang sumbi bertanya pada sangkuriang terkait keberadaan si tumang. “Sangkuriang, dimana tumang ? kenapa tidak pulang bersamamu? tanya dayang sumbi.

Pada awalnya Sangkuriang merasa takut menjawabnya, tapi akhirnya ia jujur kepada ibunya atas apa yang ia lakukan pada si tumang. mendengar pengakuan dari sangkuriang, Dayang Sumbi menjadi sangat marah, dalam kemarahannya dia memukul kepala Sangkuriang menggunakan sendok nasi yang ia pegang hingga sangkuriang pingsan. Untunglah sangkuriang sadar kembali namun luka di kepalanya masih membekas. Tak lama setelah itu sangkuriang pergi jauh untuk mengembara.

Setelah memukul anaknya, Dayang Sumbi sangat menyesalinya. Ia selalu berdoa dan sangat tekun bertapa. Pada suatu ketika, para dewa memberinya sebuah hadiah. Ia akan selamanya muda dan memiliki kecantikan abadi. Akhirya setelah bertahun-tahun mengembara, Sangkuriang kembali ke daerahnya.

Sesampainya disana, daerah itu sudah berubah total. sangkuriang menjumpai sosok wanita cantik yang tak lain adalah dayang sumbi ibunya. Ia tak tahu bahwa wanita itu adalah ibu kandungnya sendiri, begitu pula dayang sumbi yang tak mengenal sangkuriang. Terpesona oleh kecantikan wanita tersebut maka, pria itu segera melamarnya. karena pria itu sangat tampan, Dayang Sumbi pun menerima lamaran pria tersebut.

Pada suatu hari pria tersebut pamit untuk pergi berburu. Ia menyuruh dayang sumbi untuk membetulkan ikat kepalanya. Alangkah terkejutnya dayang sumbi melihat luka di kepala sang pria tersebut. Luka itu persis seperti luka anaknya yang telah pergi mengembara. setelah lama memperhatikan wajah pria tersebut, rupanya wajahnya sangat mirip dengan wajah anaknya yang bernama sangkuriang.

Dayang sumbi menjadi sangat ketakutan. kemudian ia mencari cara supaya menggagalkan proses peminanganya itu. Ia mengajukan dua syarat yang harus dipenuhi oleh pria tersebut.

“Hey pria yang tampan, untuk memperkuat keyakinanmu menikahi ku, aku ada dua syarat yang harus kau penuhi”. ucap dayang sumbi.

“Syarat apa itu nyonya.?”. tanya sangkuriang.

“Pertama, buatlah sebuah danau yang besar dan yang kedua, buatkan lah aku sebuah perahu yang sangat besar untuk menyeberangi danau itu, kau harus membuatnya dalam waktu satu malam”. pinta dayang sumbi.

Pria tersebut menyanggupi permintaan dayang sumbi.

Malam itu pria itu mulai mengerjakan tugasnya, dengan kesaktiannya ia mengerahkan makhluk-makhluk gaib untuk membantu menyelesaikan pekerjaan itu.
Ia membuat sebuah danau dengan membendung sungai citarum dan membuat sebuah perahu besar. Dayang Sumbi pun mengintip pekerjaan yang dilakukan pria tersebut.

Waktu pagi masih lama namun pekerjaan tersebut sudah hampir jadi, Dayang sumbi panik dan memerintahkan pasukannya untuk memasang kain sutra merah di sebelah timur kota. Ketika melihat warna kemerahan di timur kota, pria itu pun menghentikan pekerjaannya karena mengira hari sudah pagi padahal belum. Akhirnya ia pun gagal memenuhi syarat dari dayang sumbi dan ia pun marah.

Dengan kesaktiannya, pria itu menjebol danau yang dibuatnya. maka terjadilah banjir besar yang melanda seluruh kota. Ia pun kemudian menendang perahu besar yang dibuatnya. perahu itu melayang dan jatuh terbalik, kemudian perahu tersebut menjadi gunung yang bernama “Tangkuban Perahu.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here