Legenda Situ Bagendit

0
39

Alkisah pada zaman dahulu di kota Garut, ada sebuah desa yang Masyarakatnya kebanyakan adalah para petani, mereka hidup sederhana. Desa itu juga menjadi desa yang subur, airnya melimpah. sehingga membuat para petani bahagia, setiap kali panen mereka selalu menjual padi nya ke seorang perempuan kaya raya bernama nyai Bagendit. Kekayaan yang melimpah ruah ini tak lain ia dapatkan dari warisan suami nya yang telah meninggal dunia. Nyai Bagendit dikenal sebagai sosok yang kikir, sombong, dan semena-mena kepada rakyat kecil.

Para petani di desa itu dengan terpaksa menjual padi ke nyai Bagendit dengan harga murah, karena mereka tak ingin mencari perkara terhadap nyai bagendit. setiap kali warga ada yang mencari gara-gara dengan nyai bagendit pasti hidupnya tak aman karena ada centeng-centeng nyai bagendit yang siap menghadapinya.

Nyai Bagendit yang kaya raya memiliki banyak persediaan padi yang sangat banyak, sehingga tiap kali warga kehabisan padi karena gagal panen, warga akan membelinya ke nyai Bagendit. Nyai Bagendit juga akan mengancam bagi para warga yang tidak menjual padinya ke nyai Bagendit.

“Ha ha ha ha…! kalau para petani membeli padi ke aku,, Aku akan semakin kaya!!! Bagus! Awasi terus para petani itu, jangan sampai mereka menjual hasil panennya ke tempat lain. Beri pelajaran bagi siapa saja yang membangkang!” kata Nyai Bagendit pada suatu ketika kepada pembantunya.

Banyak warga yang mengeluh akan sikap nyai Bagendit yang semena-mena ke para warga khususnya para petani. mereka mengeluhkan karena harga padi yang dijual nyai bagendit begitu mahal hampir lima kali lipat dari padi yang dijual petani tersebut ke nyai bagendit. Karena merasa paling kaya di desa tersebut maka nyai bagendit pun sering kali mengadakan pesta besar-besaran, pesta ini dilakukan tak lain untuk memamerkan harta benda dan perhiasan yang ia miliki kepada warga sekitar.

Namun kekayaan yang dimiliki oleh nyai bagendit tak membuatnya merasa iba jika ada warga yang membutuhkan pertolongan. nyai bagendit bersikap jahat tak mau membantu warga yang kesulitan. Ia selalu menolak dengan angkuh apabila ada warga yang ingin meminta bantuan dari nya. Warga sekitar tidak ada yang menyukai dengan sifat nyai bagendit, mereka hanya bisa pasrah karena mereka hanya rakyat biasa.

Tiba-tiba pada suatu saat desa tersebut kedatangan seorang nenek dengan pakaian compang camping dan lusuh. Nenek itu merasa prihatin kepada warga sekitar yang banyak mengalami kesusahan. Saat bertemu dengan salah satu warga sang nenek bertanya “Tuan,,, Dimanakah saya bisa menemukan orang yang paling kaya di desa ini?”.. “Oh, maksud nenek si endit?”, jawab warga tersebut.

“Ya, saya ingin meminta sedekah”, ujar sang nenek.

Kemudian warga tadi menunjukan alamat rumah nyai bagendit, dan sang nenek pun bergegas menuju rumah nyai bagendit sambil berpesan kepada warga agar mengungsi ke tempat yang aman karena akan terjadi banjir besar di desa tersebut.

Pada suatu hari ketika pesta besar-besaran sedang berlangsung, datanglah seorang nenek dengan pakaian compang camping, celana lusuh. Ia pun berkata kepada nyai bagendit “Nyai, tolong beri hamba makanan sedikit saja,hamba lapar sudah beberapa hari belum makan” kata nenek tersebut.

Karena merasa terganggu dengan pengemis itu Nyai Bagendit pun sangat marah dan mengusir pengemis itu dengan kasar, “Hei pengemis tua dan jelek,, pergilah kamu dari rumahku,, aku tidak sudi memberikan harta ku ke kamu!!!”.. nenek itu pun pergi dengan rasa sakit hati dan sedih.

Namun sebelum pergi sang nenek menancapkan sebuah tongkat di jalan depan rumah nyai bagendit, nenek tersebut berkata “hei bagendit selama ini kau hidup makmur,, namun kau tidak pernah bersyukur dan tidak pernah membantu warga yang kesusahan,, aku datang sebagai jawaban atas doa para warga yang sakit hatii,,, aku akan menghukum mu”. ujar nenek tersebut.

Mendengar hal tersebut, nyai bagendit hanya menganggapnya sebagai lelucon.. “aku akan pergi tapi sekarang kamu coba cabut tongkat ini”, ucap sang nenek.

“Dasar nenek gila,, cabut tongkat doang mah gampang”, ujar bagendit sombong.

Namun ia tak bisa mencabutnya,,,para warga pun berdatangan,, mereka berusahan mencabut tongkat itu satu persatu. namun gagal.

Mereka berfikir untuk mencabut nya beramai-ramai, maka mereka pun mencabut dengan beramai-ramai namun tetap saja tongkat tersebut tidak bisa tercabut dari tanah.

Kemudian sang nenek tua tersebut mencoba mencabut tongkat tersebut, alhasil tongkat tersebut tercabut dan mengeluarkan air, tanpa di sadari air pun keluar semakin deras. Karena warga takut tenggelam sehinnga mereka mencari tempat yang lebih tinggi agar aman.

Karena ketamakan dan kesombongan nyai bagendit itu ia tidak mau sama sekali meninggalkan rumah nya yang berisi banyak harta benda dan perhiasan. Sampai akhir nya ia pun tenggelam dengan harta, rumah dan segala isinya.

“hei,,Endit! Inilah hukuman buatmu! Air ini adalah air mata para penduduk yang sengsara karena mu. Kau dan seluruh hartamu akan tenggelam oleh air ini!”. setelah berbicara seperti itu sang nenek tiba-tiba menghilang entah kemana.

Dan pada akhir nya di desa itu kini terbentuk sebuah danau kecil yang indah. Orang menamakannya ‘Situ Bagendit’.

Situ artinya danau, sedangkan Bagendit berasal dari kata ‘nyai bagendit’. Beberapa orang percaya bahwa kadang-kadang bisa melihat lintah sebesar kasur di dasar danau. Katanya itu adalah penjelmaan Nyai bagendit yang tidak berhasil kabur dari jebakan air

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here