Legenda Rubah Berekor Sembilan

0
63
Source : https://www.acrosstheblueplanet.com

Pada zaman dahulu kala, ada seorang pemuda tampan yang sedang berjalan di tengah hutan. Sambil tersenyum, ia pun memandang ke arah sekelilingnya dan mengucap syukur dalam hati karena masih ada pemandangan alam yang bisa ia nikmati keberadaannya.

Ketika sang pemuda terus memperhatikan keadaan sekitar, tiba-tiba ia menoleh lalu melihat seorang wanita cantik yang berjalan ke arah dirinya. Dalam sekejap, pemuda itu merasa terkejut namun tetap membiarkan wanita tersebut mendekat karena kecantikan yang di milikinya.

Setelah berhadapan satu sama lain, mereka berdua terdiam sesaat. Karena belum ada yang berani untuk memulai perkenalan, akhirnya si pemuda tampan berinisiatif untuk memperkenalkan dirinya dengan nama Kenta. Sedangkan wanita cantik itu berkata bahwa ia bernama Sado.

Waktu demi waktu berlalu. Mereka semakin akrab satu sama lain dan jatuh cinta sehingga masing-masing sepakat untuk menikah pada awal musim dingin. Selama pernikahan mereka berlangsung, di terapkanlah sikap saling menghargai dan menghormati hingga pada suatu hari, pemuda tersebut menemukan sesuatu yang janggal di halaman rumahnya.

Beberapa daging sapi yang masih mentah terlihat berceceran dan sudah di makan sehingga ia heran dan bertanya-tanya siapa yang melakukan hal tersebut. Tanpa pemuda itu sadari, ternyata istrinya menggeram dari belakang lalu lekas berlari dan mencakar punggungnya. Sambil berteriak kesakitan, pemuda bernama Kenta itu pun menatap istrinya yang telah memunculkan 9 ekor dari tubuhnya dengan kesedihan yang mendalam.

Karena istrinya melihat tatapan tersebut, ia terbawa oleh rasa belas kasihan dan pamit kepada pemuda yang di cintainya dengan perkataan bahwa ia harus segera pergi agar tidak membahayakan nyawanya lagi. Akhirnya, pemuda itu menyetujuinya dan memberikan pelukan terakhir sebagai tanda perpisahan.

Sejarah

Cerita fiksi berikut merupakan salah satu di antara sekian banyak cerita yang menyelipkan karakter binatang atau siluman legendaris yaitu rubah berekor sembilan. Konon, kisah legenda mengenai rubah yang mempunyai maksimal 9 ekor sudah beredar sejak abad ke-5 Sebelum Masehi di daerah Jepang dengan panggilan Kitsune.

Selain Jepang, beberapa negara lain seperti India, Tiongkok dan Korea pun mengetahui kisah legenda tersebut namun memanggil makhluk di dalamnya dengan sebutan yang berbeda. Mulai dari Gumiho di Korea hingga sampai kepada Huli Jing di Tiongkok.

Sisanya, terdapat bukti naskah yang memunculkan kisah legenda rubah berekor seperti Hitopadesha dan Nihon Ryakki. Di samping itu, ada pula cerita seorang tokoh sekaligus legenda penting dalam dunia spiritual Jepang bernama Abe no Seimei yang kabarnya tidak sepenuhnya memiliki darah manusia.

Mengapa? Karena ibunya yang bernama Kuzunoha merupakan Kitsune alias siluman rubah berekor.

Kesimpulan

Akhir kata, seiring dengan berkembangnya waktu, mungkin banyak di antara kita yang hanya sekedar memperhatikan kisah legenda rubah berekor sembilan dari sebuah komik atau kartun belaka. Untuk itu, sekarang ini kita perlu mengerti lebih lanjut bahwa pada kenyataannya, legenda tersebut mempunyai nilai sejarah, adat istiadat serta hikmah di dalamnya yang mampu di lestarikan oleh masyarakat dari sejumlah negara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here