Legenda Roro Jonggrang

0
15

Alkisah pada zaman dahulu, ada sebuah kerajaan besar bernama Prambanan. Rakyat Kerajaan Prambanan hidup makmur dan damai di bawah kepemimpinan sang raja yang bernama Prabu Baka. Kerajaan-kerajaan kecil di sekitar wilayah kerajaan Prambanan juga segan dan sangat menghormati kepemimpinan Prabu Baka.
Sementara itu, di wilayah lain yang berdekatan terdapat satu kerajaan yang tidak kalah besar dari Kerajaan Prambanan, nama kerajaan itu adalah Kerajaan Pengging. Kerajaan ini di pimpin oleh Raja Pengging, Kerajaan tersebut sangat terkenal sadis dan serakah karena selalunya ingin memperluas wilayah kekuasaannya.

Di kerajaan pengging tersebut ada sosok ksatria yang hebat bernama Bondowoso, ia memiliki senjata yang sangat sakti yang dinamakan Bandung. sehingga ia dikenal sebagai Bandung Bondowoso. Ia juga memiliki pasukan yang kuat, pasukan tersebut adalah para jin. Pasukan jin tersebut selalu menuruti segala keinginan jahat Bandung Bondowoso. Suatu ketika, Raja Pengging yang terkenal sombong dan haus kekuasaan, memerintahkan pada ksatria Bandung Bondowoso untuk menyerang kerajaan Prambanan.

Tanpa berpikir panjang Bandung Bondowoso memanggil pasukan jin tersebut untuk membantunya menyerang kerajaan prambanan. Ia berangkat bersama pasukannya menuju kerajaan prambanan. sesampainya disana ia beserta pasukannya langsung mengobrak-abrik seluruh isi yang ada dalam istana tersebut. Prabu Baka beserta pasukannya kalang kabut dan berusaha melarikan diri, namun dengan kekuatan bala tentaranya, Bandung Bondowoso berhasil menewaskan Prabu Baka.

Kabar keberhasilan Bandung Bondowoso membunuh Prabu Baka di dengar oleh Raja pengging, sehingga ia sangat senang. Raja pengging pun menyuruh Bandung Bondowoso untuk menguasai isi beserta keluarga kerajaan prambanan.

Bandung Bondowoso pun akhirnya menempati kerajaan prambanan, saat ia sedang berjalan mengelilingi istana ia melihat gadis cantik jelita yang ternyata adalah anak prabu Baka, gadis tersebut bernama Roro Jonggrang. Melihat kecantikan Roro Jonggrang ia langsung jatuh cinta dan berniat untuk menjadikan Roro Jonggrang sang istri. Keesokan harinya Bandung bondowoso memanggil Roro Jonggrang dan ia langsung melamarnya.

“Roro jonggrang, Kau sangat cantik sekali, aku jatuh hati saat pertama kali melihatmu, apakah kau mau jadi permaisuriku ?. tanya Bandung bondowoso kepada Roro Jonggrang.

Roro Jonggrang terdiam, dalam hatinya tentu saja ia menolak. Ia tidak suka Bandung Bondowoso yang sangat sombong dan telah membunuh ayahnya. Namun Roro Jonggrang berpikir untuk menolaknya secara halus, sehingga ia menerima lamaran dari Bandung Bondowoso namun dengan satu syarat.

“baiklah aku menerima lamaranmu, Bandung Bondowoso. Namun setelah kamu memenuhi satu syarat dariku.” Jawab Roro Jonggang.

“Syarat apa itu Roro?” Tanya Bandung Bondowoso.

“Buatkan aku seribu candi dan dua buah sumur dalam waktu satu malam”. Jawab Roro Jonggrang.

“Baiklah jika memang begitu permintaanmu, aku menyanggupinya.” tak disangka Bandung Bondowoso menyanggupi syarat yang diajukan Roro Jonggrang.

Bagi Bandung Bondowoso hal tersebut sangat mudah karena ia memiliki bala tentara berupa jin sangat banyak yang akan membantunya.

Pada malam harinya, Bandung bondowoso mulai mengumpulkan bala tentaranya. Dalam waktu sekejap, balatentara yang berupa Jin tersebut datang. Setelah mendengar perintah dari Bandung Bondowoso, para balat entara itu langsung membangun candi dan sumur dengan sangat cepat.

Roro jonggrang melihat pembuatan candi dan sumur tersebut, ia kaget ketika Bandung Bondowoso beserta pasukannya berhasil membuatnya dengan cepat. tinggal menyisakan tiga buah candi dan satu buah sumur saja yang belum di selesaikan. Hal ini membuat Roro jonggrang panik dan ketakutan, ia berpikir keras mencari cara agar bandung bondowoso tidak mampu menyanggupi permintaannya.

Dalam keadaan panik Roro Jonggrang memiliki ide untuk mengelabui Bandung Bondowoso. Ia segera memanggil para dayang-dayang dan menyuruh mereka untuk membakar jerami serta memukul lesung.

“Para dayang cepatlah kemari, aku minta bantuan kalian,cepat Bakarlah jerami, pukulah lesung dan sebarkan wewangian agar para jin pasukan Bandung Bondowoso mengira hari telah pagi.” Roro Jonggrang memberikan perintah pada para dayangnya.

“Baiklah akan segera kami lakukan roro.” para dayang pun segera melakukan apa yang diperintahkan Roro Jonggrang.

Setelah para dayang-dayang tersebut melakukan tugasnya, ribuan jin pasukan Bandung Bondowoso itu segera menghentikan pekerjaan mereka, kemudian berhamburan pergi setelah mendengar suara lesung bertalu-talu dan melihat warna kemerahan di langit ditambah lagi suara ayam berkokok bersahutan. Para jin tersebut mengira hari sudah pagi padahal belum.

Melihat keadaan tersebut, Bandung Bondowoso merasa panik. Ia menyuruh pasukannya untuk tetap melanjutkan pekerjaannya namun pasukan jin tersebut tidak menghiraukan dan mereka tetap pergi.

Alhasil Bandung bondowoso kecewa dan ia pun melanjutkan pekerjaannya itu seorang diri. Namun tak sampai selesai melakukan pekerjaannya, hari sudah pagi. Dan hal itu membuat ia gagal memenuhi persyaratan roro jonggrang. kemudian roro jonggrang menghampiri dan berkata kepada bandung bondowoso “Hahaha,,,Kamu gagal memenuhi syarat dariku, Bandung Bondowoso”.

Perkataan Roro jonggrangf membuat Bandung Bondowoso marah. Dengan nada sangat keras, ia berkata : “Kau curang Roro Jonggrang. sesungguhnya kaulah yang menggagalkan pembangunan seribu candi dan dua sumur ini. Oleh karena itu, Engkau akan aku kutuk menjadi arca yang ada di dalam candi yang keseribu !”

Berkat kesaktian bandung bondowoso,ia berhasil mengubah Roro Jonggrang menjadi arca/patung. Wujud arca tersebut sampai sekarang dapat dilihat di dalam kompleks candi Prambanan, dan nama candi tersebut dikenal dengan nama candi Roro Jonggrang. Sementara candi-candi kecil yang berada di sekitarnya disebut dengan candi sewu atau candi seribu.


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here