Legenda Manusia Harimau

0
11

Indonesia memiliki beragam cerita rakyat yang kebenarannya masih banyak di percaya oleh masyarakat, dari cerita-cerita mengenai munculnya suatu daerah atau tempat hingga cerita seputar binatang yang menjadi manusia. Salah satu kisah cerita rakyat yang hingga saat ini masih sering diperbincangkan adalah tentang legenda manusia harimau. Ada berbagai cerita mengenai legenda manusia harimau seperti Cindaku di daerah Sumatra dan kisah harimau Prabu Siliwangi yang cukup populer di tanah jawa. Ulasan dibawah ini akan membahasnya satu persatu.

Cindaku dan Wujud Asal usulnya

Salah satu legenda manusia harimau yang cukup terkenal adalah Cindaku, ia adalah nama dari makhluk setengah manusia setengah harimau yang hidup di lereng Gunung Kerinci. Makhluk ini bertugas untuk menjaga hubungan antara manusia dan harimau yang sudah sejak lama tidak akur dan menimbulkan adanya konflik-konflik berdarah yang menyebabkan kematian dari kedua belah pihak. Cindaku telah ada sejak ratusan tahun yang lalu.

Untuk menjembatani antara manusia dan harimau, cindaku melakukan sebuah perjanjian kepada keduanya. Hasil dari perjanjian itu adalah manusia tidak boleh masuk ke area harimau dan tidak boleh merusak alam serta membunuh anak cucunya. Harimau juga harus mematuhi larangan untuk tidak masuk ke dalam dunia manusia dan membuat kerusakan.

Sayangnya salah satu dari kedua pihak ini ada yang melanggar sehingga manusia dan harimau tidak pernah akur lagi. Kejadian-kejadian seperti perburuan liar harimau hingga adanya manusia yang terbunuh harimau jadi kerap terjadi dan membuat banyak pihak semakin berang.

Cindaku berasal dari manusia yang mempelajari atau memiliki ilmu yang diturunkan secara turun temurun. Dengan ilmu ini, manusia bisa berubah menjadi manusia harimau. Dengan mempelajari Cindaku, seseorang harus memegang teguh tugasnya agar kelangsungan hidup dua dunia ini tidak berantakan. Oh ya, hanya di tanah kawasan kerinci sajalah Cindaku bisa berubah dan memiliki kesaktian.

Prabu Siliwangi dan Ajian Macan Putih

Prabu Siliwangi sangat dikenal sebagai Raja Pajajaran di kawasan sunda. Kitab Suwasit adalah salah satu naskah kuno yang menjelaskan tentang perjalanan Prabu Siliwangi. Kitab ini ditulis menggunakan bahasa sunda di dalam selembar kulit macan putih yang ditemukan di desa pajajar Rajagaluh, Jabar.

Pada saat melakukan pengembarannya, Ketika Prabu Siliwangi hendak beristirahat di Curug atau air terjun yang bernama Curug Sawer yang letaknya di daerah Majalengka. Prabu Siliwangi dihadang oleh siluman Harimau Putih, akhirnya Pertempuran diantara keduanya pun terjadi.

Prabu Siliwangi dan Siluman Harimau Putih yang memiliki kesaktian tinggi itu pun bertarung sangat sengit, Namun kesaktian Prabu Siliwangi berhasil memenangi pertarungan dan membuat siluman Harimau Putih tunduk kepadanya.

Setelah mengalami kekalahan, Harimau Putih itu memberi sebuah pusaka yang terbuat dari kulit Macan kepada prabu siliwangi, Dengan pusaka itu prabu siliwangi bisa terbang seperti burung, menghilang (ajian Halimun), dapat berjalan secepat angin (Ajian saepi Angin) dan bisa mendatangkan bala tentara Jin. Harimau itupun memutuskan untuk mengabdi kepada Prabu Siliwangi sebagai pendampingnya.

Harimau Putih sakti yang konon bisa berubah jadi manusia itu sudah dipercaya sejak lama oleh orang-orang Sunda. Bahkan, tak sedikit masyarakat di kawasan itu yang masih percaya hingga sekarang.A

Dari beberapa contoh manusia harimau di atas, dapat kita simpulkan bahwa Manusia Harimau hadir dari ilmu yang dipelajari oleh manusia. Namun bukan ilmu hitam. Dengan ilmu seperti Cindaku atau Tapadrawanya yang dilakukan oleh Prabu Siliwangi, seorang manusia bisa berubah wujud menjadi sosok harimau atau manusia harimau yang memiliki kekuatan luar biasa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here