Legenda Keong Mas

0
16

Alkisah Pada zaman dahulu kala, Ada sebuah kerajaan yang bernama kerajaan Daha. Kerajaan tersebut dipimpin oleh Prabu Kertamerta, ia memiliki dua orang putri yang sangat cantik jelita. Mereka bernama Galuh Ajeng dan Candra Kirana, sang kakak adalah Galuh Ajeng sedangkan sang adik adalah Candra Kirana. Kedua putri Raja tersebut hidup sangat bahagia dan serba kecukupan.

Sang adik candra kirana sudah memiliki kekasih bernama Raden Inu Kertapati. Hingga pada suatu hari berkunjunglah Raden Inu Kertapati yang amat tampan itu dari Kerajaan Kahuripan ke Kerajaan Daha. Kedatangannya bermaksud untuk melamar Candra Kirana. Kunjungan Raden Inu Kertapati sangat disambut baik oleh Raja Kertamarta, dan akhirnya Candra Kirana ditunangkan dengan Raden Inu Kertapati.

Sang kakak galuh ajeng rupanya juga mencintai Raden Inu Kertapati. Ia iri melihat pertunangan sang adik dengan pangeran kesayangannya. Karena ia merasa bahwa Raden Inu Kertapati lebih cocok dengan dirinya. ia tak ingin melihat candra kirana bahagia. Hingga ia berpikiran jahat untuk menyingkirkan candra kirana dari muka bumi. kemudian ia meminta bantuan kepada nenek sihir yang sangat jahat. ia meminta agar nenek sihir itu mengutuk Candra Kirana menjadi sesuatu yang menjijikkan dan di hempaskan dari muka bumi ini.

“Nenek, hamba mohon nenek mengutuk candra kirana menjadi benda yang menjijikan”, Pinta Galuh ajeng. Nenek Sihir pun menuruti permintaan galuh ajeng namun dengan syarat candra kirana harus pergi dulu dari istana kerajaan. hingga suatu saat galuh ajeng memfitnah candra kirana dan membuat candra kirana harus terusir dari istana. Candra kirana kini hidup dalam kesedihan, ia pergi ke pantai untuk mencari ketenangan.

Tiba-tiba saja muncul nenek sihir di hadapannya dan langsung mengutuknya menjadi keong mas. “Berubahlah engkau menjadi keong emas. Kutukanmu akan hilang jika engkau bertemu cinta sejatimu yaitu pangeran raden inu kertapati”. ucap nenek sihir. kemudian nenek sihir membuang keong mas tersebut ke laut.

Di kemudian hari ada seorang nenek yang baik hati sedang mencari ikan dengan jala, saat jalanya ditarik ia melihat seekor keong emas yang cantik tersangkut di dalamnya. Ikan dan Keong Emas itu kemudian dibawanya pulang lalu sang nenek memasak ikan tersebut namun ia tidak memasak keong mas karena bentuk dan warnanya yang sangat indah sehingga ia merasa iba, kemudian keong mas itu disimpan di atas tempayan.

Keesokan hari nya nenek itu mencari ikan lagi di laut, tetapi ia tak mendapatkan satu ikan pun. Lalu sang nenek pulang ke rumahnya, sesampainya di rumah ia sangat kaget, karena di meja makan sudah tersedia masakan yang sangat enak. si nenek merasa bingung padahal di rumah tidak ada siapa-siapa kecuali dirinya. Kejadian tersebut terus menerus berulang sampai keesokan harinya lagi.

Pada suatu pagi yang sejuk sang nenek mencoba mencari tahu kira-kira siapa yang selama ini membuatkan masakan. Ia berpura-pura untuk kembali mencari ikan di laut, setelah beberapa menit ia kembali lagi kerumah. Ia mengintip dari luar jendela, betapa terkejutnya sang nenek ketika keong mas keluar dari tempayan dan berubah jadi wanita cantik yang memasak di dapur.

Si nenek langsung masuk ke dapur kemudian bertanya pada wanita cantik tersebut “Wahai keong emas. Rupanya engkau seorang gadis rupawan. siapakah engkau sebenarnya dan dari mana asalnya?”.

kemudian si wanita cantik tersebut menjelaskan bahwa dirinya adalah candra kirana putri dari prabu kertamerta di kerajaan daha yang difitnah oleh kakaknya sendiri kemudian dikutuk oleh nenek sihir menjadi keong mas. lalu ia juga menceritakan bahwa agar kutukannya itu hilang ia harus bertemu dengan kekasihnya yaitu raden inu kertapati. setelah menjawabnya si wanita cantik itu berubah menjadi keong mas kembali.

Sementara di kerajaan daha, Raden Inu Kertapati sedang cemas. Ia tak mau diam saja ketika tahu candra kirana menghilang. Ia pun berusaha mencarinya dengan berbagai cara namun usahanya selalu sia-sia. Namun ia memiliki semangat yang tinggi untuk bisa menemukan candra kirana. Tak ingin raden inu kertapati menemukan candra kirana, nenek sihir pun akhirnya mengubah dirinya menjadi burung gagak untuk menyesatkan Raden Inu Kertapati.

Burung gagak tersebut kemudian mendatangi Raden Inu Kertapati, sang raden kaget sekali melihat burung gagak yang bisa berbicara dan mengetahui tujuannya. Burung gagak tersebut memberikan informasi yang salah kepada Raden inu kertapati. Setelah mendengarkan petuah dari sang burung gagak raden ini segera bergegas mencari candra kirana. Di perjalanan Raden Inu bertemu dengan seorang kakek yang sangat kelaparan, lalu diberinya kakek itu makan. Ternyata kakek tersebut adalah orang sakti yang baik, ia akan menolong raden inu dari kejahatan burung gagak.

Sang kakek tau bahwa raden ini sedang dikerjai oleh burung gagak, untuk membuktikannya kemudian mereka berdua menunggu kedatangan burung gagak. Beberapa menit kemudian burung gagak tersebut menghampiri kakek dan raden inu kertapati, lalu kakek itu langsung memukul burung gagak dengan tongkatnya, dan burung itu menjadi asap lalu menghilang. kemudian raden inu kertapati di beritahu oleh sang kakek perihal keberadaan candra kirana.

“Jika Raden Inu kertapati ingin menemui candra kirana, pergilah ke Desa Dadapan. dia ada disana.” kata kakek. Akhirnya Raden Inu langsung pergi ke desa dadapan. Setelah melakukan perjalanan yang sangat jauh dengan menaiki kudanya, karena kehausan ia menghampiri sebuah rumah yang dilihatnya untuk meminta seteguk air karena perbekalannya sudah habis.

Ia membuka pintu rumah tersebut, ia terkejut karena melihat Candra Kirana dan seorang nenek tua sedang memasak. Akhirnya ia dipertemukan dengan tunangannya dan kutukan dari nenek sihir pun hilang. Lalu Raden Inu membawa tunangannya beserta nenek yang baik hati tersebut ke istana. Sesampainya di istana candra Kirana menceritakan perbuatan galuh ajeng pada Baginda Kertamarta.

Prabu kertamerta marah dan akan menghukum berat galuh ajeng. Galuh ajeng meminta maaf namun tak dimaafkan. Merasa dirinya akan dihukum berat galuh ajeng akhirnya pergi jauh, ia pergi ke hutan dan dihutan ia terrjatuh ke jurang kemudian mati. Satu bulan kemudian pernikahan Candra kirana dan Raden Inu Kertapati pun dilangsungkan, dan pesta pernikahan tersebut sangat meriah. Akhirnya mereka hidup bahagia dan sang nenek yang baik hati pun telah menjadi bagian dari istana kerajaan daha.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here