Legenda Kawah Sikidang Dieng

0
39

Dahulu kala, ada seorang raja yang memiliki putri yang sangat cantik, putri cantik tersebut bernama Shinto Dewi. la tinggal di sebuah istana megah di Dataran Tinggi Dieng. Kecantikan sang putri raja sangat mempesona kaum pria, banyak pria yang ingin menjadi suami dari Shinto Dewi. Namun, sang putri raja memberi syarat kalau ingin melamar dirinya harus memberikan sejumlah harta dengan jumlah banyak. Alhasil tidak ada satu pun pria yang berhasil melamarnya, karena kebanyakan mereka hidupnya sederhana.

Pada suatu ketika ada seorang pangeran yang bernama kidang garungan ingin melamar Shinto Dewi, ia sangat kaya raya sehingga ia optimis lamarannya akan diterima oleh shinto dewi. Pangeran Kidang Garungan memiliki postur tubuh yang tinggi besar dengan kesaktian yang sangat hebat.

Kemudian, datanglah sejumlah orang yang ingin bertemu Shinto dewi di istana kerajaannya, sesampainya di istana mereka bertemu dengan Shinto Dewi.

“Ada perlu apa kalian datang kesini.?”. Tanya shinto dewi.

“Kedatangan kami ke sini adalah untuk menyampaikan lamaran pangeran kidang garungan. Pangeran menyanggupi apa yang menjadi syarat tuan putri, berapa pun mas kawinnya kita siap”. kata utusan Pangeran Kidang Garungan.

“Oh jadi kalian utusan pangeran kidang garungan ?”. Tanya putri shinto dewi.

“iya benar tuan putri”, jawab mereka serentak.

Setelah mendapat lamaran dari Kidang garungan. Putri Shinto Dewi berpikir sejenak. Pangeran kaya raya yang meminangnya ini pastilah seorang yang berwajah tampan dan berwibawa. Jika tidak, pasti pangeran tersebut tidak akan melamarnya.

“Ok, sekarang kalian boleh pulang, dan sampaikan kepada pangeran kidang garungan”. Kata shinto dewi. kemudian mereka pulang dan menyampaikan hasil lamarannya kepada sang pangeran.

Setelah mendengar penjelasan dari utusannya bahwa Putri Shinto Dewi menerima lamarannya, Pangeran Kidang sangat bahagia. Ia segera menyiapkan diri untuk pergi menuju istana tuan putri. Ia lalu menyiapkan kereta indah berlapis emas dan perak serta kuda-kuda terbaiknya. Tak lupa, berbagai hadiah telah disiapkan untuk diberikan kepada Shinto Dewi. Kemudian berangkatlah Pangeran Kidang Garungan diiringi para pengawal menuju dieng.

Saat bertemu dengan kidang garungan Shinto Dewi sangat kaget, karena ternyata Pangeran Kidang Garungan yang akan menikahinya adalah manusia berkepala kidang(rusa). Sontak hal tersebut tidak diduga oleh shinto dewi, ia langsung lemas seketika. Kemudian, Putri Shinto Dewi berpikir keras bagaimana caranya membatalkan pernikahan tersebut. Oleh karena itu, ia mengajukan sebuah persyaratan yang sulit kepada pangeran kidang garungan.

“Syarat apa lagi tuan putri?, bukankah aku telah memberimu mas kawin yang banyak”. tanya pangeran kidang garungan.

“Karena di daerah sini kekurangan air bersih, Dinda ingin kanda membuatkan sebuah sumur yang sangat dalam dan besar jika memang serius ingin menikahi dinda. Harus dikerjakan satu malam dan kanda sendiri yang membuatnya. Kita akan menggunakannya untuk mandi bersama” kata Shinto Dewi.

Pangeran kidang garungan sempat berpikir sejenak, sebelum menyetujui keinginan shinto dewi.

“Baiklah akan aku lakukan”. Ucap Kidang garungan.

Berbekal kesaktiannya, ia mulai membuat sumur di sebuah lokasi yang di tunjuk oleh shinto dewi, ia menggali sumur hanya dengan tangan dan tanduknya. Dalam waktu hanya 5 jam sumur yang sedang dibuat kidang garungan hampir jadi. Sontak hal itu membuat Putri Shinto Dewi panik dan cemas.

Karena tak ingin menikah dengannya, Shinto dewi berpikir keras untuk menggagalkan pekerjaan Kidang Garungan. Dalam keadaan panik, tanpa pikir panjang Shinto Dewi memerintahkan para prajuritnya untuk menimbun lubang tersebut dengan tanah agar Kidang Garungan tertimbun. Para prajurit segera melaksanakan tugasnya dengan menimbun tanah ke dalam lubang. Akibatnya lubang itu tertimbun oleh tanah hingga menutupi sebagian tubuh Pangeran Kidang Garungan.

Pangeran kidang garungan kaget ketika ia di timbun tanah dan ia marah lalu dengan mengerahkan kesaktiannya, Pangeran Kidang Garungan berusaha keluar dari celah pada timbunan tanah tersebut. Ketika terlihat Pangeran Kidang Garungan sudah hampir keluar dari dalam sumur yang tertimbun tanah itu, pasukan Putri Shinto Dewi kembali menimbunnya. Hingga akhirnya lubang galian tersebut meledak dan menjadi kawah.

Sebelum pangeran kidang garungan tewas tertimbun tanah, Pangeran Kidang Garungan sempat mengucapkan sumpahnya kepada Shinto Dewi, “Kelak seluruh keturunan Putri Shinto Dewi akan mempunyai rambut gembel (gimbal)”. Dan hal tersebut menjadi kenyataan karena sampai sekarang banyak orang di dataran tinggi dieng yang berambut gimbal. Kemudian lubang galian yang meledak itu lama-kelamaan menjadi sebuah kawah besar yang kemudian dinamakan Sikidang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here