Legenda Danau Toba

0
15

Alkisah pada jaman dahulu kala hiduplah seorang petani muda bernama Toba. Ia adalah seorang yatim piatu. Sehari-hari ia bekerja di ladang. Sesekali dia mencari ikan di sungai yang berada tak jauh dari gubugnya. Setiap kali dia memancing, dia dengan mudah mendapatkan ikan karena memang air sungainya yang jernih dan banyak ikannya. Hasil pancingan ikan tersebut biasanya dijadikan sebagai lauk pauk dan sisanya dijual ke pasar.

Pada suatu pagi, Toba kembali melakukan rutinitasnya sebagai seorang petani di ladang, setelah pulang dari ladang Toba langsung berangkat ke sungai untuk memancing ikan. Setelah menunggu cukup lama, Toba tidak mendapatkan satu ekor ikan pun, padahal biasanya sesekali memancing langsung dapat ikan. Merasa hari sudah semakin sore dan tidak mendapat ikan, Toba bergegas pulang, ketika hendak pulang kejadian aneh tiba-tiba terjadi, kail pancing toba disambar oleh ikan, sontak Toba menjadi sangat senang.

Saat pancing itu diangkat ternyata yang didapat toba adalah sebuah ikan yang cukup besar. Namun sejenak toba memperhatikan ikan besar yang berhasil dipancingnya itu. “Ikan yang aneh.” Gumamnya. Seumur hidup toba belum pernah melihat ikan seperti itu, warna ikan itu kekuningan dan sisik-sisiknya kuning keemasan. Terlihat berkilauan dan sangat cantik ikan tersebut. Ketika Toba melepaskan mata kailnya dari mulut ikan tangkapannya, tiba-tiba terjadi keanehan. Ikan bersisik kuning keemasan itu menjelma menjadi seorang perempuan yang cantik jelita.

Sontak saja hal itu membuat Toba terkejut, ia tak percaya bahwa ikan yang ditangkapnya berubah jadi seorang perempuan cantik. Tiba-tiba saja perempuan tersebut berkata, “Tuan…Aku adalah kutukan Dewa karena telah melanggar larangan besarnya”.

“Aku telah ditakdirkan, bahwa aku akan berubah bentuk menyerupai makhluk apa saja yang telah menyentuhku,, Karena tuan telah memegangku, maka akupun berubah menjadi manusia seperti Tuan ini.”. ucap perempuan tersebut.

Kemudian toba memperkenalkan dirinya, sebaliknya perempuan itu juga memperkenalkan dirinya. Melihat parasnya yang sangat cantik Toba jatuh hati kepada perempuan tersebut. Lalu Toba berkata, “Kau cantik sekali, maukah kau jadi istriku dan hidup bahagia bersamaku?”.

Perempuan itu menjawab “Boleh saja, karena engkau telah berhasil membuatku menjadi manusia, maka aku mau jadi istri mu, tapi dengan satu syarat”.

“syarat apa itu putri,?”. tanya toba penasaran.

Kemudian perempuan itu menjelaskan syarat yang diminta yaitu bahwa jika ingin menjadi suaminya, toba harus merahasiakan darimana ia berasal, toba harus berjanji untuk tidak menceritakan kepada siapapun bahwa perempuan itu berasal dari keturunan ikan. setelah mendengar permintaan dari perempuan tersebut, toba menyanggupinya, hingga akhirnya keduanya pun menikah.

Beberapa bulan setelah menikah keduanya dikarunia anak, yang kemudian diberi nama Samosir. Samosir tumbuh menjadi dewasa. Samosir sering membantu ayahnya diladang, namun terkadang juga bermalas-malasan. Suatu hari samosir di suruh ibunya untuk mengantarkan makanan ke ladang sebagai makan siang sang ayah. seperti biasanya ia berjalan kaki menuju ladang.

Di perjalanan Samosir mencium bau makanan yang dibawanya, “kelihatannya enak masakan ibu hari ini”, gumamnya. Karena merasa lapar Samosir pun mencicipi masakan ibunya, dia tidak sadar bekal itu dimakan hampir habis. Ia hanya menyisakan sedikit makanan untuk ayahnya.

Kemudian samosir pun bergegas menuju ladang ayahnya. Dia melihat ayahnya sudah kelaparan dan kehausan. langsung saja samosir memberikan makanan dan minuman tersebut kepada ayahnya. setelah dibuka wadah tersebut, betapa terkejutnya sang ayah ketika melihat makanannya tinggal sedikit.

“Lho kenapa kok makanannya cuma segini?” tanya sang ayah.

kemudian samosir dengan wajah polosnya berkata jujur bahwa ia lah yang memakannya sewaktu diperjalanan dengan alasan bahwa ia sangat lapar sekali. tiba-tiba setelah mendengar penjelasan dari samosir, sang ayah marah dan kecewa.

“Dasar anak kurang ajar,” ungkap sang ayah. saking kesal dan marahnya lalu sang ayah mengumpat samosir, “dasar anak keturunan ikan kau ini,”.

sontak hal itu membuat samosir sedih dan menangis, ia akhirnya pulang menemui ibunya. Dan ia menceritakan kepada ibunya apa yang telah dikatakan ayahnya. mendengar itu semua sang ibu menangis dan kecewa, karena sang suami berjanji untuk tidak bercerita kepada siapa pun bahwa dirinya keturunan ikan tapi malah menceritakannya kepada anaknya.

Lalu sang ibu dan samosir saling berpelukan dan berpegangan tangan sangat erat hingga tiba-tiba mereka berdua menghilang. keajaiban pun tiba ketika dibekas pijakan samosir dan ibunya itu keluar semburan air, lama-kelamaan air tersebut semakin membesar hingga gubug tempat tinggal toba tergenang dan terjadilah banjir. Hingga Kemudian terbentuklah sebuah danau yang sangat luas di tempat itu.

Penduduk kemudian menamakan danau itu dengan nama Danau Toba. Adapun pulau kecil yang berada di tengah-tengah danau toba itu disebut dengan nama pulau samosir untuk mengingatkan anak laki-laki Toba, yaitu samosir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here