Legenda Ande-Ande Lumut

0
19

Alkisah, pada zaman dahulu di wilayah Jawa Tengah berdiri sebuah kerajaan bernama Jenggala. Sang Raja memiliki putra mahkota bernama Raden Putra. Raden Putra telah memiliki seorang istri yang sangat cantik bernama Dewi Candra Kirana. Sang Raja menginginkan agar kelak Raden Putra menggantikan dirinya sebagai Raja Jenggala. Tapi Raden Putra menolaknya dan ia pun di usir dari Istana. Kemudian ia pergi sendirian meninggalkan kerajaan Jenggala tanpa mengajak Dewi Candra Kirana.

Setelah suaminya pergi, Dewi Candra Kirana sangat sedih dan merasa kesepian. Ia kemudian pergi meninggalkan istana untuk mencari suaminya. Untuk menutupi jati dirinya Dewi Candra Kirana menyamar menjadi seorang perempuan biasa. Di tengah pencariannya, ia bertemu seorang janda kaya bernama Mbok Randa Kawulusan. Janda tersebut telah memiliki tiga orang anak perempuan bernama Kleting Abang, Kleting Wungu dan Kleting Biru.

Mbok Randa Kawulusan kemudian mengangkat Dewi Candra Kirana menjadi anaknya dan memberinya nama yaitu Kleting Kuning. Mbok Randa Kawulusan sudah menganggap kleting kuning sebagai anak bungsu. “Mbok, sangat sayang pada kamu kleting kuning, mbok berharap kamu dapat menjadi anak yang berbakti”, ucap mbok randa kawulusan.

Mbok Randa Kawulusan hidup bersama dengan ke empat anaknya termasuk Kleting Kuning. Namun ketiga kakak Kleting Kuning merasa iri dengan kecantikan adik iparnya tersebut. Akibatnya, mereka sering berlaku jahat pada kleting kuning. Karena kebenciannya, mereka menyuruh Kleting Kuning agar memakai pakaian kumal yang baunya tak sedap supaya terlihat seperti pembantu.

“Heh, Kleting kuning nih pakai”, ucap mereka bertiga sambil menyodorkan baju kumal kepada kleting kuning.

Kleting kuning awalnya menolak, tetapi ia tak bisa berbuat apa-apa karena terus di paksa oleh kakak-kakaknya.

Setiap hari Kleting Kuning disuruh mengerjakan pekerjaan rumah sementara mereka sendiri bermalas-malasan. Akibatnya tubuh Kleting Kuning memiliki bau yang tidak enak karena selalu mengerjakan pekerjaan kotor. Kleting kuning sendiri tidak memiliki banyak waktu untuk merawat dirinya. Kleting kuning hanya bisa pasrah dan ikhlas, ia yakin suatu saat nanti dirinya akan lebih baik.

“Aku harus ikhlas, dan sabar, karena aku yakin kesabaran akan membuahkan hasil yang baik di masa yang akan datang”, ucap kleting kuning.

Sementara itu, pada suatu hari Mbok Randa Kawulusan mendengar kabar bahwa Mbok Randa Dadapan dari desa Dadapan memiliki seorang anak yaitu pemuda sangat tampan bernama Ande Ande Lumut. Saking tampannya, telah membuat banyak orang tua mendatangi Mbok Randa Dadapan agar menjodohkan Ande-ande lumut dengan putrinya.

Mbok Randa Kawulusan berharap agar salah satu anaknya bisa menjadi istri Ande Ande Lumut. Ia menyuruh ketiga anaknya untuk pergi ke Desa Dadapan, menemui Mbok Randa Dadapan sementara Kleting Kuning ia suruh tinggal di rumah.

“Mbok ingin salah satu dari kalian bertiga ada yang menjadi istri dari pemuda tampan di desa sebelah, maka dari itu mbok minta kleting abang, kleting wungu, dan kleting biru untuk pergi ke desa Dadapan dan menemui keluarga ande-ande lumut,, sementara kleting kuning kamu cukup dirumah menemani simbok”, ucap mbok randa kawulusan.

Segeralah Kleting Abang, Kleting Wungu dan Kleting Biru pergi ke desa Dadapan. Mereka mengenakan pakaian yang bagus agar bisa menarik hati Ande Ande Lumut. Kleting Abang mengenakan pakaian berwarna merah, Kleting Wungu mengenakan pakaian berwarna ungu dan Kleting Biru mengenakan pakaian berwarna biru.

Sebelum tiba di desa Dadapan, ketiga kakak beradik ini merasa bingung saat hendak menyeberangi sebuah sungai lebar lagi berair dalam. Di tengah kebingungan, mendadak muncul seekor kepiting raksasa bernama Yuyu Kangkang. Yuyu Kangkang menawarkan bantuan untuk menyeberangkan ketiganya. Hanya saja, Yuyu Kangkang mengajukan syarat bagi mereka.

“Apa syarat yang engkau kehendaki dari kami?” Tanya Klenting Abang.

“Jika kalian mau aku cium dan menciumku, aku akan membantu menyeberangkan kalian ke seberang sungai.” kata Yuyu Kangkang.

Tanpa pikir panjang mereka menyetujui syarat tersebut. Bagi mereka bertiga yang paling penting adalah bertemu ande-ande lumut. Namun setelah mereka tiba di desa Dadapan dan bertemu dengan Ande Ande Lumut, mereka sangat kecewa karena ditolak ande-ande lumut. Ande-Ande Lumut beralasan mereka tidak bisa menjaga kehormatannya karena mau dicium Yuyu Kangkang.

“Aku tidak sudi menikah dengan salah seorang diantara kalian, karena kalian tidak bisa menjaga kehormatan kalian sendiri,”, ujar ande-ande lumut.

Sementara di rumah, Kleting Kuning terus memohon pada Mbok Randa Kawulusan agar mengizinkannya pergi ke desa Dadapan untuk bertemu Ande Ande Lumut. “Mbok, Aku ingin menemui ande-ande lumut, tolong izinkan aku pergi ke desa Dadapan” Kleting Kuning memohon pada Mbok Randa Kawulusan. Di dalam hatinya Kleting Kuning sangat berharap bisa menemukan suaminya Raden Putra di desa Dadapan.

“Apa! Kamu ingin bertemu Ande Ande Lumut? Apa kamu tidak berkaca? Pakaianmu itu kumal dan tubuhmu bau, mana mungkin ande-ande lumut mau denganmu.” Ujar Mbok Randa Kawulusan. Namun karena Kleting Kuning terus memaksa, akhirnya Mbok Randa Kawulusan mengizinkannya pergi ke desa Dadapan.

Akhirnya Kleting Kuning pergi ke desa Dadapan dengan tetap memakai pakaian kumal dan bau. Ia tidak memiliki pakaian lain yang layak pakai. Sama seperti ketiga saudara angkatnya, Kleting Kuning juga kebingungan saat hendak menyeberangi sungai. Kemudian muncul Yuyu Kangkang menawarkan bantuan kepada kleting kuning agar bisa menyeberang namun dengan satu syarat.

“Syarat apa yang bisa aku penuhi agar engkau mau membantu ku menyeberang”, ujar kleting kuning.

“Kau harus mau aku cium dan engkau harus menciumku jika ingin menyeberang sungai ini”, ucap yuyu kangkang.
“Apa! Kamu mau dicium dan menciumku? Aku tidak sudi! aku tidak butuh bantuanmu,, pergilah kau.” teriak Kleting Kuning pada Yuyu Kangkang.

Kemudian kleting kuning mengeluarkan senjata andalannya yaitu sebuah lidi sakti. Lalu ia memukulkan lidi sakti itu ke sungai, seketika itu juga air sungai menjadi surut. Yuyu Kangkang menjerit-jerit meminta tolong karena tidak bisa hidup tanpa air. Yuyu Kangkang memohon kepada Kleting Kuning agar mengembalikan air sungai seperti semula. Sebagai imbalan ia akan menyeberangkan kleting kuning ke seberang sungai tanpa sebuah syarat untuk mencium. Karena merasa iba kepada yuyu kangkang akhirnya Kleting Kuning segera mengembalikan air sungai ke kondisi semula, lalu Yuyu Kangkang menyeberangkannya ke seberang sungai.

Akhirnya sampailah Kleting Kuning di rumah ande-ande lumut di desa Dadapan. ia melihat ketiga kakaknya terlihat sangat sedih karena ditolak oleh Ande Ande Lumut. Ketika Ande-ande lumut melihat kedatangan Kleting Kuning, ia segera menghampirinya.
Mbok Randa Dadapan merasa sangat heran melihat sikap Ande Ande Lumut karena bersikap cuek kepada setiap wanita tetapi begitu bersemangat ketika melihat Kleting Kuning yang kumal dan bau.

“Kamu kenapa nak? Banyak wanita cantik kamu tolak malah kamu mendekati wanita kumal dan bau.” kata Mbok Randa Dadapan pada Ande Ande Lumut.
“Ibu, jangan menilai Kleting Kuning dari fisiknya. tapi lihatlah dari sifatnya, ia mampu menjaga kehormatannya. Ia menolak dicium dan mencium Yuyu Kangkang. Tidak seperti wanita yang lainnya. Dialah calon istri terbaik untukku.” jawab Ande Ande Lumut.

Kleting Kuning mengetahui betul ciri-ciri suaminya, Raden Putra. Ia begitu yakin bahwa Ande Ande Lumut adalah Raden Putra, suaminya tercinta yang selama ini ia cari. Saat itu juga dihadapan orang banyak, Kleting Kuning membuka penyamarannya bahwa ia adalah Dewi Candra Kirana. Semua orang yang melihatnya sangat terpesona oleh kecantikan Dewi Candra Kirana. Begitu juga dengan Ande-Ande Lumut, ia pun membuka penyamarannya bahwa ia adalah Raden Putra, Pangeran Kerajaan Jenggala. Keduanya kemudian kembali hidup bahagia sebagai sepasang suami istri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here