Kotak Pensil Misterius

0
154
rebanas.com

Tevita teman sekelas mereka meninggal. Dia merupakan gadis yang ramah berambut kepang, dimana dia ketika itu tidak mampu bertahan terhadap penyakitnya yang bernama thalasemia yang di deritanya. Dan teman sekelasnya di SD yang bernama SD Pelita sangat sedih karena temannya itu sudah tidak ada lagi. Tavita alias Tavita Maharani memang terkenal baik hati dan tidak pelit.

Setelah dua minggu berlalu dan kelas 5 sudah melakukan kegiatannya seperti biasa lagi. Fafa teman sebangku Tavita yang dulu, kini asyik duduk dengan vania. Wajah-wajah mutung kini sudah tidak kelihatan lagi. Akan tetapi ada yang menangis diam-diam. Di pagi itu, Fafa masuk kelas seperti biasa, namun tiba-tiba dia terkejut melihat mejanya tergeletak kotak pensil warna biru. Wajah Fafa pun berubah jadi pucat karena memperhatikan kotak pensil yang bergambar frozen itu. Di bangku pun belum ada tas Vania. Fafa menengok ke kiri dan ke kanan karena bingung.

Saat itu Vayla memperhatikan tingkah Fafa, ketika itu Fafa menunjuk meja milik Tavita. Seketika Vayla mengerutkan keningnya sambil berfikir dan membelalak. Hal itu di sebabkan karena kotak pensil Tavita, yang bisa ada di meja Tavita. Seketika mereka pun kaget dan mundur kemudian memeluk Vayla. Tidak lama kemudian tema-teman pun berdatangan dan bertanya ada apa ini? seketika mereka pun di ceritakan kenapa kotak pensil Tavita bisa ada di mejanya, lalu mereka pun begitu ketakutan melihat kotak pensil itu dan berfikir kenapa bisa kotak pensil nya berada di situ?

Lalu salah satu dari mereka membuka kotak pensil itu dan mengulurkan tangannya sambil ketakutan. Dan mereka pun membukanya dan duduk di bangku Tavita. Akhirnya dia berfikir untuk pindah ke bangku lamanya. Dan akhirnya Varez membuka kotak pensil itu, dimana di dalamnya ada benda kesayangan milik Tavita. Varez pun bercerita jika benda-benda ini merupakan benda kesukaan Tavita. Seketika Fafa pun mengintipnya dan dirinya lemas melihat barang kesayangan temannya itu.

Bu cici wali kelas 5 pun sudah mendapaktkan informasi dari varez sebagai ketua kelas. Beliau pun segera duduk di meja guru bersama kotak pensil itu. Bu guru pun memperhatikan kotak pensil Tavita yang sudah terbuka. Bu cic pun sebagai wali kelas 5 menghembuskan nafas panjang dengan memperhatikan wajah muridnya satu per satu. Ibu cici pun sebagai wali kelas bertanya dengan pelan-pelan, siapa yang membawa kotak pensil ini?

Namun tidak ada satu pun murid-muridnya yang menjawab pertanyaannya. Lalu tidak lama ada murid yang bilang apa mungkin Tavita sendiri yang menaruhnya. Dan seketika anak-anak di kelas mulai berdengung layaknya lebah. Dan Varez pun bilang jika hantu itu tidak ada. Akan tetapi Varez pun berfikir berputar-putar dengan segala kemungkinan yang terjadi. Dan seketika bu guru cici mempertegas benar kata Varez, sudah pasti kotak ini ada yang membawanya. Ibu guru pun memberika waktu kepada murid-muridnya untuk mengaku kesalahan kepada ibu guru cici. Dan ibu guru cici pun meminta murid-murid segera mengakui semua perbuatannya. Namun ibu guru pun tidak akan memarahi siapa pun yang melakukan hal tersebut. Teman-temannya pun berkata apa tujuan orang yang dengan sengaja menaruh kotak pensil itu.

Tidak lama sambil berfikir sama-sama, sesampainya pulang sekolah masih juga belum ada yang mengaku membawa kotak pensil itu ke kelas. Dan pada esok harinya, kotak pensil yang sama pun ada lagi di atas meja Fafa lagi. Dan yang lebih parahnya, Fafa sampai pingsan. Suasana di kelas pun menjadi sangat ricuh dan heboh. Hingga ibu cici pun terlihat sangat marah. Akan tetapi ibu cici tetap tidak mengatakan mengatakan apa-apa karena semua sedang sibuk mengurusi Fafa di ruang kesehatan. Anak-anak sibuk bercakap-cakap membahas kejadian itu.

Seketika mereka berfikir kenapa kotak pensil itu bisa ada lagi? Isinya pun malah jepit rambut dan barang kesayangan si Tavita. Dan mereka pernah melihat Tavita bawa barang itu dan jepit rambut yang sama persis yang pernah Tavita pakai dulu. Dan merak bercerita bahwa mereka pun pernah meminjam jepit rambut dan barang-barang itu dari tavita. Seketika pun mereka bingung karena seingat mereka, bu guru cici sudah menyimpan kotak pensil tersebut.

Dan mereka mengatakan berarti pelakunya memang sengaja membeli kotak pensil yang sama dengan Tavita. Dan mereka pun memikirkan apakah ada toko yang menjual tempat pensil seperti itu? dengan ragu pun Vayla menggeleng ragu. Chika pun mengangkat bahu dan berfikir keras sampai alisnya menyatu pda kening. Akhirnya selama dua hari ini, dirinya dan chika menyelidiki dan ternyata ada siswa yang masuk pagi sekali. Akhirnya mereka memutuskan bersembunyi di belakang lemari dan benar saja pelakunya tertangkap, Vayla memang pelaku nya, dia pun melakukan semua ini di karena dia tidak ingin teman-temannya melupakan Tavita. Dan serentak teman-temannya pun berkata bahwa Tavita akan selalu ada di hati mereka sampai kapanpun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here