Kisah Tukang Kayu

0
31
woazy.com

Alkisah , dimana seorang tukang kayu yang merasa dirinya sudah tua dan memang berniat akan pension dari profesinya sebagai tukang kayu yang sudah dia jalani selama puluhan tahun. Dia pun ingin menikmati masa tua dirinya bersama istri serta anak dan cucu nya. Sebelum dia memutuskan untuk berhenti bekerja dan dia pun sebelumnya menyadari bahwa dia akan kehilangan penghasilan rutin yang setiap bulan dia terima. Namun bagaimana pun itu, dia merasa tidak bisa lagi melakukan aktifitas seperti tahun-tahun ketika dia bekerja sebelumnya.

Suatu hari pun, tukang kayu itu mengatakan rencana nya untuk pension kepada mandornya. Tukang kayu itu pun memohon maaf karena harus pension di karena kan tubuhnya yang sudah tidak kuat lagi menompang beban-beban berat di pundaknya ketika dirinya bekerja. Ketika sang mandor mendengar niat dari si tukang kayu tersebut, dia pun merasa sangat sedih karena dirinya akan kehilangan salah satu tukang kayu terbaiknya. Baginya tukang kayu itu merupakan tukang kayu yang ahli bangunan yang cukup handal yang di miliki dalam tim nya. Akan tetapi apalah daya, mandor pun tidak bisa memaksakan tukang kayu untuk tetap bekerja denganya dan juga mengurungkan niatnya untuk berhenti kerja. Setelah itu terlintas lah dalam fikiran sang mandor untuk meminta permintaan terakhirnya sebelum tukang kayu itu berhenti bekerja.

Mandor pun memohon pada nya untuk sekali lagi membangun sebuah rumah untuk yang terakhir kali nya sebelum dirinya pergi. Dan dia katakana dia minta tukang kayu itu membangun rumah untuk proyek di mana sebelum tukang kayu itu pergi. Dan akhirnya dengan berat hati si tukang kayu menyanggupi permintaan mandornya itu walaupun dia merasa kesal karena jelas-jelas dirinya sudah bicara akan segera pensiun dari pekerjaannya.

Setelah itu pun sang tukang kayu membangun proyek rumah itu, namun di balik pengerjaan proyek terakhirnya, dia pun berkata dalam hati bahwa dirinya tidak akan mengerjakan dengan segenap hati saat pembangunan berjalan. Sang mandor hanya tersenyum dan berkata pada tukang kayu itu pada hari pertama ketika proyek di kerjakan olehnya, sang mandor minta seperti biasa bahwa dirinya sangat percaya pada tukang kayu tersebut. Jadi sang mandor bilang aku berharap kamu mengerjakan dengan sangat baik. Seperti dulu dirimu mengerjakan proyek-proyek rumah ketika kamu masih kerja dengan ku. Bahkan dalam proyek terakhir ini kamu sangat bebas membangun dengan semua bahan-bahan yang terbaik yang ada.

Tukang kayu pun akhirnya memulai kerja nya yang terakhir dengan sangat malas-malasan, bahkan dengan tidak serius dan tidak memperhatikan kerangka bangunan yang ada. Selain itu dia juga malas mencari, maka dari itu dia pun menggunakan bahan-bahan seadanya saja dan asal-asalan saja ucap nya. Bahkan dia pun menggunakan bahan-bahan bangunan berkualitas rendah. Begitu di sayangkan karena dia memilih cara yang cukup buruk di hari terakhir kerja nya.

Hari-hari pun terus berlalu dan akhirnya rumah proyek terakhirnya selesai. Di temani tukang kayu tersebut, sang mandor pun datang memeriksa bangunan rumah. Saat itu sang mandor memegang gagang daun pintu depan dan membuka pintu tersebut sambil berbalik badan dan berkata pada sang tukang kayu, nah ini adalah rumah untuk mu, hadiah dari ku atas kerja keras kamu selama ini. Sang mandor sangat bangga dengan sang tukang kayu yang selama ini selalu mengerjakan proyek-proyek rumah nya dengan sukses. Bahkan sejak saat itu sang mandor sangat terbantu dengan keahliannya dan kerja sama nya dengan tim.

Dan betapa kaget nya sang tukang kayu dan dia sangat menyesal karena sudah membangunnya dengan asal-asalan. Dia pun berfikir seandainya dia tahu rumah itu untuk dirinya pasti dia akan mengerjakan rumah itu dengan sungguh-sungguh. Akibatnya sekarang dia pun harus tinggal di rumah yang dia bangun dengan asal-asalan. Maka dari itu pelajaran yang bisa di petik adalah hidup itu adalah proyek yang kau kerjakan sendiri, jadi untuk hasil di akhir hanya kamu yang menentukannya. Seperti kisah tukang kayu ini karena nafsu nya yang merasa sudah tidak lagi bekerja disitu lantas dia seenaknya melakukan proyek terakhir yang di amanat kan oleh mandor nya. Dan karena ketidakiklasaan nya maka penyesalan lah yang dia dapat. Hal itu pun membuat nya belajar bahwa dalam melakukan apapun dia harus merubah pola nya yang seperti itu, karena tidak ada sesuatu yang baik dari sebuah ke iklasan.

Kisah ini merupakan pelajaran yang berharga bagi kita, dimana dalam melakukan suatu pekerjaan apapun sebaiknya di lakukan dengan iklas dan sungguh-sungguh tanpa di dasari rasa pamrih. Dan hidup itu bukan sekedar bisa memuaskan kemauan kita dan cita-cita kita. Kebaikan hati dari seseorang akan membuahkan hasil yang baik juga untuk dirinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here