Kisah Tujuh Anak Domba Yang Masih Hidup Setelah Di Telan Serigala Jahat

0
4
dongengceritarakyat.com

Pada zaman dahulu di sebuah hutan yang penuh dengan dedaunan hijau, hiduplah seekor ibu domba dengan tujuh anaknya yang masih kecil-kecil. Namun di suatu hari, sebelum pergi ke kebun untuk mencari makanan. Sang ibu memberitahukan anak-anaknya untuk behati-hati ketika ibunya tidak ada. Dan ketika ada yang mengetuk pintu sang ibu domba berkata jangan di buka. Dan ibu domba berkata yang paling penting hati-hati lah dengan serigala jahat dan rakus yang bersuara parau dan berkaki hitam. Dia selalu mengawasi kalian begitulah pesan ibu domba. Anak-anaknya pun mendoakan ibu domba agar selamat sampai tujuan.

Ibu domba pun melambaikan tangannya lalu pergi meninggalkan rumahnya. Ketujuh anak domba itu pun melambaikan tangannya ke ibu domba. Dan dengan segera mereka mengunci pintu. Ketika itu serigala sedang mengawasi dari tempat persembunyiannya. Dan serigala pun merasa beruntung karena dirinya sedang lapar dan dia melihat ke tujuh anak domba yang sedang di tinggal ibunya.

Serigala sudah tidak tahan ingin memakan ke tujuh anak domba itu hingga dirinya menelan air liurnya dan langsung berjalan ke rumah tersebut. Serigala pun mengetuk pintu rumah itu dan berkata kepada anak-anak tersebut jika dia adalah ibunya. Anak-anak domba pun langsung bergegas lari untuk membuka kan pintunya, akan tetapi kakak laki-laki sulungnya menghentikannya.

Sang kakak memberitahukan jangan di buka dulu pintunya karena suaranya terdengar aneh. Menurut kakaknya suara ibunya tidak parau seperti ini. Di hutan ini yang mempunyai suara parau hanyalah seekor serigala. Akhirnya mereka memutuskan untuk tidak jadi membuka kan pintunya dan sodara-sodara yang lainnya setuju dengan hal tersebut.

Serigala pun kecewa karena ke tujuh anak domba itu ternyata tidak mudah di bohongi. Dan serigala pun tidak menyangka anak-anak itu sangat pintar. Serigala pun berfikir keras agar dirinya bisa berhasil masuk dan memakan ke tujuh anak domba tersebut.

Serigala pun mendapatkan ide bagus yaitu dengan membuat suara nya lembut menggunakan kapur. Serigala yang rakus itu pun berlari ke toko dan membeli sebatang kapur kemudian memakannya. Ternyata anak-anak domba ini pun mempercayai suara serigala tersebut. Serigala pun mempunyai suara yang lembut dan tidak parau lagi setelah dirinya menelan kapur tersebut. Lalu setelah itu serigala itu mengetuk pintu rumah yang berisi anak domba itu dan berkata anak-anak ibu sudah pulang. Seketika anak-anak domba itupun berlarian dan gembira sang ibu sudah pulang.

Anak-anak domba itu pun langsung pergi kea rah pintu.
Namun kali ini kakak perempuannya yang sulung menghentikan langkahnya. Seketika kakaknya berkata coba kita lihat kakinya berwarna hitam di jendela itu. Dan mereka yakin itu sudah pasti bukan kaki ibunya. Lalu ia pun berkata pada serigala tersebut, kaki ibu kami putih dan lembut sedangkan kaki mu hitam. Serigala pun marah karena dirinya gagal lagi masuk ke rumah itu. Karena serigala gagal lagi maka serigala berlari ke toko roti dan berkata pada seorang tukang roti untuk menaburkan tepung ke kakinya, namun pembuat tepung itu menolak dan serigala mengancam pembuat tepung. Serigala berkata jika pembuat tepung menolak maka serigala akan memakannya. Karena takut maka si pembuat tepung menaburkan tepung ke atas kaki serigala tersebut.

Serigala pun tersenyum bahagia karena dia akan memulai aksinya lagi untuk kembali ke rumah domba. Serigala pun berteriak anak-anak ibu membawa makanan lezat, buka pintunya. Anak-anka domba pun meminta serigala untuk memperlihatkan kakinya. Serigala menjulurkan kedua kaki sontak saja anak-anak domba itu bahagia melihat ibunya sudah pulang. Tapi saat pintu di buka, serigala membuka mulut terbuka lebar. Seketika mereka semua berteriak minta tolong.

Mereka pun berpencar untuk bersembunyi, ada yang di bawah meja, di bawah tempat tidur, di dalam tungku, di dalam lemari dan di dalam keranjang cucian. Namun si bungsu yang tubuhnya paling kecil bersembunyi di dalam jam. Serigala yang rakus mengendus dan berkata bahwa dirinya akan menemukan mereka. Akhirnya satu per satu anak domba pun masuk ke dalam perut serigala itu. Setelah menelan enam anak domba itu dalam sekejap perutnya mengembung seperti gunung.

Walapun demikian si bungsu selamat dari serangan serigala dan tidak lama sang ibu domba kembali dan si bungsu pun sambil menangis menceritakan keadaan yang sedang terjadi. Lalu ibu nya menanyakan kemana arah serigala tersebut. Serigala pun sedang tidur di tepi sungai dengan lelap nya di bawah pohon yang rindang. Tanah pun berguncang setiap kali dia mendengkur. Dengan hati-hati ibu domba mendekati seketika perut serigala itu di gunting dan satu per satu anak-anaknya keluar dengan selamat dan tidak lama serigala bangun. Dia tidak sadar perutnya berisi batu, seketika di pinggir sungai serigala langsung terjatuh dan hanyut, maka mati lah si serigala jahat.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here