Kisah Tikus Kota Dan Tikus Desa

0
111
www.ceritakecil.com

Pada suatu hari ada seekor tikus kota yang saat itu berkunjung ke teman juga kerabatnya yang berada di pedesaan. Untuk makan siang maka tikus desa pun menyediakan beberapa gandum, akar-akaran, kacang-kacangan dan air dingin sebagai minuman pelepas dahaga. Pada saat itu tikus kota pun makan dengan begitu sopan nya dan mencicipi sedikit ini dan itu, dimana tingkah lakunya yang begitu sopan ketika dia memakan makanan yang sangat sederhana itu. Sudah begitu jelas bahwa itu merupakan basa-basi saja. Namun ketika sudah selesai makan, kedua tikus ini berbincang-bincang cukup lama dan panjang. Ketika tikus kota menceritakan tentang kehidupan di kota sedangkan tikus desa mendengarkan ceritanya. Mereka berdua akhirnya tidur dengan tenang dan nyaman di sarang yang nyaman di antara semak-semak dan pepohonan sampai pagi hari.

Dalam tidurnya, tikus desa bermimpi bahwa dia merupakan seekor tikus kota dengan segala kemewahan dan keindahan kehidupan kota seperti yang teman nya ceritakan tadi siang. Sehingga saat hari berikutnya ketika tikus kota mengajak tikus desa untuk berkunjung ke rumah nya yang berada di kota dengan perasaan senang, tikus desa pun mengiyakan permintaan nya. Ketika mereka sampai di rumah besar dimana tikus kota tersebut tinggal. Mereka menemukan meja ruang makan penuh dengan makanan sisa yang lezat. Di atas meja tersebut mereka mendapatkan manisan, agar-agar, keju yang lezat dan semua jenis makanan yang menggoda yang pernah di bayangkan oleh sang tikus. Namun saat tikus desa akan mencicipi sedikit makanan dan dia mendengar seekor kucing yang mengeong keras sambil menggaruk-garuk pintu dengan cakarnya.

Dalam rasa takut yang begitu besar, tikus-tikus itu berlari sembunyi dan berdiam diri untuk waktu yang lama seolah-olah bernafas pun mereka takut. Ketika akhirnya mereka bisa kembali ke meja makan dan pintu tiba-tiba terbuka dan masuklah pelayan untuk membersihkan meja. Diikuti oleh seekor anjing rumah. Dimana tikus desa singgah di sarang tikus kota sebentar hanya untuk mengambil tas dan payungnya. Dan dia mengatakan diri mu mungkin mempunyai kemewahan dan segala sesuatu yang begitu enak dan lezat yang tidak aku punyai, ucap tikus desa sambil beranjak dan dirinya pergi terburu-buru. Akan tetapi aku lebih memilih makanan dan kehidupan sederhana di desa dengan semua kedamaian dan juga ketenangan disana. Dan bagi tikus desa kehidupan sederhana yang aman lebih baik di bandigkan kehidupan mewah yang di kelilingi oleh rasa takut dan ketidakpastian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here