Kisah Gajah Yang Angkuh

0
4

Pada suatu hari di sebuah hutan yang sangat luas. Hiduplah berbagai jenis binatang, dari yang paling kecil seperti semut dan paling besar seperti gajah. Mereka hidup secara berdampingan, saling tolong menolong. Namun ada satu binatang yang sangat sombong, ia adalah gajah.

Gajah sangatlah angkuh, ia mengaku dirinya paling kuat. Gajah sering mengejek binatang lain. Suatu ketika saat gajah tersebut sedang berjalan, ia melihat burung beo sedang di atas pohon dan ia meminta burung beo tersebut untuk menghormatinya. Namun si burung beo tidak mau menghormatinya sehingga gajah marah dan menarik pohon tersebut hingga burung beo pergi.

Dalam kehidupan di dalam hutan si Gajah merupakan binatang yang di segani lantaran sukses menaklukan singa si raja hutan. Gajah dengan mudah mengalahkan singa dengan belalainya yang panjang, singa diangkat tinggi-tinggi serta di banting ke tanah. Lantaran bisa menaklukkan singa, Gajah mengakui dirinya sendiri sebagai si raja hutan yang baru.

“Hahahahaha,, sekarang aku lah yang berkuasa di hutan ini.” ujar gajah dengan lagak.

Berbekal badannya yang sangat besar, ia menjadi sombong dan merasa ia yang paling kuat di hutan. Ia berjanji akan menaklukan semua binatang di hutan ini. Ia meremehkan hewan-hewan yang ada di hutan. Lantaran kesombongan itu, ia tak di sukai oleh binatang-binatang lain.

Suatu saat sang Gajah mengadakan sayembara, siapa saja yang bisa menaklukkannya, ia memiliki hak menggantikannya sebagai Raja hutan.

“Hey kalian semua, apakah di antara kalian ada yang bisa menaklukan saya ?, kalau diantara kalian mampu mengalahkan ku, maka kalian berhak menyandang sebagai si raja hutan”.ucap gajah.

Sayembara itu di sambut antusias oleh para binatang yang lain. dari binatang kecil seperti biawak sampai dengan yang besar seperti harimau ingin berusaha untuk mengalahkan gajah. sampai pada saat nya pertarungan antara gajah dengan para binatang itupun terjadi pada pagi hari. Seluruh bintang berkumpul. Termasuk seperti Harimau, Badak, Landak, serta Beruang. Tetapi, ketika mereka lihat Gajah, mereka terasa takut untuk melawannya. Seluruh binatang tak ada yang berani bertemu dengan binatang besar yang paling kuat tersebut.

Tak ada yang berani melawannya, mereka takut kalah. Kesombongan gajah semakin tinggi. Sang Gajah juga menakut-nakuti binatang lainnya dengan menjulurkan belalainya yang panjang di depan mereka semua. Ia merasa paling kuat serta di takuti seluruh binatang.

“Ahaha, mana mental kalian ?, katanya berani melawan saya.? ucap gajah sombong.

Saat Gajah menunjukkan sifat sombongnya, tiba-tiba datanglah seekor semut kecil dari atas pohon.

“Hey Gajah, bolehkan saya mau ikuti sayembara ini ?” Bertanya Semut dengan ramah.

“Hei kau anak kecil ! Kau bukanlah lawanku. Kau akan melawanku yang sebesar ini? Badanmu saja tak ada sebesar ujung ekorku.” Jawabnya sembari tertawa.

Mendengar perkataan seperti itu dari sang Gajah, Semut terasa jengkel. Tetapi, ia terus rendah hati.

“Baiklah Gajah, saat ini kau bisa sombong di hadapanku dan para kawan-kawanku, Tetapi, kau belum pernah rasakan gigitanku bukan? ’’ jawabnya.

Gajah mulai geram dan kesal mendengar yang ucapan Semut. Ia segera masuk ke arena pertarungan.

“Majulah Hei kau Semut!” kata sang Gajah.

Dengan gagah berani Semut maju ke arena. Pertarungan berlangsung seru. Semut di injak-injak sangat mudah oleh gajah. Tetapi, Semut yang cerdik serta berani itu mencari peluang. Tanpa Gajah sadari, Semut sukses naik ke atas punggung Gajah yang besar itu. Peluang itu langsung di manfaatkan oleh si kecil semut. Semut tau kekurangan Gajah terdapat pada telinga yang besar dan belalainya itu. Perlahan ia masuk ke lubang telinga Gajah. Semut mulai menggerogoti isi telinga Gajah. Gajah mulai terasa kesakitan. Badannya yang sangatlah besar itu berguling-guling diatas tanah ia menangis karena kesakitan. Gajah berupaya keluarkan Semut itu dari telinganya. Tetapi, usahanya sia-sia.

“Ampun Semut! Saya mengaku bersalah.”Teriak Gajah. si raja hutan pun menyerah.

Merasa kasihan dengan si gajah, si semut pun keluar dari telinga gajah.

“Makanya kau itu jangan angkuh. Anda itu memang besar. Tetapi, ada lagi yang lebih besar. Saat ini anda kuat, Tetapi ada yang lebih kuat dari anda. Kemampuan tenaga tidak selamanya bisa membantu. Tetapi, kecerdikan otak senantiasa diatas semuanya. kita punya kekuatan di jalannya masing-masing” Kata semut.

Gajah cuma terdiam. Ia terasa sangatlah malu, binatang lain cuma melihat kekalahan Gajah serta tertawa serta bersorak-sorak. Salah satu binatang yang ikut melihat pertarungan ikut berkomentar.

“Makanya janganlah suka menyepelekan binatang yang lain. Semut, memanglah binatang yang sangatlah kecil. Tetapi, Semut yaitu pahlawan yang bisa menaklukkan kesombongan serta keangkuhan. ’’

Akhirnya semut yang kecil itu di nobatkan sebagai raja hutan yang baru dan sang gajah yang angkuh itu pergi meninggalkan hutan dengan rasa penyesalan yang mendalam dan berjanji untuk tidak mengganggu para binatang yang lain lagi.

Hikmah dari kisah ini adalah kita sebagai manusia jangan pernah merasa sombong atas apa yang kita miliki, semua kekuatan yang kita miliki itu hanya titipan dari Allah swt. Di atas langit masih ada langit.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here