Kisah Sang Ayam Merah Kecil

0
25
youtube.com

Pada suatu ketika di perkebunan tidak ada makanan untuk para hewan. Mereka semua kelaparan lalu mereka memutuskan untuk memasak. Sang ayam merah kecil menemukan biji gandum dan lalu bergegas memberitahukan teman-teman nya. Sang ayam merah kecil berharap teman-teman nya akan membantunya menanam biji gandum itu. Kemudian sang ayam meminta tolong sapi untuk menanan biji gandum itu namun si sapi mengatakan hari ini terlalu panas untuk menanam. Lalu sang ayam meminta tolong pada si babi namun lagi-lagi dia mendapat jawaban yang sama dimana babi mengatakan hari ini terlalu panas untuk menanam. Kemudian sang ayam merah meminta tolong anjing untuk menanam biji itu dan anjing pun mengatakan jangan aku karena terlalu panas untuk bekerja.

Karena teman-teman nya tidak ada yang mau membantu maka sang ayam merah memutuskan untuk menanam sendiri biji gandum itu. Beberapa hari yang lalu udara nya sangat cerah akan tetapi tiba-tiba hujang dengan deras. Sang ayam merah kecil memutuskan untuk menyiangi benih itu. Lagi-lagi sang ayam merah meminta tolong sapi untuk menyiangi tanaman gandum itu tapi sapi mengatakan udara nya sangat nyaman untuk bekerja. Lalu sang ayam minta tolong pada babi juga untuk menyiangi kebun nya namun lagi-lagi sang babi bilang jangan dirinya karena cuaca terlalu nyaman untuk menyiangi kebun. Dan yang terakhir dia meminta tolong pada anjing untuk menyiangi kebun nya namun lagi-lagi sang ayam merah di tolak nya dengan alasan cuaca hari ini sangat nyaman.

Akhirnya sang ayam merah kecil berangkat sendiri untuk menyiangi dan merawat kebun nya. Setelah berminggu-minggu gandum itu akhirnya matang dan siap untuk di makan. Bahkan gandum itu tumbuh tinggi dan besar. Karena gandum sudah matang maka sang ayam kecil meminta teman-teman nya untuk memanen gandum itu. Sang ayamn meminta sapi untuk memanen kebun gandum nya namun lagi-lagi sapi menolak dengan alasan dirinya mau tidur di lumbung padi. Lalau dia meminta tolong babi untuk memanen kebun nya namun babi menjawab jika dirinya ingin bermain di lumbung lumpur hari ini. Dan yang terakhir sang ayam merah meminta tolong anjing untuk memanen kebun nya namun lagi-lagi anjing menolak karena dia ingin mencari tulang di rumah teman nya. Akhirnya lagi-lagi sang ayam merah kecil melakukan semua nya sendirian seperti biasanya. Ayam merah kecil pun tidak ada lagi yang menolong nya dan sekali lagi dia melakukan semua nya sendirian. Kemudian ayam merah kecil memanen gandum itu dengan gerobak nya.

Dan setelah memanen sang ayam merah kecil meminta tolong teman-teman nya untuk menggiling gandum hingga menjadi tepung. Sang ayam meminta tolong sapi menggiling gandum untuk menjadi gandum namun sapi bilang waktu nya terlalu dekat untuk waktu dia memerah. Lalu sang ayam merah mencoba minta tolong babi namun lagi dan lagi dia di tolak karena alasan babi terlalu dekat dengan waktu makan malam. Dan yang terakhir sang ayam merah meminta tolong anjing tapi jawaban nya sama bahwa dirinya terlalu dekat mendekati makan malam jika harus menggiling gandum itu menjadi tepung.

Akhirnya tidak ada satu pun teman nya yang mau menolongnya untuk menggiling gandum menjadi tepung maka sang ayam merah melakukan semua nya sendirian. Sang ayam merah kecil memutuskan tepung yang ada akan di olah menjadi roti dan sang ayam sekali lagi memberi kesempatan pada teman-teman nya untuk membantunya. Sang ayam bertanya siapa yang akan membantunya memanggang tepung agar menjadi roti? sang ayam menanyakan apakah sapi mau memnbatu dirinya memanggang tepung menjadi roti, namun sapi mengatakan jika sapi tidak tau cara memanggang tepung menjadi roti.

Sama hal nya dengan babi ketika sang ayam merah kecil meminta tolong dia mengatakan jika dirinya tidak tau bagaimana cara memanggang tepung menjadi roti. Dan yang terakhir sang ayam merah meminta pertolongan sang anjing namun sang anjing mengatakan dirinya tidak tau bagaimana cara memanggang. Akhirnya kembali lagi sang ayam merah kecil melakukannya sendirian lagi seperti sebelum-sebelumnya. Dan sang ayam merah kecil pun mulai mengolah tepung dan mencetaknya, lalu dia mulai memanggang nya menjadi sebuah roti. Pada saat semua nya selesai dia mendinginkan nya sebentar. Sebelum dia mengetahui nya tibalah waktunya untuk memotong dan juga memakan roti itu. Melihat lingkungan sekitar dia tidak melihat siapa pun. Lalu sang ayam merah kecil bertanya siapa yang akan membantu nya untuk memakan roti ini? lalu dengan cepat ketiga teman nya langsung mau dan ingin membantu nya makan roti itu.

Sang ayam merah kecil pun tidak memberikan roti-roti yang sudah dia buat kepada teman-teman nya karena menurut nya dia berjuang sendiri untuk itu semua mulai dari menanam, menyirami, menyiangi hingga memanen nya, bahkan ketika memanggang nya pun dia harus melakukan nya semua nya sendiri tanpa ada bantuan dari teman-teman nya. Sang ayam merah kecil berkata dia sudah menawarkan pada teman-teman nya untuk membantu namun mereka sama sekali tidak membantu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here